<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231</id><updated>2012-01-30T04:01:02.367+07:00</updated><category term='umum'/><category term='motivasi'/><category term='Wawancara Tokoh'/><category term='tangandiatas'/><category term='Bisnis'/><category term='Indonesiaku'/><category term='Politisiana'/><category term='Marketing'/><category term='About Me'/><category term='Pendidikan'/><category term='islamia'/><category term='Bahasa Inggris'/><category term='ramadhan'/><category term='Jangan Menyerah'/><category term='Sosial'/><category term='Nasihat Pernikahan'/><category term='Komunitas'/><category term='Liputan Bebas'/><title type='text'>Blog Liputan....</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8397774889225830401</id><published>2011-12-14T05:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T05:55:17.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiaku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Hal "Kecil" Yang Bisa Bikin Kita Ditinggal Customer</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seringkali kita menganggap remeh - temeh hal ini. Padahal hal satu ini bukan hanya penting tapi juga vital. Dia adalah: Toilet. Seperti apa ulasannya? Ini dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toilet mungkin saja menjadi ruangan yang paling sering diabaikan oleh kita. Meski selalu berada di ruang belakang, toilet sungguh bukan saja penting dan merupakan bagian tak terpisahkan dari&amp;nbsp; layanan kita terhadap customer, tapi toilet juga merupakan hal mendesak yang tidak bisa lagi ditunda keberadaannya, tepat ketika dibutuhkan. Karena itu jangan kaget,. Baru - baru ini di Puncak Pertemuan Toilet Dunia (World Toilet Summit) yang baru saja selesai (diselenggarakan di China) menghasilkan sebuah fakta bahwa untuk meningkatkan kunjungan turis di sebuah negara,sangat terkait dengan ketersediaan toilet publik yang bukan hanya layak tapi juga bersih. Kampanye dan iklan yang agresif tidak akan menghasilkan apa – apa jika tidak dibarengi dengan ketersediaan toilet yang layak untuk menarik lebih banyak pengunjung yang datang. Kesan pemandangan dan wisata yang indah akan lenyap seketika begitu mendapati toilet yang jorok, tidak terawat, bayar pula. Data dari pertemuan tersebut menunjukkan ada kenaikan sebesar 10% dari total kunjungan turis di China setelah negara tersebut memperbaiki fasilitas umumnya seperti toilet, dan mendongkrak negara tersebut menjadi negara yang paling banyak dikunjungi di dunia setelah Perancis dan Amerika. Indonesia sendiri, masih tertinggal dan menduduki peringkat ke 3 dengan pelayanan toilet terburuk di Asia :D&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mindset kita tentang toilet&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jamak kita dapati fasilitas “penting dan mendesak” ini terlantar begitu saja. Semasa sekolah dulu, hal yang paling saya tidak suka adalah “kebelet” ketika sedang jam pelajaran sekolah. Alasannya adalah toilet sekolah yang sangat sangat tidak layak. Begitupun kita dapati di terminal atau area publik lainnya di sekitar kita. Toilet begitu identik dengan bau menyengat, jorok, mampet dan rasa jijik. Yang lebih parah tentunya jika kita mendapati toilet kotor di kantor dan tempat ibadah seperti Masjid. Oh No! Harusnya tidak. Di luar negeri sana di negeri maju, apalagi di airport-nya, toilet dibersihkan dan diperlakukan sama seperti tempat tidur. Wangi, kering, dan selalu siap pakai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena itu sepertinya harus ada mindset baru dalam benak kita bahwa toilet itu tempatnya bersih – bersih sehingga harus kita persepsikan sebagai tempat yang bersih. Dan sayang sekali, sedikit orang yang peduli akan hal ini. Kebersihan dan kelayakan toilet masih dipandang sebagai hal yang kurang penting. Tak jarang di beberapa rumah makan, atau mall sekalipun, kita harus puas dengan kualitas toilet yang cukup membuat kita menahan rasa lapar . Padahal, jika kita sendiri tidak happy dengan toilet kotor di restoran atau toko tempat kita berbelanja atau makan, hal yang sama juga berlaku bagi customer kita. Lebih lagi jika usaha kita di bidang makanan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nah logikanya, jika untuk meningkatkan turisme saja perlu disarankan menyediakan toilet yang layak dan bersih sebagai penarik, bukankah hal yang  sama bisa kita lakukan di bisnis kita?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salam toilet bersih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.bebiluck.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8397774889225830401?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8397774889225830401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8397774889225830401&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8397774889225830401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8397774889225830401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/12/karena-toilet-kita-bisa-kehilangan_14.html' title='Hal &quot;Kecil&quot; Yang Bisa Bikin Kita Ditinggal Customer'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8626776625187971423</id><published>2011-12-07T06:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T06:16:11.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Rahasia Pentingya Identitas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Jika anda pernah datang di sebuah sesi coaching ActionCoach, pasti anda tahu rumus ini: Be+ Do= Have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have (kepemilikan) diartikan sebagai result atau hasil, atau apa yang ingin kita peroleh (bisa kebebasan waktu atau finansial)&lt;br /&gt;Do (action) diartikan sebagai tindakan tertentu untuk mencapai hasil tadi&lt;br /&gt;Be (being) diartikan sebagai skill dan nilai diri (self value) yang jika digabung atau dikalikan dengan action akan mempercepat hasil&lt;span class="fullpost"&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menurut Coach, banyak orang yang hanya mengandalkan Do untuk mencapai Have. Mereka bekerja demikian keras dan demikian mati-matian, tapi tidak pernah mengevaluasi hasil. Bukan kerja cerdas. Padahal jika kerja keras tersebut diimbangi dengan nilai (seperti jujur, tekun, ulet, sabar dst) hasilnya bukan saja lebih bagus, tapi lebih cepat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Termasuk dalam "Be" ini adalah identitas. Jadi saya diminta untuk menjawab sendiri pertanyaan ini:"Siapa saya?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jawaban dari pertanyaan itu adalah identitas saya. Sayapun kecele, keliru menjawab. Jawaban saya waktu itu adalah English Teacher. Secara keinginan saya ketika ditanya adalah menjadi seorang number one education franchisor di Indonesia, punya gedung 5 lantai sendiri di Sudirman, punya ini punya itu, tetapi ketika ditanya pertanyaan seputar diri saya,jawaban saya adalah "An english teacher". Lucu, mana ada seorang english teacher, dengan alokasi waktu mengajar yang jarang, akan punya gedung lima lantai dan jadi No 1 Franchisor? Hehe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah diurai, ternyata penyebabnya adalah ketidaksinkronan antara "dream" atau keinginan kita, dengan identitas yang kita buat sendiri dan yakini. Orang di luar sana (yang punya dana atau yang siap membeli produk) hanya akan membeli produk dari orang yang tepat, yang memang ahlinya. Kalau hanya seorang English teacher, tidak mungkin seorang rela menginvestasikan ratusan juta untuk diserahkan bisnis kursus yang besar. Demikian kira - kira kesimpulannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nah bagaimana dengan anda? apa identitas yang akan anda jual kepada klien? Sudah sinkron-kah dengan impian-impian anda? Sudah sesuaikan jabatan di kartu nama anda dengan cita - cita?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salam identitas,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel Hakim&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tukang Bubur Bayi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tukang Kursus juga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.bebiluck.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8626776625187971423?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8626776625187971423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8626776625187971423&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8626776625187971423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8626776625187971423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/12/rahasia-pentingya-identitas.html' title='Rahasia Pentingya Identitas'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5767507771100463399</id><published>2011-11-29T11:40:00.001+07:00</published><updated>2011-11-29T11:44:32.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Menjaga Dian Tetap Menyala</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Dalam senang hitunglah kesyukuranmu, dalam susah awasi kealpaanmu (Nasyid Hijaz)&lt;br /&gt;Ssukses – gagal, adalah keniscayaan yang tidak perlu dikhawatirkan datangnya. Bob Sadino konon mentertawakan jika ada pewawancara yang bertanya kepada beliau “apakah anda pernah gagal”? “pertanyaan yang lucu”, kata pria yang sering disebut akrab dengan Om Bob. Lucu karena gagal adalah bagian dari sebuah usaha, bukan lagi perencanaan sehingga kita harus menghindari yang begini dan begitu. Kalau gagal sendiri sudah merupakan bagian dari usaha, sukses pun demikian adanya. Tunggu saja saatnya anda sukses, yang penting jangan berhenti berjalan dan berjualan dan memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Yang membedakan adalah cara orang menyikapinya. Ada yang gagal lalu terpuruk seolah habis hidupnya, dan ada yang sukses lalu malah semakin sukses. Ada pula yang gagal tapi langsung belajar lalu bekerja lagi, dan ada pula yang sukses lalu puas seolah misi selesai, tidak ada yang perlu dikerjakan.&lt;br /&gt;Akibat dari sikap tadi sungguh berbeda. Coba kita lihat:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gagal lalu terpuruk berputus harapan seolah tiada guna bertahan hidup. Sikap yang begini jelas dimiliki seorang pecundang bermental kertas. Mudah layu diterpa angin,apalagi badai. Laksana asap, sekali tiup oleh angin lemah bergoyang, lalu hilang tak berbekas. Keterpurukan makin menjadi.&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sukses lalu semakin sukses. Sikap ini adalah sikap terbaik. Kebersyukuran justru dimaknai dengan mendayagunakan tenaga dan fikirannya ke alam tak berbatas. Terus melaju menuju pencapaian – pencapaian gemilang berikutnya. Seperti kata mendiang Steve Jobs : Stay foolish, stay hungry. Sikap ini biasanya dimulai dari sikap mau belajar dan masih merasa perlu melakukan banyak hal. Selalu ada tantangan dan panggilan untuk berbuat yang terbaik dan terus begitu. Istilah lainnya adalah selalu merasa “on mission”. Hidup menjadi sangat bermanfaat untuk dirinya dan orang di sekitarnya. &lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Gagal lalu belajar. Ini juga sikap terbaik. Kegagalan yang disikapi dengan arif malah sering menjadi pemicu sukses yang lebih hebat dan terasa lebih nikmat. Sikap ini biasanya dimulai dari sikap optimis, dan berfikir positif disertai tindakan yang mengarah ke perbaikan. Prinsipnya, ada seribu kesempatan kedua yang menunggu di depan. Jadi gagal hanyalah 1 dari 2 pembelajaran dimana pembelajaran 1 nya bernama sukses.&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sukses lalu merasa puas misi selesai. Sering kita terjebak,setelah melakukan pencapaian, justru tenaga mengendur berharap segalanya jadi lebih santai setelah “merasa bekerja keras”. Padahal ketika kita masuk ke zona nyaman, berarti tanda kita harus bersiap menantang diri sendiri untuk berbuat yang lebih dari sekedar menjadi bagus, jika menjadi lebih bagus atau paling bagus itu mungkin. Good is not enough, if better is possible. Sebaliknya, berhenti berbuat berarti bersiap untuk mati.&lt;br /&gt;Nah sekarang saya tahu, sukses dan gagal ternyata ilmu pasti. Bukan lagi kira – kira. Sukses dan gagal juga siklus, perputaran, dan 2 mata pisau yang bisa digunakan untuk memotong daging yang akan dimasak, atau melukai jari jika lengah. Sikap yang tepat dalam menghadapi keduanya akan memastikan arah yang tepat menuju impian, sekaligus Menjaga Dian (semangat) Tetap Menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;www.bebiluck.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5767507771100463399?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5767507771100463399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5767507771100463399&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5767507771100463399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5767507771100463399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/11/menjaga-dian-tetap-menyala.html' title='Menjaga Dian Tetap Menyala'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8427578433465561133</id><published>2011-11-15T07:34:00.001+07:00</published><updated>2011-11-15T07:59:48.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>One Thousand Second Chances</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lupa pertama kali melafalkan kalimat ini. Tapi berasa akrab. Karenanya meski lama sekali, tetap saya ingat. Saya lalu browse di internet dan mendapatkan nama sebuah band yaitu: 1000 second chances.Kalimat ini istimewa sekali. 1000 kesempatan kedua itu menurut saya selalu ada. Seorang yang berilmu pernah memberitahukan saya bahwa taubat itu sebuah nikmat. Bagaimana tidak, manusia yang tempatnya salah dan melakukannya berkali - kali, masih bisa memperbaiki kesalahannya berkali - kali pula. Bayangkan jika hidup ini tidak diberikan fasilitas taubat atau ampunan dari Alloh SWT. Wah.... Nah, taubat ini pun konteks yang lebih luasnya adalah kesempatan kedua. Hanya saja dalam hal pertaubatan, ada aturan baku dimana pertaubatan itu katanya mesti memenuhi 4 syarat: menyesali, berjanji tidak mengulangi, memperbanyak amal dan minta maaf kepada yang bersangkutan jika kesalahan dilakukan kepada manusia.&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karena itu selalu ada kesempatan kedua, banyak malah. Tak peduli seberapa parahnya kondisi kita, seberapa hancurnya cita - cita kita, selalu ada layar kedua untuk ditonton. Selalu ada lembar berikutnya untuk kita tulis. Orang - orang hebat melakukan percobaan mencapai kesuksesan berkali - kali banyaknya. Baru kemudian meraih sukses. Tokoh yang saya kagumi (Dahlan Iskan) juga punya second chance setelah transplantasi hati, dan menurut saya, pancaran power beliau malah lebih dahsyat setelah second chance.Pokoknya apapun dimanapun bagaimanapun kita, ada seribu kesempatan kedua untuk kita bercita - cita, bergerak dan sukses.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kuncinya adalah kesungguhan dan memenuhi ruang hati dengan optimisme dan kebersyukuran. Tidak mudah memang, tapi bukan juga hil yang mustahal, eh hal yang mustahil. Semua serba bisa, serba mungkin selagi kita berfikir dan berlaku hal itu mungkin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berani gagal itu hebat, tapi bangkit dari kegagalan, lebih hebat...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ayo bekerja.....ada seribu kesempatan kedua menunggu kita...!!!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salam,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.bebiluck.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8427578433465561133?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8427578433465561133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8427578433465561133&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8427578433465561133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8427578433465561133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/11/one-thousand-second-chances.html' title='One Thousand Second Chances'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6963828167433027907</id><published>2011-11-09T15:50:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T15:51:22.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>UNLOCK</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Secara gammatikal, kata un- di depan sebuah kata dalam bahasa inggris tidak hanya diartikan sebagai “penidak” atau menjadi lawan kata positifnya. Un- yang terletak di depan kata kerja (misalnya unorganized) diartikan sebagai “belum terorganisir, dan seharusnya bisa terorganisir”. Suatu kondisi yang memerlukan perubahan atasnya. Uninterested diartikan sebagai “lacking of interest”, dan memaksudkan pada sebuah kegiatan yang “harusnya bisa menarik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas saya kaitkan dengan sebuah kalimat yaitu “unlock the mind”. Sesuai dengan makna di atas, unlock tidak lagi diartikan sebagai “membuka fikiran” yang lebih condong pada kalimat “open the mind”. Unlock, menurut saya lebih cocok diartikan menjadi “membuka kunci yang mengerangkeng fikiran, yang sebelumnya terkunci dan harusnya terbuka”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kualitas potensi dan fikiran kita, bukan rahasia lagi adalah bagian dari keajaiban itu sendiri. Kadang, masalah manusia tidak datang dari apa yang dihadapinya di luar, tapi justru apa yang difikirkannya di dalam. Semakin rajin kita mengasah dan meng-unlock fikiran, semakin tak berbatas daya jangkaunya. Tengok saja tagline terlaris layanan internet: unlimited!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...siapkah kita meng-unlock fikiran agar hasilnya unlimited?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6963828167433027907?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6963828167433027907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6963828167433027907&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6963828167433027907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6963828167433027907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/11/unlock.html' title='UNLOCK'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2491625765749106187</id><published>2011-11-01T13:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T13:34:31.543+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Belajar Dari Pelanggan...</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Suatu pagi...Seorang ibu muda memacu kendaraannya dengan cepat. Dengan buru - buru, begitu sampai ditujuan, distandarkannya motornya. Tapi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf Bu, nasi timnya habis, buburnya juga" kata saya dengan nada tidak enak hati.  Maklum, beliau ini langganan tetap bubur kami sejak sebulan terakhir. Si Ibu berubah riak mukanya menjadi sedikit panik dan kecewa, melangkah maju dan melongokkan kepalanya mendekat ke panci, sekedar berharap bahwa masih ada sedikit sisa bubur atau nasi tim yang bisa dibawanya pulang. Saya mengerti betul perasaannya, oleh karenanya, sayapun membukakan 2 tutup panci...&lt;br /&gt;"yaaah..habis yah...." kata si Ibu dengan nada yang memelas. Mungkin sedikit menyalahkan diri sendiri kenapa datang terlambat, padahal saat datang, matahari masih belum begitu naik, baru jam 07.00 pagi! Si Ibu langsung naik motor, saya kira mau langsung pergi. Tapi ada sekitar 5 menitan dia diatas motornya yang menyala. Bingung, berfikir, saya harus kasih si kecil makan apa pagi ini?&lt;br /&gt;........................................&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cerita di atas bukan hanya satu dua kali terjadi. Sering malah. Ini, dalam bahasa angan - angan saya sering saya sebut dengan lebih dari sekedar bisnis. Urusannya sudah hati. Tidak lagi antara penjual dan pembeli, tapi sesama orang tua yang punya anak belia. Terus terang saat itu saya begitu ingin menawarkan beliau untuk membeli ke salah satu cabang kami yang terdekat (meski kemungkinan mendapatkan juga kecil karena sama - sama sudah habis). Bahkan tak jarang, istri saya buru - buru pulang dan membuatkan bubur lagi dan meminta si pembeli datang lagi setelah 1 atau 2 jam. Sekedar informasi, bubur bayi kami jual dengan harga Rp 2500 per porsi. Dan paling banter, pembelian terbanyak adalah 4 porsi. Rata - rata pembelian adalah 2 porsi atau senilai Rp 5000,-.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Niatan bisnis, tidak diragukan lagi memang salah satunya adalah mengumpulkan uang. Namun dalam perjalanannya, ternyata sering kita temukan kenyataan bahwa hubungan baik justru tidak didasarkan hanya pada "karena dia adalah klien saya".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya sendiri baru tersadar setelah ada beberapa kejadian di atas. Biasanya, esoknya langsung saya siapkan khusus untuk pembeli yang tidak kebagian di hari sebelumnya, bahkan jika tidak datang sekalipun. Saya kadang berfikir sederhana saja: kehadiran makanan matang yang sehat (organik) untuk bayi memang sangat menguntungkan para orang tua. Tetapi di sisi lain, justru menimbulkan ketergantungan yang tinggi. Dalam bahasa salah satu pembeli setia saya, Ibu ini mengatakan "BebiLuck mengajari para Ibu untuk malas masak". Nah loh.... saya hanya tersenyum mendengarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi yang jelas, karena dua sisi tersebut, saya justru sangat berhati - berhati dalam menyiapkan makanan. Ya menu, ya jadwal. Dalam hal menu, ada menu - menu favourite yang menjadi kesukaan para penggemar kuliner BebiLuck ini. Dan dalam hal jadwal, kita usahakan juga tetap buka dalam keadaan apapun. Apakah hujan, hari libur, libur panjang, Romadhon, bahkan suatu saat pernah hari lebaran (idul fitri) kami tetap buka....hehehe. Kalau lebaran haji sih, sudah pasti "dilarang libur dagang".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang terjadi, seperti kejadian di atas justru kemudian menyadarkan saya. Saat ini, banyak sekali terjadi, orang tua memiliki pengetahuan yang sangat terbatas terhadap apa makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi anaknya, terutama balita atau batita (bawah tiga tahun). Dan seperti kebetulan, salah satu alasan saya dan istri menjual Bubur Bayi Sehat adalah karena kesaksian kami menyaksikan tetangga kami yang stressful lantaran anak semata wayangnya yang susah makan, ditambah pengalaman kami bagaimana susahnya mencari alternatif makanan sehat dan segar untuk anak kembar kami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang kami alami seolah terus mengajarkan kami bahwa ada masa, dimana kita tidak lagi menganggap bisnis sebagai sebuah transaksi jual beli, lu beli gua jual. Ada masa dimana bisnis harus, dan mau tak mau, kami lihat sebagai tersebarnya kemanfaatan yang luas yang bisa dirasakan oleh sebanyak mungkin orang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bersyukurnya, tepat setelah BebiLuck Bubur Bayi Sehat dibukakan BO (Business Opportunity) pada bulan Januari 2011, saat ini terkembang menjadi kurang lebih 45 cabang. Sebagian besar ada di wilayah jabodetabek, dan paling jauh ada di Pamekasan (Madura). Hal ini sekaligus juga seolah meninggalkan pesan, bahwa masih banyak yang harus dikerjakan, jika ingin terus bermanfaat dan membantu para ibu menemukan asupan makanan terbaik untuk putra-putrinya...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salam sukses,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel / Nadya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;PIN BB: 2775036B &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.bebiluck.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2491625765749106187?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2491625765749106187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2491625765749106187&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2491625765749106187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2491625765749106187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/11/belajar-dari-pelanggan.html' title='Belajar Dari Pelanggan...'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8704711518275089999</id><published>2011-10-25T16:21:00.002+07:00</published><updated>2011-10-25T16:21:24.078+07:00</updated><title type='text'>Ruko 3 x 7 Meter Beromzet 70 juta/bulan</title><content type='html'>Luar biasa...ini yang pertama saya sampaikan kepada kawan saya. Memulai usaha refil tinta setahun setelah saya mendirikan usaha Pendidikan, tapi omzetnya sudah melesat melampui (setidaknya) omset usaha saya yang dijalankan lebih dahulu, dengan pola pemasaran online (SEO), dengan makanan sehari – hari buku Motivasi.Kawan saya tersebut,sebut saja namanya Mas karena laki - laki, memulai usaha medio 2008. Saat itu, sebelumnya bekerja sebagai marketing di sebuah provider kartu telephone selular.Pada awalnya, ide mendirikan usaha refill tinta tersebut dikarenakan aktifitas kakaknya yang bekerja di sebuah pabrik produsen tinta.Ada hubungannya memang. Namun saya pastikan, keberhasilannya meraih omzet puluhan juta tersebut terkait langsung dengan apa yang sering para motivator sampaikan: Power of Action.Bulan - bulan pertama, seperti kebanyakan usaha, mengalami penyesuaian yang luar biasa. Hampir bisa dikatakan, di semua lini,baik itu Modal awal, pemasaran, lokasi, sampai produksi, semua bermasalah. Ini masih plus, kawan saya tersebut bermasalah dengan pengalamannyakarena selama ini dia bekerja, bukan swa usaha. Meskipun marketing freelance, tetap saja, mengandalkan pendapatan komisi dan gaji dari orang lain.Waktu pun bergulir, dan dia terus dengan aktifitas rutinnya. Sebagai pemain baru di refill tinta (seperti diketahui sudah ada dua merk refill franchise yang populer),coba dikemas produknya sebisanya. Mulai dari plastik hingga menggunakan kemasan yang lebih bagus. Untuk lokasi, mengingat untuk menyewa tempat di tempat yang strategis (apalagi di Jakarta atau Kota Besar)tidaklah mudah, menggunakan ruangan kosong di sambing beranda rumahnya. Jangan keliru, rumahnya tidak terletak di pinggir jalan raya, two ways, dengan beberapa trayek kendaraan yang mungkin lewat.Untuk mencapai rumahnya, kita harus melewati jalan berkelok - kelok,jalan kecil yang tidak bisa dilalui mobil. Jaraknya kira - kira 300 sampai 500 meter. Jangan berfikir orang yang membutuhkan refill, ketika mendapatkan brosur misalnya,akan dengan senang hati mencari lokasi.Untuk pemasaran, digunakannya pemasaran konvensional yang dulu sempat dijalaninya di pekerjaan dahulu. Door to door, dari satu ruko ke ruko lainnya, dijelajahinya, sendirian pula. Kelebihan Internet yang tidak dikuasainya,menyebabkan pemasaran online tidak menjadi bagian dari strateginya.Saya sendiri tidak melihat ada hal yang menggembirakan dari perkembangan usahanya. Selain memasarkan, dicobanya menawarkan permodalan kepada beberapa kenalan.Nah,keadaan ini kira  - kira berjalan hampir setahun.Entah apa yang difikirkannya, tetapi waktu itu, akhirnya diputuskan untuk memanfaatkan program kredit usaha di sebuah Bank Pemerintah dengan Jaminan. Yang saya tahu, kira - kira sejumlah 35 juta.Setelah mendapatkan modal usaha (setelah menjalankan usahanya selama setahun "tanpa" modal tentunya), rencana pun disusun.Sewa tempat yang menjadi faktor penting retail, didapatkannya di sebuah tempat di Jakarta Barat, dengan sewa 15 juta per tahun. Untuk pemsaran, kualitas brosur pun tingkatkan, plus menggunakan kemasan yang menarik. Lalu, untuk meningkatkan efektifitas pemasaran,diangakat satu orang asisten yang digaji rendah (dengan perjanjian tertentu), dan dilatih menjadi teknisi.Kawan saya? dia tetap pada kebiasannya. Door to door, action dan action, menawarkan, mengingatkan, menjual produknya orang per orang, perusahaan per perusahaan."Kalau nunggu di kantor sih, belum apa - apa, belum dapat hasil, tahu - tahu sudah sore saja" katanya. Ia melanjutkan.."Ketika sholat di masjid di manapun, saya selalu membawa brosur. Pas selesai, sambil ngobrol saya juga berikan brosur saya kepada mereka, kenal maupun tidak.Pas sholat jumat selesai , saya juga keluar menyebarkan brosur di wilayah - wilayah perkantoran. Hasilnya lumayan"   Wah,,,enough, pikir saya. Sungguh dia bukanlah orang yang selama ini saya pandang rajin sekali meng-quote sebuah kalimat magic dan motivatif. Faktanya, akun FB pun dia tidak punya.Bukan pula dia pengguna internet aktif yang begitu sering menghadiri seminar. Ya, atas undangan saya, dia hadir di Milad 4 TDA kemarin, itu juga fasilitas GRATISNamun, dengan action demi action yang dijalaninya, sekecil apapun ternyata membunuh perasaan takut, dan perasaan gagal. Betul dia bercerita, banyak juga perusahaan besar yang pada awalnya kecewa karena produk tintanya yang berkualitas rendah,toh itu tidak mengurangi semangatnya terus. Betul mungkin ya, Action Curse Fear... Kini, telah dua outlet  dimilikinya. Satu di Jakarta barat,tak jauh dari perempatan yang ramai lalu lalang, satunya lagi di pusat perkantoran dekat sudirman: Senayan Trade Center. Ketika saya tanya berapa omset bulan lalu untuk outlet di Jakarta Barat, dijawabnya dengan singkat: "70 jutaan ...."   Tangerang  31 Mei 2010&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8704711518275089999?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8704711518275089999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8704711518275089999&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8704711518275089999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8704711518275089999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/10/ruko-3-x-7-meter-beromzet-70-jutabulan.html' title='Ruko 3 x 7 Meter Beromzet 70 juta/bulan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4278758079521615949</id><published>2011-10-19T10:17:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T10:19:12.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Saya dan Mentor</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah 'Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkenalan dengan mentor tidak resmi saya ini, sekitar 56 tahun lalu. Perkenalan yang unik dan tidak seimbang. Saya hanyalah seorang guru kecil yang masih "ijo royo-royo", polos tanpa ilmu,sedang beliau adalah salah satu Branch Manager tersukses, nomor 1 di kelasnya :). Unik karena beliaulah yang awalnya memancing-mancing saya dengan pertanyaan: sehari setelah anda diangkat jadi manager di cabang anda, apa yang anda lakukan? dengan polos pula saya jawab: saya pangkas pengeluaran yang tidak perlu :(. Jawaban yang membuat saya terkenang. Di kemudian hari saya tahu dari beliau, kalau attitude saya yang berwajah "pemberontak", begitu katanya, memancing beliau untuk bertanya - tanya dan "membina" saya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang menarik dari beliau untuk saya adalah komitmennya yang luar biasa. Benar mungkin, size doesn't matter. Beliau ini kecil perawakannya, tapi saya berikan komplimen karena keluarbiasaan mengolah masalah menjadi peluang, tampil apa adanya tapi tetap berbeda, tanpa gelar tapi menjabat direktur,dan sederet kekaguman yang lainnya. Satu kalimat yang selalu saya ingat adalah : alokasikan waktu, tenaga dan uang untuk hal - hal yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun kemudian saya resign. &lt;br /&gt;Setelah lepas dari kerangkeng pekerjaan dan hidup merdeka sebagai pengusaha, atau setidaknya self-employee (meminjam istilah Action Coach), saya mulai menyerap dan belajar mengenal dunia luar.Dari banyak sumber yang saya serap, petuah bisnis dari ActionCoach tampaknya yang paling mengena di hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Satu hal yang sampai sekarang membuat saya tercenung adalah, kesamaan antara yang saya pelajari dari action coach dan petuah beliau ini. Bedanya adalah penyampaiannya dengan bahasa yang berbeda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bilang bekerja (beraktifitas) itu mengasyikkan, Action Coach bilang "business is fun"&lt;br /&gt;Beliau bilang alokasikan waktu dengan benar, action coach bilang "time management"&lt;br /&gt;Beliau bilang, tugas kita hanya berusaha sebaik mungkin, jaga integritas, hasilnya kita serahkan ke Tuhan, Action Coach bilang "Be+Do=Have". Dan masih banyak "sentilan-sentilan" kecil yang jika saya renungi sebetulnya itu - itu saja (datanglah tepat waktu, bayarlah janji anda, hargai karyawan, ikhlaslah bekerja, jangan kasbon:) ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah bagaimana terjadi kecocokan - kecocokan tersebut, sementara beliau sendiri tidak mengenal ActionCoach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya mungkin kita harus mulai sadar, kalau guru hebat tidak harus terkenal.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat belajar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rgd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;www.kursus-bahasa.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4278758079521615949?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4278758079521615949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4278758079521615949&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4278758079521615949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4278758079521615949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/10/saya-dan-mentor.html' title='Saya dan Mentor'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7429896829766485966</id><published>2011-10-10T05:37:00.001+07:00</published><updated>2011-10-10T05:42:50.666+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Cerita Sayembara Berhadiah Pipo dan Emro</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kisah ini sudah sangat populer di dunia network dan bisnia. Saking menariknya menurut saya, saya mau tulis ulang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2 orang pemuda, Pipo dan Emro, terlahir di sebuah kerajaan yang sedang dilanda kekeringan parah. Pipo bertubuh kecil tapi suka berfikir, tenaganya terbatas tapi punya keseriusan. Emro bertubuh lelaki sejati, kekar, tegap, kuat bertenaga kuda, sama-sama punya keseriusan dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kekeringan tersebut Raja mengadakan sayembara untuk mengangkut air dari sumbernya di atas gunung. Siapa yang terbanyak bisa membawa air ke kerajaan, akan mendapatkan hadiah yang sangat besar, termasuk dinikahkan dengan putri raja yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang Emro mendaftar. Ia merasa kuat dan sanggup, dan sangat yakin akan menjadi pemenang. Tak ketinggalan Pipo pun mendaftar. Kebanyakan orang telah yakin jika Emro lah pemenangnya. Berbeda dengan tanggapan terhadap Emro, pendaftaran Pipo justru ditertawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah pada hari yang dinanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bangga dan penuh kesombongan, Emro berlari sekuat tenaga mengangkut ember demi ember dari sumber mata air tanpa kenal lelah. Orang - orang pun&amp;nbsp; berdecak kagum. &lt;br /&gt;Sementara itu Pipo tidak peduli, sambil terus bekerja dengan kesungguhan, ia berfikir cara tercepat dan lebih efektif mendapatkan banyak air. &lt;br /&gt;Aha! di tengah pekerjaannya, Pipo mendapatkan sebuah ide untuk mengalirkan air melalui pipa, sehingga diapun segera bergegas dan berlari lalu menyusun beberapa belah bambu sebagai alat mengalirkan air.&lt;br /&gt;Haripun berlanjut, Emro mulai kehabisan tenaga, sementara Pipo sebaliknya. Ia tidak hanya makin banyak mengalirkan air, tapi ia juga menghemat waktu berjam - jam tanpa kehilangan pendapatannya. Di kemudian hari, pipo bukan saja menang dan berhasil memenangkan hadiah - hadiah tapi bisa mendirikan perusahaan air berkelas dunia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;----------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem dalam pekerjaan membuat mudah dan menghemat banyak waktu...... Begitupun dalam berbisnis. Pastikan bisnis yang kita punyai memiliki sistem yang sudah tertata, akan menghemat waktu dan memastikan perencanaan profit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;www.BebiLuck.com&lt;br /&gt;30 outlet dalam 9 bulan!!&lt;br /&gt;Info kemitraan: 0856 857 60 61 (Nadya)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7429896829766485966?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7429896829766485966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7429896829766485966&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7429896829766485966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7429896829766485966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/10/cerita-sayembara-berhadiah-pipo-dan.html' title='Cerita Sayembara Berhadiah Pipo dan Emro'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8426891003692125474</id><published>2011-10-03T12:37:00.000+07:00</published><updated>2011-10-03T12:40:43.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Inggris'/><title type='text'>Workshop Meningkatkan Nilai TOEFL Secara Singkat (Untuk Umum)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;TOEFL, adalah standardisasi baku kemampuan bahasa inggris yang diakui di dunia. Selain TOEFL sebetulnya masih ada metode standardisasi lain. Tetapi TOEFL lah yang bisa digunakan di hampir seluruh sisi belahan bumi, negara manapun.Nah, banyak orang masih berfikir jika meraih nilai TOEFL dengan skor tertentu sesuai standar masih sulit. Sekurang – kurangnya ada beberapa kenyataan yang umum terjadi dengan TOEFL ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bermasalah di listening&lt;br /&gt;2. Grammar itu susah sekali&lt;br /&gt;3. Reading yang membuat pusing&lt;br /&gt;4. Speaking yang membuat pening&lt;br /&gt;5. TOEFL preparation (persiapan menjelang TOEFL) yang malah membuat kurus kering :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda mengalami salah satu dari hal di atas?Ini kabar baiknya untuk andaWORKSHOP TIPS DAN TRIK LOLOS TES TOEFL&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah workshop 3 jam yang diselingi permainan – permainan segar, direncanakan dihadiri hanya oleh maksimal 60 peserta, dipandu oleh trainer berpengalaman yang akan membahas Tips dan Trik Lolos Tes TOEFL. Dalam workshop ini, akan dibahas shortcut – shortcut yang akan menghemat waktu anda dalam persiapan tes TOEFL. Workshop ini sangat bagus untuk anda pelajar SMU yang ingin meneruskan kuliah di luar negeri dan membutuhan sertifikat TOEFL, karyawan karyawati, mahasiswa atau siapapun yang ingin terbebas dari ketakutan “skor buruk” dari tes TOEFL.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingat, investasi waktu hanya 3 jam di workshop ini akan membuat anda benar – benar “cerdik” ketika menghadapi lembaran – lembaran soal TOEFL.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catat waktu dan tempatnya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabtu 15 Oktober 2011Jam : 09.00 – 12.00&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tempat : SPEAK2SUCCESS, Lantai 3 Grha Toedjoeh Empat Jl. Woltermonginsidi 15 Kebayoran Baru Jakarta SelatanTelp: 021-342 9999 2 / SMS: 0813 9925 9985 / 0813 9842 1803&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Trainer: Mr. Sopian Sauri,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*HRD and Training Manager Lembaga Pendidikan Indonesia-Amerika&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Dosen Bahasa Inggris di STKIP PancasaktiInvestasi :Rp 200.000,- Early bird: Rp 150.000 sd 10 Oktober 2011&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;*Pembayaran ditransfer ke rek BCA an Lutfiel Hakim 70 10 14 03 52. Konfirmasi pembayaran anda ke alamat email: layanankursus@gmail.com, atau cukup SMS ke no: 0813 9842 1803&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hubungi kami saat ini juga, kesempatan langka ini hanya datang 2 bulan sekali dan peserta dibatasi hanya 60 orang per workshop..Mau sukses TOEFL cara pintar? hadiri workshop kami ini… TIPS dan TRIK LULUS TES TOEFL….&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Info website: http://kursus-bahasa.com/?p=31&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel Hakim&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.kursus-bahasa.com&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8426891003692125474?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8426891003692125474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8426891003692125474&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8426891003692125474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8426891003692125474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/10/workshop-meningkatkan-nilai-toefl.html' title='Workshop Meningkatkan Nilai TOEFL Secara Singkat (Untuk Umum)'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2535683309060693163</id><published>2011-10-03T11:57:00.002+07:00</published><updated>2011-10-03T12:39:36.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa Inggris'/><title type='text'>Perlu Anda Tahu Tentang TOEFL</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Pengertian&lt;br /&gt;TOEFL merupakan singkatan dari Test Of English as a Foreign Language. TOEFL adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading.Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.&lt;br /&gt;Tujuan Test TOEFLTOEFL memiliki dua tujuan umum yaitu: Academic dan General. Dalam bentuk yang sama, sertifikasi rekomendasi TOEFL bisa gunakan untuk kedua hal tadi.Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500General pada umumnya digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.&lt;span class="fullpost"&gt;Sepanjang yang saya temui, kisaran nilai TOEFL rata – rata orang indonesia dengan jenjang pendidikan minimal S1 sangat fluktuatif. Bahkan ada beberapa yang tidak mengetahui apa dan untuk apa itu TOEFL (mereka membaca dengan : ”tufl”). Tidak demikian dengan para pengambil jurusan bahasa inggris semasa kuliah. Minimal mereka tahu, apa itu TOEFL.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meski demikian, nilai TOEFL seorang mahasiswa atau lulusan jurusan bahasa inggris sekalipun tidak menjamin tinggi. Pada beberapa kali case recruiment, saya mendapati beberapa applicant mendapatkan nilai TOEFL 300, padahal di lamarannya, yang bersangkutan adalah alumni sebuah ABA (Akademi Bahasa Asing).Sedangkan secara umum, fluktuasi nilai TOEFL rata – ratanya berkisar antara 300 sampai 600.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Contohnya:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;John     : Would you take me to the hospital?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Us        : Better go now….&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari makna pembicaraan, ucapan tersebut memiliki pengertian. Tetapi kita juga tahu, kualitas seseorang diketahui dari caranya berbicara, terlebih penggunaan diksinya (pilihan kata).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;www.kursus-bahasa.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2535683309060693163?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2535683309060693163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2535683309060693163&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2535683309060693163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2535683309060693163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/10/perlu-anda-tahu-tentang-toefl.html' title='Perlu Anda Tahu Tentang TOEFL'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6539569600679561110</id><published>2011-09-26T13:18:00.001+07:00</published><updated>2011-09-26T13:18:20.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Bikin Home Schooling Sendiri yuk?</title><content type='html'>Setiap harinya, anda pasti melakukan banyak pekerjaan tanpa pernah menyadari bahwa banyak pekerjaan kita yang sangat membantu anak mengenal dunia sekitarnya. Anak belajar dari melihat dan mendengar. Sesekali intiplah anak apa yang anak anda lakukan, ketika sedang menemani papanya membaca koran, mencuci mobil atau merapikan ruang tamu.  Namun tanpa penjelasan yang cukup, anak tidak menemukan apa alasan papanya melakukan hal – hal tersebut.Ketika di sekolah, anak – anak umumnya pra sekolah, lebih banyak diajari bagaimana cara menulis dan berhitung (calistung) ketimbang melakukan sesuatu (skill). Memang sekarang sudah mulai banyak sekolah anak usia dini yang melakukan pengembangan pendidikannya dengan berfokus pada pengembangan karakter dasar anak dan skill-nya. Namun sekolah dengan ciri seperti itu, jika tidak masih sulit ditemukan, biayanyanya pun tidak sedikit.Keadaan ini, seharusnya memaksa kita berfikir lebih taktis terhadap pendidikan anak. Sebetulnya banyak sekali aktifitas – aktifitas yang tidak kalah bermanfaat dan berkualitasnya untuk anak, dibanding dengan kegiatannya di sekolah. Kuncinya, kita bisa merumuskan dan secara sengaja mengajari anak melakukan kegiatan – kegiatan yang kelihatannya “biasa” dilakukan sehari – hari, mengasyikkan, tapi pada saat yang sama, sebetulnya kita sedang melakukan re-edukasi terhadap nilai – nilai karakter, skill dan yang lainnya terhadap anak. Singkatnya, kita membuat semacam “mini home school” untuk anak yang dikerjakan setelah jam sekolahnya. Mengasyikkan bukan?Home school adalah sekolah berbasis rumah yang bertujuan menanamkan nilai – nilai dasar seperti pekerti, sopan santun, dan mengaplikasikan life-skill yang lebih nyata kepada anak. Sangat mudah membuat home school untuk anak kita, selagi kita mau dan memiliki keluangan waktu. Kecuali selama 24 jam waktu anda selalu terpakai untuk pekerjaan, home school masih mungkin dilakukan di mana saja. Di kamar tidur bisa, di meja makan bisa, di pasar, di mall, di manapun. Berikut ini beberapa tips untuk membuat mini home school untuk anak anda, terutama bagi anda yang masih cukup memiliki waktu untuk mereka:&lt;span class="fullpost"&gt;1.	Buatlah rumusan yang memuat syllabus tahunan untuk si kecil. Contoh syllabus bisa anda dapatkan dari referensi buku atau majalah anak. Saat ini, bukanlah hal yang sulit menemukan kata kunci apapun, dengan mesin pencari di internet. Jika anda merasa bukan seorang konseptor yang baik, tidak perlu khawatir. Cukup buatlah “daftar” materi yang ingin anda sampaikan kepada anak dalam setahun, misalnya dijadwalkan seminggu dua kali.2.	Miliki buku – buku  paket yang bisa digunakan dalam durasi lama. Di beberapa penerbit, buku anak adalah buku yang sangat laris. Selalu ada yang baru. Mereka bahkan menjual beberapa buku bahan ajar dan main anak untuk satu semester penuh. 3.	Mulailah dari kegiatan – kegiatan yang sudah biasa dilakukan. Tidak perlu membuat daftar baru sebagai target belajar jika memang anda tidak bisa. Saat berkendara, belanja, makan di restoran adalah kegiatan – kegiatan biasa yang mengasyikkan yang bisa menjadi wahana belajar. Beberapa contoh tentang aplikasi home school di kegiatan yang sudah biasa ini bisa dibaca di akhir artikel in4.	ATM (Awasi, Tiru, Modifikasi) kegiatan belajar di sekolah yang sudah melakukan pengembangan skill dan karakter. Ini bisa dilakukan dengan mendengarkan testimoni para orang tua yang anaknya belajar di sekolah tersebut. Camkan, tulis lalu, modifikasi untuk kegiatan si kecil dengan keluarga anda.5.	Usahakan tidak ada materi ganda antara sekolah dan di rumah. Si kecil akan mudah bosan jika diberikan materi atau permainan yang itu itu juga.6.	Lakukan kegiatan outdoor secara sengaja dengan si kecil. Untuk melatih kepekaan sosial misalnya, jadwalkan kunjungan rutin ke Panti Asuhan, sebulan atau dua bulan sekali. Untuk melatih toleransi bermasyarakat, sekali – kali ajaklah si kecil naik angkutan umum di mana ia harus mengerti “berbagi” tempat duduk. Selain melatih kepekaan, sering bergaul dengan orang lain membuat si kecil tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan menghormati7.	Lakukan permainan – permainan. Permainan fisik bisa berupa lari kecil atau sekedar petak umpet yang bisa sangat  bermanfaat untuknya mengenal ruang dan juga melatih otak kanan. Sesekali, dalam belajar, bisa juga melakukan game kartu / flash card.Mudah bukan? Selain mudah, kegiatan – kegiatan di atas juga merupakan kegiatan sehari – hari yang biasa dilakukan. Terakhir, inilah beberapa kegiatan “mengasyikkan” anda sendiri yang bisa juga menjadi pilihan kegiatan belajar si kecil:Saat berkendaraBuat anak tertarik untuk melihat dan bicara tentang apa yang dilihat sepanjang jalan. Untuk anak yang lebih kecil, bicarakan secara rutin, tahapan ketika akan mengendarai mobil. Mulai dari menekan remote, memakai sabuk keselamatan, sampai menjalankannya. Ketika berjalan, bisa juga diberi penjelasan rambu – rambu di sepanjang jalan dilewati dan terlihat. Beri juga penjelasan kenapa kemacetan terjadi, dan bagaimana harusnya jika dalam keadaan macet.Saat berbelanjaSebelum berbelanja, buatlah lebih dahulu daftar belanjaan. Izinkan anak membantu anda dalam hal ini. Jika telah mampu menulis, minta dia menuliskan. Namun jika tidak, buatlah lebih menarik dengan menempelkan potongan – potongan gambar belanjaan. Sesampai di supermarket sembari berbelanja, “mintalah bantuan”nya mengecek apa saja yang sudah dibeli dan apa yang belum melalui gambar – gambar tersebtu.Untuk anak yang berumur lebih tua, biarkan dia mencari sendiri makanan kudapan untuk makan siangnya. Namun sebelum itu, buatlah peraturan dan beri alasan jika anda terpaksa mencoret daftar makanan yang ingin dibelinya, karena hal tertentu. Misalnya  aturan “kita tidak membeli kudapan yang mencantumkan gula ke dalam empat bahan utamanya”Saat pergi ke BankBelajar keuangan bisa dimulai sejak kecil. Mulailah mengenalkan tentang tabungan, dan apa manfaatnya jika kita rajin menabung, dan apa keuntungan menabung di Bank.Untuk anak yang lebih besar, jelaskan proses menuliskan di buku cek, atau mengecek saldo, atau cara mencetak buku.Selamat mencoba!!PS: Artikel ini pernah dimuat di Majalah Komunitas MATA edisi Juni 2011RgdLutfielwww.kursus-bahasa.com&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6539569600679561110?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6539569600679561110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6539569600679561110&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6539569600679561110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6539569600679561110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/09/bikin-home-schooling-sendiri-yuk.html' title='Bikin Home Schooling Sendiri yuk?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-373204146496093217</id><published>2011-09-24T08:53:00.000+07:00</published><updated>2011-09-26T13:19:08.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Action Mendekatkan Kita Kepada Hasil</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi ini saya di BBM oleh Kang Mas Udet. Member kita yang cute ini menanyakan sebuah terjemahan yang amat populer untuk memastikan kesempurnaan makna secara gramatikal dari kalimat ini: No Action Nothing Happen, Take Action Miracle Happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat beberapa pekan lalu, saat diberi kesempatan Business Evaluation di ActionCoach Gandaria City. Salah satu yang disampaikan Coach waktu itu adalah hukum tabur tuai. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Apa yang kita tanam, itulah yang kelak kita panen. Alloh (melalui alam dan manusia) senantiasa memberikan kepastian dan bukannya ketidakpastian. Manusialah yang enggan berusaha mencari kepastiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya rasakan di bisnis memang juga demikian. Apa yang kita peroleh sekarang ini adalah hasil panen dari apa yang kita kerjakan di waktu belakagn hari. Tidak kurang tidak lebih. &lt;span class="fullpost"&gt;Jika kondisi saat ini "kurang enak" (bukan kurang nyaman), bisa jadi diakibatkan beberapa bulan lalu kita kurang persiapan menyongsong kondisi sekarang. Dan jika keadaan kita saat ini "enak",itulah hasil yang pantas kita ambil lantaran ikhtiar kita di waktu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala kita pada umumnya memang komitmen, dan itu saya juga akui. Kadang mungkin sudah menjadi sifat kita yang "harus dilatih kaya". Seringkali sebuah big winning menyebabkan kita sedikit lalai, lalu mengendurkan semangat action. Kadang juga sebaliknya, baru satu dua kali gagal, sudah mundur teratur. Komitmen yang paling sangat menghambat adalah terlalu banyak berencana. Actionnya sangat sedikit atau bahkan NOL. Rencana dibuat begitu bagus, tapi action amburadul.&lt;br /&gt;Apakah rekening kita bisa terisi jika tak ada orang lain mentransfernya? apakah akan ada orang lain mentransfer tanpa ada transaksi? apakah akan ada transaksi jika tidak ada kegiatan (Action)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lo.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Action, sekecil apapun, jika dilakukan penuh komitmen, akan menghasilkan...minimal kata Syahrini "Sesuatu yah". Sesuatu itu minimal mendekatkan kita kepada tujuan dan goal -goal bisnis kita. Bukankah 1000 mil jauhnya itu dimulai dari tapak kaki pertama ketika keluar rumah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-373204146496093217?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/373204146496093217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=373204146496093217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/373204146496093217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/373204146496093217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/09/action-mendekatkan-kita-kepada-hasil.html' title='Action Mendekatkan Kita Kepada Hasil'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6991086202570739762</id><published>2011-09-23T17:18:00.001+07:00</published><updated>2011-09-24T08:58:06.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>(Lirik lagu) Penuh Inspirasi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasti sudah pada tahu lagu ini kan.... sangat inspiratif seperti kalimat Marthin Luther Jr : I have a dreaam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa mimpimu? ini mimpiku:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Punya gedung 5 lantai namanya: Graha SPEAK2SUCCESS.....&lt;br /&gt;lantai 1 jadi community center&lt;br /&gt;lantai 2 jadi reading center&lt;br /&gt;lantai 3 disewakan&lt;br /&gt;lantai 4 disewakan&lt;br /&gt;lantai 5 full untuk kantor sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya 100 cabang kursus&lt;br /&gt;Punya 10ribu siswa...&lt;br /&gt;Punya omzet 12 digit setiap bulan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanalloh indahnya jika semua menjadi manfaat untuk orang lain.......&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; I Have A Dream&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;I have a dream, a song to sing&lt;br /&gt;To help me cope with anything&lt;br /&gt;If you see the wonder of a fairy tale&lt;br /&gt;You can take the future even if you fail&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;Something good in everything I see&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;When I know the time is right for me&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream, a fantasy&lt;br /&gt;To help me through reality&lt;br /&gt;And my destination makes it worth the while&lt;br /&gt;Pushing through the darkness still another mile&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;Something good in everything I see&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;When I know the time is right for me&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have a dream, a song to sing&lt;br /&gt;To help me cope with anything&lt;br /&gt;If you see the wonder of a fairy tale&lt;br /&gt;You can take the future even if you fail&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;Something good in everything I see&lt;br /&gt;I believe in angels&lt;br /&gt;When I know the time is right for me&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&lt;br /&gt;I'll cross the stream - I have a dream&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6991086202570739762?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6991086202570739762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6991086202570739762&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6991086202570739762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6991086202570739762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/09/lirik-lagu-penuh-inspirasi.html' title='(Lirik lagu) Penuh Inspirasi'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8687265141462659357</id><published>2011-09-19T08:09:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T08:18:18.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Nenek Saya Seorang Penjual Bubur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya memulai "belajar" memulai usaha pada tahun 2007. Saat itu, saya memutuskan keluar kerja dari sebuah lembaga pendidikan. Passion saya yang sangat kuat dalam dunia pendidikan Bahasa Asing menggiring seolah saya sedang tidak memiliki pilihan lain kecuali membuka usaha pendidikan. Membuka usaha pendidikan, bagaimanapun, nyatanya tidak semudah yang saya bayangkan. Meski saya juga akhirnya sadar, tidak sesulit yang ditakutkan. Seorang kawan menawari rekanannya yang menyiapkan sejumput dana, dan dimulailah usaha pendidikan tersebut secara offline. Apa lacur, hanya perlu waktu kurang dari setahun, usaha kami harus gulung tikar, bangkrut. Sekitar 80 juta tanggungan yang harus kami terima waktu itu, suka atau tidak suka. Parahnya, sayalah orang terakhir yang bertahan di lembaga tersebut, karena 3 rekan lainnya, sudah lebih dulu "keluar" pada waktu itu, hebatnya saya baru saja memulai berkeluarga. Artinya sayapun menjalani "bulan madu" saya dengan kenyataan sedang gulur tikar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haripun berlalu dan saya dan istri menjalani kehidupan yang tidak mudah. Saya terus saja "ngotot" bertahan di usaha pendidikan dengan sedikit merubah konsep yaitu melakukan promosi online. Hasilnya memang cukup membantu, tetapi tetap saja belum mampu memenuhi kuota dana bulanan keluarga muda kami.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah badai tersebut, istri mendapatkan suatu  ide. Diapun menyampaikan kepada saya. Mulanya saya tanggapi dengan dingin saja. Selain saat itu anak kami masih berusia bulanan, saya tidak cukup tega membiarkan istri saya menjalankannya. Sebagai seorang Sarjana sastra jepang, rasanya aneh kalau dia melakukannya. Ya, istri saya menyampaikan keinginannya berjualan Bubur Bayi. Alasannya ada seorang tetangga yang anak sematawayangnya yang berusia bulanan, sulit makan. Selain itu, anak kami pun memerlukan makanan sehat, begitu ujarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh, Tidak pernah saya sangka, usaha yang dimulai istri saya tersebut kini justru menjadi "mainan" yang insya Alloh tidak main-main.... .         Beberapa hari kemudian, saya memutuskan mengiyakan ide tersebut dengan lebih dahulu melakukan survery produk sejenis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menggali informasi secukupnya, 3 hari kemudian kami berdagang. Mulanya, 1 meja dan panci kecil menjadi dagangan hari pertama kami. Tidak ada banner, tidak ada leaflet, tidak ada apa-apa. hanya senyum kami berdua, dan tatapan penasaran (yang lebih kami artikan "aneh)  orang-orang yang lewat di depan kami. Maklum, hanya secarik kertas putih bertulis "Bubur Bayi Sehat" yang menjadi Brand Identity kami..hehe. &lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah hampir sebulan, usaha kami mulai menampakkan hasil. Meski belum banyak, sudah puluhan ibu-ibu bayi yang menjadi pelanggan bubur kami.... Istri mulai tampak sangat yakin, bahwa suatu hari, dengan tambahan dan inovasi tertentu, usaha ini akan menjadi besar...  She has a dream.....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...................................................................................................................................................................&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah kampung kecil di Tegal 25 tahun lalu ( tahun 1987) ........................&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang nenek tua, 60 tahunan, duduk setia di pinggir jalan, tepat di samping sebuah Madrasah Ibtida'iyah. Sebuah panci kecil yang penyok-penyok di sisinya berdiameter 16 cm, dengan (maaf) pantat panci yang gosong karena terlalu sering terkena bara mungkin, dan sebuah selendang merah hati kusam menemaninya. Setiap pagi, dijajakannya panci berisi bubur nasi itu sejak pukul 06.00 pagi. Sekolah sendiri baru dibuka jam 6.30. Beliau lah Mbah (Nenek) Aminah, nenek saya dari bapak. Di kampung, beliau dikenal dengan berjualan bubur. Pembelinya kebanyakan mereka yang sedang sakit, atau ibu dari para bayi. Telah bertahun - tahun Mbah Minah setia berjualan, dari jam 06.00 sebelum sekolah buka, sampai kira - kira jam 8.30 sampai terjual. Satu porsi, kadang Mbah Minah menjual dengan harga 100 atau 200 perak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya tidak tahu detail, berapa porsi bisa nenek jual waktu itu. Sebagai cucu yang baru berusia 8 tahunan, yang saya ingat, saya sering datang pagi hari, lalu nenek saya membungkuskan saya bubur dengan daun pisang,lalu di samping nenek, saya memakannya dengan lahap, atau kadang saya bawa pulang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nenek saya berjualan hingga usia saya menginjak 12, saat saya masuk SMP.... entah apa alasannya. Saya tidak melihat lagi beliau berjualan hingga beliau menutup mata pada tahun 1995...&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tangerang 19 september 2011&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pagi ini istri saya mengabarkan lagi, seorang calon mitra yang terus - menerus menelpon dan sms agar diijinkan membuka cabang kami, di Jl. Sumatera, sebuah nama jalan di daerah Bekasi Timur. Padahal,kurang - lebih 1 km dari tempatnya, telah lebih dahulu ada cabang kami yang lain. Subhanalloh, permintaan mitra untuk pembukaan bubur bayi "BebiLuck" memang tengah naik, dan terus naik. Jika tidak dari internet, umumnya info kemitraan kami didapat setelah yang bersangkutan melihat langsung, bagaimana produk dijual, dan bagaimana mengasyikkannya menghadapi pembeli. Telah hampi 25 cabang dimiliki istri saya sekarang, dan direncanakan, 50 cabang bisa dibuka tahun ini....&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya membayangkan jika saat ini Nenek saya masih hidup, beliau tidak perlu lagi menunggui buburnya sendirian, beliau tidak perlu lagi repot - repot memasak dari pagi buta, beliau hanya tinggal duduk, melihat dan tersenyum, saya dan istri, cucunya telah meneruskan usahanya.......&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tangerang 19 September 2011&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lutfiel Hakim&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8687265141462659357?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8687265141462659357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8687265141462659357&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8687265141462659357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8687265141462659357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/09/nenek-saya-seorang-penjual-bubur.html' title='Nenek Saya Seorang Penjual Bubur'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total><georss:featurename>Tangerang, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.1783056 106.6318889</georss:point><georss:box>-6.3045971 106.47396040000001 -6.0520141 106.7898174</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2277015498034659628</id><published>2011-09-12T12:11:00.000+07:00</published><updated>2011-09-19T08:10:21.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Serba Serbi Karyawan</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya sedang berhadapan dengan masalah SDM,atau pasnya karyawan. Konon, perusahaan-perusahaan besar amat sangat sadar kalau kelancaran roda usaha mereka tergantung di tangan para tenaga kerja handal yang mereka punyai. Walhasil, konon pula,antar perusahaan besar itu saling intai SDM pesaing untuk di bajak.Sebetulnya bukan hal yang benar-benar baru bagi saya, menghadapi persoalan karyawan (SDM). Ada pelajaran yang amat berharga yang pernah saya rasakan selama kurang lebih 3 tahun selama menjadi Manager di sebuah kantor dulu. Dipuja-puja karyawan pernah, diras-ras (diomongin di belakang) sering :(, ditinggal kabur pernah, disumpah setia pernah, dikhianati juga pernah. Komplit rasanya. Karena itu, jika setelah punya usaha sendiri saya memiliki problem dengan karyawan,harus saya anggap sebuah kewajaran. There's nothing more but just an ordinary thing. Meski begitu, patut kita waspada. Meskipun hal biasa bermasalah dengan karyawan, atau sebaliknya, karyawan bermasalah dengan kita, patut diwaspadai jika ini terjadi berulang-ulang dengan tipe masalah yang sama. Contohnya adalah jika kita berganti karyawan sebulan 3x dengan alasan sama apakah: karyawan mengeluh gajinya kurang, kita mengeluh kerja si karyawan kurang beres, dst. Jika itu terjadi, yang harus kita lakukan adalah introspeksi, mungkin ada yang salah dari cara kita memoles dan mengurus karyawan. Nah, tips-tips ala "street smart" di bawah ini hanya ditujukan untuk prefensi dan sedikit cara mengatasi jika terjadi permasalahan seputar karyawan kita:&lt;span class="fullpost"&gt;1. Profesional itu kadangkala nisbi. Yang paling baik adalah tidak merekrut orang dekat yaitu teman, tetangga,atau saudara dekat,jika anda adalah seorang perfeksionis yang ingin betul-betul profesional karyawannya. Ada ungkapan lama mengatakan: lebih baik teman bisnis menjadi sahabat daripada sahabat menjadi teman bisnis. Merekrut orang-orang dekat dengan alasan membantu, memang baik. Namun resiko dan potensi konflik dalam melaksanakan pekerjaan terkadang lebih besar impactnya ketika terjadi kesalahpahaman. Jika sangat terpaksa dan tidak ada pilihan lain, apa boleh buat. Namun, kita harus bersiap dengan segala toleransi, mengingat dia adalah orang dekat.2. Pastikan memiliki perjanjian kerja, jika perlu tertulis. Manusia memiliki satu sifat bawaan yang cukup akut yaitu: salah dan lupa. Ketika terjadi kesalahan pada tingkat tertentu yang mengakibatkan ketidakberesan, saat itu kita tidak lagi bisa bermain-main dengan logika dan perasaan saja. Harus ada aturan dan kepastian siapa melakukan apa, mendapat apa jika melanggar atau berhasil melaksanakan. Buatlah sebuah perjanjian kerja yang komperehensif yang akan menjaga hak dan kewajiban masing-masing pihak.3. Tentukan target dan job desk karyawan. Tidak semua karyawan paham benar apa dan bagaimana cara mengerjakan tugasnya. Untuk memudahkan anda mengevaluasi si karyawan, baiknya milikilah sebuah alat untuk secara kuantitatif menilai hasil pekerjaan terhadap tugas yang anda bebankan kepada karyawan.4. Tegaslah tapi jangan emosional. Jika terpaksa terjadi permasalah dan anda harus menyelesaikan, selesaikanlah secara baik-baik. Memang ada kalanya hubungan memburuk karena kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun inilah ujian kepemimpinan kita. Akhiri segala sesuatunya dengan indah. Jangan karena putus hubungan kerja, putus pula hubungan pertemanan. Selepas mereka mundur, tetap anggaplah mereka bagian dari hidup kita. Suatu saat,bahkan mungkin saja mereka lebih sukses. Who knows?Semoga bermanfaatRgd,Lutfiel&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2277015498034659628?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2277015498034659628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2277015498034659628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2277015498034659628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2277015498034659628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/09/serba-serbi-karyawan.html' title='Serba Serbi Karyawan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6304719453466165155</id><published>2011-06-03T14:36:00.000+07:00</published><updated>2011-06-03T14:38:26.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Bukti Bukan Janji (Seeing Is Believing)</title><content type='html'>Oh ya? Ya. Really? Yes. Betul kali itu, kata orang medan. Kalau sudah lihat, pembeli biasanya punya cara sendiri mengamati, lalu jika cocok dan memang dia rasa menguntungkan, tanpa ba bi bu, langsung dihajar. Yang uangnya pas - pasan, paling jelek ya menunda pembelian, atau tunggu harga turun. Yang uangnya berlebih, enggak pakai lama, action saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini terjadi dengan salah satu "calon" mitra usaha saya, BebiLuck bubur bayi sehat, di Gresik. Saya sendiri tidak menyangkan efeknya begitu meyakinkan si pembeli yang kini menjadi mitra tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi awalnya saya sudah memiliki mitra di Kota Gresik, katakanlah Gresik 1 namanya. 2 bulan berjalan, bubur kita disana ternyata jadi barang yang amat dicari dan diminati. Tak sampai sesiangan, selalu ludes. Jam 8 kelar, itupun sudah dua kali masak. Hal ini pun mengundang tanda tanya yang melihat. Katanya orang pada tanya "ini bubur gimana sih bikinnya, kok anak pada suka, sebelum jam 8 sudah abis". Mereka yang punya otak bisnis pun lalu mencari nomor kontak. Tercatat, telah 3 orang dalam 3 pekan yang memberikan "testimoni" tidak langsung bahwa bubur bayi Bebi-Luck di sana laris banget... begitu katanya. Selanjutnya mereka tanya - tanya bagaimana cara menjadi mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang jadi adalah penelpon ketiga yang paling serius. Dengan memberikan diskon begini dan begitu, memberikan penawaran begini dan begitu, dalam tempo 2 jam setelah "hanya" tiga kali telpon, beliaupun dengan semangat 45 mentransfer sejumlah dana untuk memulai usaha Bubur Bayi Bebi-Luck. Jadilah outlet ini menjadi Outlet Gresik 2, yang insya ALloh menjadi outlet ke 9 kami dalam 5 bulan sejak kami buka kemitraan BO. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya fikir - fikir apa yang membuat beliau dengan semangat 45 memberikan transfer sejumlah dana yang tidak sedikit,padahal "hanya" mendapatkan penjelasan melalui telpon, itupun 3 kali telpon saja.... Mungkin benar ya, Seeing is Believing..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warm regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadya / Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.bebiluck.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0856 857 60 61&lt;br /&gt;BO Bubur Bayi Sehat&lt;br /&gt;Hanya perlu 2 jam untuk jualan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6304719453466165155?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6304719453466165155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6304719453466165155&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6304719453466165155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6304719453466165155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/06/bukti-bukan-janji-seeing-is-believing.html' title='Bukti Bukan Janji (Seeing Is Believing)'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5115512718669045404</id><published>2011-03-16T09:30:00.000+07:00</published><updated>2011-03-16T09:31:24.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Inikah Rahasia Para Orang Kaya Itu?</title><content type='html'>Menjalankan usaha, sering diibaratkan menjalankan roda. Roda bulat, karena tidak ada roga persegi empat kan? Hehe. Kadang mengantuk batu, lalu berjalan mulus, eh kena bocor, ditambal, jalan lagi, sudah botak diganti. Jika sedang jalanan halus apalagi menurun tidak perlu tenaga, jika jalanan ke atas menanjak perlu tambahan power ekstra. Kalau difikir-fikir sih, alur kehidupan manusia tidak beranjak dari dinamika itu ya. Jalan, lari, turun, naik dst. Kalau difikir-fikir lagi,semuanya ternyata sudah pasti datangnya. Seperti pesan bijak pandai saja, yang paling pasti datang adalah kematian. Tapi sebelum kematian, ada juga yang pasti datangnya, yaitu ujian, lalu anugerah. Sebagaimana rejeki itu dijamin pasti datangnya, ujian juga demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika semua telah pasti adanya, kenapa sebagian manusia tercipta menjadi orang yang tidak kaya (miskin), setengah kaya, lalu kaya beneran, kaya sungguhan, dan kaya raya beneran. Kok bisa ya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai buku yang tentu telah teman-teman lahap, mengajarkan bahwa kekuatan yang paling sering ditinggalkan oleh orang-orang super tajir dunia, ternyata bukanlah mobil mewah, tumpukan uang atau propertinya. Yang mereka tinggalkan ternyata apa yang dinamakan: Wisdom Legacy. Yah, Warisan Kebijaksanaan. Umumnya warisan benda dalam bahasa inggris diartikan: Heritage. Tapi lantaran sifatnya intrinsik, dinamakan Legacy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legacy ini mengacu kepada benda intrinsik yang tak terlihat tapi bisa dirasa. Dia adalah: kejujuran,integritas, kerja keras, sederhan, keuletan dan para saudara - saudara sejenis lainnya. Kaum ta'jiruun (orang -orang tajir) ini secara konsisten mengembangkan sifat - sifat diatas. Hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jujur, mereka dipercaya, apapun yang dijual&lt;br /&gt;Dengan integritas mereka juga dipercaya, apapun usahanya&lt;br /&gt;Dengan kerja keras, orang (apalagi Tuhan) juga yakin, doi sungguh2&lt;br /&gt;Dengan kesederhanaan, orang (apalagi Tuhan) juga yakin, enggak salah pilih&lt;br /&gt;Dengan keuletan, yang melihat juga ikut mendoakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begituuuu terus lanjutannya. Setiap perbuatan pekerjaan yang mereka lakukan, direspon dengan baik dan diberikan feedback sekurang-kurangnya doa oleh orang yang melihatnya (baca:alam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menjalankan kehidupa dan usaha, mereka mempertahankan sifat -sifat itu habis-habisan, lebih dari mempertahankan harta fisiknya. Bahkan mereka berfikir, sifat itulah harta mereka yang paling berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mereka mempertahankan, orang-orang yang belum kaya atau tidak bakat kaya justru menyia-nyiakan sifat yang menajadi modal kaya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produknya sedikit, bilangnya banyak. Urusan belakangan.&lt;br /&gt;Produknya gagal, langsung kabur dari tanggungjawab. Takut bangkrut.&lt;br /&gt;Jam tidur dan ngelindur lebih banyak dari jam kerjanya. Capek deh.&lt;br /&gt;baru profit sedikit, gaya hidup langsung borjuis.&lt;br /&gt;Baru diberi sedikit kegagalan, mental langsung memble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ada kepantasan dan harga yang didapatkan, sesuai usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian juga, mereka para orang kaya pun bergerak secara pasti menuju kesuksesan tak berbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup: Sebagai muslim, indahnya jika kita bisa melakukan hal tersebut bukan? Terus terang saya sendiri juga masih sangat-sangat berat mengaplikasikan. Inginnya Sukses dunia, sukses akhirat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5115512718669045404?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5115512718669045404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5115512718669045404&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5115512718669045404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5115512718669045404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/03/inikah-rahasia-para-orang-kaya-itu.html' title='Inikah Rahasia Para Orang Kaya Itu?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4111760314960459856</id><published>2011-03-06T07:55:00.000+07:00</published><updated>2011-03-06T08:01:39.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Orangnya 1 Rejekinya Banyak</title><content type='html'>Suatu saat saya pernah diramal, oleh seorang kawannya kawan yang kebetulan orang China (Tionghoa). Demi melihat garis dan legokan tangan saya dia bilang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas ini rejekinya ada aja, tapi enggak pandai menyimpan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe. Saat itu kita ngobrol - ngobrol santai saja, kebetulan ketemu jadi tidak ada keseriusan dalam ramal - ramalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi omong - omong, saya jadi berfikir. Rejeki itu berarti ada jalurnya. Jadi sebagaimana air hujan (air hujan itu rizki) ketika turun dan ditampung tentu bisa memenuhi kolam, bahkan lautan: tak berbatas. Rizkinya tak berbatas, maka syarat tempatnya juga: tak berbatas.&lt;br /&gt;Air hujan yang turun terus menerus dan hanya ditampung di sebuah bak atau kolam kecil, hanya akan luber menghasilkan kemubadziran. Air hujan yang turun kemudian ditampung ke sebuah danau, mungkin menjadi danau, ditampung di laut mungkin menjadi laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini baru bicara mengisi dari air hujan saja, belum sumber air yang lain. Bagaimana kalau sumber airnya ada lebih dari satu? dua, tiga, empat atau lima? Pasti enak ya, karena setidaknya bisa berlaku beberapa ketentuan jika sumber penghasilan kita tidak hanya dari satu pintu. Kemungkinannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bak atau kolam atau dompet kita akan lebih cepat penuh :), dan segera kita siapkan tempat tampung yang lebih besar lagi :) :)&lt;br /&gt;2. Jika satu sumber macet, masih bisa berharap dari sumber air yang lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayangkan saja enak, apalagi sungguhan? bayangkan tempat tampung kita terisi dari waktu ke waktu oleh rizki yang tiada habis alirannya. dari beberapa sumber pula. Satu aliran berkurang atau bahkan berhenti, hanya akan menguatkan aliran yang lain (seperti jejeran kran saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya banyak usaha apa tidak mengganggu fokus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, fokus adalah senjata paling ampuh bagi mereka yang ingin meraih sukses di bisnis. Tapi mesti diluruskan, fokus bukan berarti menutup kemungkinan pemasukan dari sumber lain. Salah satu cara yang bisa digunakan agar sumber lain tersebut tidak mengurangi atau mengganggu fokus kita adalah dengan melakukan delegasi. Cara menjalankan usaha kan macam - macam. Polanya juga banyak rupa. Bisa saja kita tetap fokus menjalankan usaha yang menjadi pokok dan penghidupan masa depan kita, tapi begitu memiliki ide atau modal, segera kita investasikan melalui tenaga orang lain. Bisa franchise, bisa sharing, bisa BO, tanam saham dan seterusnya. Kalau benar arahnya yaitu, 1 usaha menjadi fokus utama, dan usaha - usaha lainnya menjadi penopang dengan orang lain sebagai operatornya (kita tinggal memantau dan menerima hasilnya), insya Alloh 2,3 atau 4 pintu rizki akan terbuka lebar - lebar, dan kita tinggal menyiapkan tempat yang luas untuk menampungya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4111760314960459856?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4111760314960459856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4111760314960459856&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4111760314960459856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4111760314960459856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/03/orangnya-1-rejekinya-banyak.html' title='Orangnya 1 Rejekinya Banyak'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8853477615335391834</id><published>2011-03-02T08:35:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T08:50:03.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Bedug = Kulit Hewan+Drum</title><content type='html'>Pada suatu saat, saya bertemu dengan seorang motivator. Beliau ini terus terang intens saya dekati dalam beberapa bulan belakangan ini. Beliau memiliki sebuah kampus khusus membina anak bangsa untuk menjadi mandiri. &lt;br /&gt;Hari itu saya bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya bisa mengundang seorang Jusuf Kalla meresmikan kampusnya. Diceritakannya sepintas, salah seorang kenalannya dekat Jusuf Kalla, dan karena itulah Pak JK mau dan bersedia datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya itu, kulit sapi sama drum kosong kan kalau digabung jadi bedug, dijual deh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simple. Saya mengernyit mencoba mendalami kalimat tersebut. Rasanya seringkali ada hal sepele di sekitar yang terabaikan, hanya karena kita tidak pernah menemukan cara yang ampuh dan tepat bagaimana menggabungkannya menjadi barang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita dari seorang bernama Pak Baedowy, sang juragan sampah dari Bekasi. Berbekal niat dan sedikit keahlian, dikumpulkannya seorang demi seorang pemulung sampah, pengepul, lalu perpaduan sampah kotor dan otak bersihnya menjadi bijian sampah yang menjadikannya eksportir biji sampah besar dan sukses ke China&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain, ada pula otak yang dipadukan dengan kayu-kayu bekas yang dikumpulkan oleh pengumpul Madura, dan jadilah workshop furniture mereka menjadi ladang uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa - rasanya, sudah saatnya mengkolaborasikan pelbagai hal di sekitar kita yang sekiranya mungkin, sekecil apapun, membentuk hal baru. Ingat ada Thesis, Anti-Thesis dan jadilah Sinthethys. Ada sebuah hal, dicarikan lawan atau pasangannya, lalu terlahirlah hal baru yang merupakan perpaduan keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita seorang karyawan bidang keuangan, berkawan dengan marketing, maka jadilah kita seorang Akuntan yang efektif dengan kemampuan menjual..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita seorang pengusaha kecil, berkawan dengan pengusaha besar, maka sekurangnya jadilah kita seorang pengusaha yang "calon" pengusaha besar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul Bang, Bedug mahal itu terdiri dari dua unsur pembentuk yang sederhana: Kulit sapi yang sering dianggap tidak lebih berharga dari dagingnya, dan drum yang seringkali dianggap tidak lebih penting dari isinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8853477615335391834?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8853477615335391834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8853477615335391834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8853477615335391834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8853477615335391834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/03/bedug-kulit-hewandrum.html' title='Bedug = Kulit Hewan+Drum'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7648414573211470897</id><published>2011-03-02T08:27:00.001+07:00</published><updated>2011-03-02T08:27:49.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Sinar Garut Warisan Leluhur</title><content type='html'>Apa kabar sobat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi iseng-iseng nyari minuman favourite keluarga: Es Teler dan Campur.&lt;br /&gt;Sebagaimana tidak bisa melepas Warteg dari Tegal dan ngapak, Bubur ayam dari&lt;br /&gt;cirebon, atau Nasi Kapau dari Padang, bicara Es Teler atau Campur, jelas tidak&lt;br /&gt;bisa lepas dari kota indah bernama: Garut. Dari sinilah kemudian merk legenda&lt;br /&gt;itu muncul: Sinar Garut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Entah siapa dan bagaiman nama itu tercipta. Entah kapan juga nama itu mulai&lt;br /&gt;populer. Nama Sinar Garut muncul di banyak sekali tempat. Di wilayah saya, ada 2&lt;br /&gt;sampai 3 dalam satu nama jalan: Jl. Raden Saleh. Nah lho, radius masing - masing&lt;br /&gt;hanya 2 km maksimal. Tapi kok ya laris semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar Garut seolah mewakili sebuah merk dan rasa, sebagaimana rasa ayam renyah&lt;br /&gt;terwakili KFC atau rasa burger joss terwakili Mc.D. Berlebihan? sepertinya&lt;br /&gt;enggak. Beberapa kali saya berganti tempat Sinar Garut ini, tapi kok ya rasanya&lt;br /&gt;sama, minimal identik. Padahal setahu saya, masing - masing tenda sinar garut&lt;br /&gt;bukan hanya beda pemiliknya. Masing -masing juga membuat nama sendiri sebagai&lt;br /&gt;tambahan Sinar Garut, misalnya: Sinar Garut Rizky, atau Sinar Garut Lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dong ya rahasianya mereka pada bertahan? apakah karena tulusnya si pembuat&lt;br /&gt;nama yang merelakan ide nama "Sinar Garut" sehingga berkah? atau apa yang dalam&lt;br /&gt;teori modern dikatakan "the power of branding"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7648414573211470897?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7648414573211470897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7648414573211470897&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7648414573211470897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7648414573211470897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2011/03/sinar-garut-warisan-leluhur.html' title='Sinar Garut Warisan Leluhur'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2365332463603879667</id><published>2011-01-01T08:03:00.001+07:00</published><updated>2011-01-01T08:07:35.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>I am coming home</title><content type='html'>I am coming home today, the home where I belong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Um...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Um...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 baru saja lewat tadi malam. Tak ada perayaan khusus, tak ada resolusi khusus. Desember saya tutup dengan pembukaan Toko Herbal di dekat rumah, bekerja sama dengan seorang rekan. Meski kembang kempis buka tokonya, optimis tokonya akan ramai. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Toko Herbal? bidang saya adalah Bahasa, Language Speacialist. Well, gini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang jasa yang saya geluti ini, seringkali menjanjikan keuntungan berlipat - lipat pada waktu tertentu, dan tiba - tiba menjadi sepi sama sekali di lain waktu. AKhirnya saya berfikir, mesti ada pemasukan harian. Dan Herbal inilah pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tren 2011 sepertinya naik (pesat). Feeling saya begitu. Enggak muluk - muluk, per Juli atau sebelum Ramadhan, saya afirmasi: SUDAH PINDAH KE RUMAH IMPIAN BERSAMA KELUARGA TERCINTA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2365332463603879667?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2365332463603879667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2365332463603879667&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2365332463603879667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2365332463603879667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/12/i-am-coming-home.html' title='I am coming home'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2102070757071390570</id><published>2010-12-02T17:49:00.000+07:00</published><updated>2010-12-02T18:01:00.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Express</title><content type='html'>Hadirnya micro-blogging, digadang - gadang sebagai pemangkas ide. Ide yangseabrek jumlahnya, yang biasanya para netter tuangkan dalam sederet artikel panjang di blog kebanggaan, cukup dituangkan dalam sebaris kalimat di twitter maupun di facebook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, saya tidak sedang menjadi pengamat Socmed ala Nukman Lutfie, tapi sebagai sesama netter, kayaknya ini perlu diwaspadai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat di China. Pada sebuah artikel di China daily (chinadaily.net) yang berjudul Memory Tricks Dazzle Student, mengetengahkan laporan tentang sebuah metode yang belakangan populer, namanya super memory. Super memory ini mengajarkan anak usia 7-15 tahun menghafal ratusan kata dalam bahasa inggris dalam beberapa jam saja. 80 kata dalam 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa kata seorang Eks Jubir Menteri Pendidikan di sono:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"there is no short cut in education.Studying is a process of accumulation and one cannot expect to memorize and understand everything in a very short period of time," &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sepenuhnya setuju sih dengan kedua pihak yang saling berkeyakinan ini. Bahwa memory trik itu scientific, jelas. Ada penelitiannya, lagipula proven. Bahwa ada cara - cara tertentu membuat belajar lebih menyenangkan, itu juga iya, juga proven, terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selalu ada konsekwensinya. Sekarang, dengan metode tertentu, anak - anak kita saja bisa tahu penjumlahan dan perkalian hanya dengan komat - kamit. Apa akibatnya?&lt;br /&gt;yang paling sederhana menurut saya adalah, berkurangnya kreatifitas. Kreatifitas hanya akan berkembang dengan percobaan demi percobaan. Dan mereka yang tidak mencoba, hampir pasti berkurang kreatifitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya FB dan twitter mungkin sangat membantu menyalurkan ekspresi kita. Tapi lagi - lagi ada yang terpangkas di sana, yaitu eksplorasi pemikiran - pemikiran kita yang mungkin terjadi hanya ketika kita menulis panjang dan lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah begitu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya tinggal bagaimana kita menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Des 2010&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2102070757071390570?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2102070757071390570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2102070757071390570&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2102070757071390570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2102070757071390570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/12/express.html' title='Express'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7605456388826748157</id><published>2010-11-29T06:51:00.000+07:00</published><updated>2010-11-29T07:38:09.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>The Reason I Wouldn't Recommend "Mekarsari"</title><content type='html'>Amazing Tourism Park...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stikernya warna - warni, biasanya tertempel di kaca belakang mobil pribadi. Apakah mengenali? tentu. Tak salah lagi dia adalah Taman Buah Mekarsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang kampung tulen, lahir dan besar di kampung, rasanya sedari kecil yang saya damba - damba bisa saya lihat dan nikmati adalah suasana yang bisa memberikan nuansa baru. Ya gedung tinggilah, ya teknologi canggihlah dan sebagainya. Ini alasan kenapa dahlu saya kurang tertarik berkunjung ke tempat - tempat wisata yang menjual nuansa pedesaan, pohon - pohonan, plus rumput - rumputan. Semuanya sudah pernah saya rasakan secara alami dalam kehidupan saya di Tegal dulu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun lantaran beristrikan seorang yang terlahir di kota (apalagi Jakarta), mau tak mau saya harus menyesuaikan. Kemarin akhirnya saya berkunjung ke tempat wisata yang saya sebutkan di atas: Taman Buah Mekarsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan lancar mulai masuk tol Pondok Indah dari Bintaro Sektor IX. Keluar tol cibubur sesuai petunjuk lantaran saya belum pernah ke tempat tersebut, saya pacu mobil lurus ke arah Jonggol (Cileungsi). Satu hal yang mungkin membuat saya bersemangat barangkali Jonggol ini karena banyak disebut belakangan sebagai calon Ibukota negara menggantikan Jakarta yang sudah melapuk. Arus mulai tersendat begitu memasuki Cileungsi, karena jalanan yang tidak rata. Jelasnya rusak berlubang.Akhirnya sampailah kami di lokasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mobil diparkir, penumpang turun, kami langsung berjalan menurun sekitar 500 meter menunju INFORMATION CENTER. Ngos - ngosan? pasti. Meski istri sudah mengingatkan bahwa Taman Buah ini luas sekali, masih belum terbayang seberapa luas. Setelah mengambil Map wisata, kami pun memutuskan mengambil jalur kereta mobil dahulu, mengitari taman (istilahnya around the garden). Perjalanan dengan kereta mobil gandeng ini melewati kebun demi kebun yang, menurut saya sangat biasa. Mungkin saja karena saya yang terbiasa. Tapi entahlah. Setelah hampir 15 menit berputar, kami pun diberitahu Guide merangkap Sopir kereta bahwa kami telah sampai di transit tempat wisata. Sekilas kami lihat ada danau. Di pinggir danau, beberapa keluarga tampak menggelar tikar untuk piknik. Di ujung lain sekelompok orang sedang melakukan Outdoor Game Tradisional. Untuk meringankan beban bawaan, kami memutuskan membuka makanan setelah sebelumnya menyewa 2 buah tikar seharga 5000 per tikarnya. Jam kira - kira menunjukkan 11.00 siang. Terik mulai terasa. Di tengah - tengah taman, kami masih merasa gerah. Saya berinisatif mengajak anak ke children playgroun yang berjarak 200an meter dari tempat kami menggelar tikar. Terbayang bukan? sampai di sana, saya bertanya dimana saya bisa membeli tiket. Jawabannya? mengejutkan. Loket tiket berjarak sekitar 200 meter dari tempat bermain. Hah? are you crazy? untuk sampai di tempat child playground saja sudah berjalan naik, dan kini harus turun lagi untuk membeli tiket. No!! saya memutuskan untuk membatalkan. Perasaan saya mulai kurang sreg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sholat di masjid yang kecil (dengan taman yang luas harusnya masjidnya bisa lebih luas), anak minta naik Water Bike, sepeda air. Sayangnya loket tutup sementara, karena banyaknya pengunjung yang antri untuk naik waterbike. Yang ini saya heran. Ada sekian banyak tempat yang bisa diekslpore, apalagi yang dijual adalah Taman Buah, kenapa macet di WaterBike? saya pun kembali membatalkan. Kami memutuskan kembali ke terminal awal. Di map kami lihat ada berkuda, yang menjadi favourite si kembar. Dengan kereta kami pun kembali ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana, kami pun naik Bom Car sebentar, lalu menaiki kuda listrik. Sempat ada salah paham ketika kami tanya operator, dimana kami bisa naik kuda beneran. Hehe. Ditanya, si operator menjawab tidak ada, padahal jelas di Map tersedia. Setelah ngalor - ngidul (sesuatu yang mesti tidak terjadi bagi pengunjung tempat wisata), kami pun harus menuruni lagi sekian ratus meter untuk mencapai kuda beneran tersebut. Tiketnya lima ribu untuk sekali naik. Bukan harganya, tapi lagi - lagi, saya harus membeli tiket di loket di tempat yang jaraknya puluhan meter dan menurun. Brrr..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, finally, kami memutuskan cabut sekitar jam 1.45. Ada lagi yang terlupa, dalam kondisi terik yang makin terik, kamipun harus berjalan lagi ke tempat di mana mobil di parkir. Dengan dalih salah seorang penumpang yang sedang hamil besar, saya pun meminta izin untuk membawa mobil masuk ke area wisata. Izin pun diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..dengan pengalaman ini, saya merekomendasikan agar, memanfaatkan kegiatan yang cocok seperti outdoor game ketika memutuskan untuk pergi ke Taman Buah Mekarsari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7605456388826748157?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7605456388826748157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7605456388826748157&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7605456388826748157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7605456388826748157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/reason-i-wouldnt-recommend-mekarsari.html' title='The Reason I Wouldn&apos;t Recommend &quot;Mekarsari&quot;'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4404861724176825938</id><published>2010-11-21T16:45:00.000+07:00</published><updated>2010-11-21T17:10:57.774+07:00</updated><title type='text'>Cerpen</title><content type='html'>Baru saja kelar setelah melakukan Marathon-Reading, atau tepatnya sprint ala Suryo Agung Wibowo, dari sabtu kemarin 20 November membaca onggokan kertas di bawah kolong kamar atas yang kuncinya senantiasa dirapikan Ibu Mertua. Bukunya berdebu, tapi bah...buku merah itu bertuliskan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerudung Merah Kirmizy&lt;br /&gt;Remy Sylado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mengingat nama ini, ingatan langsung seperti kupu - kupu pemalu terbang ke alam SMU satu dasawarsa lalu. Masa ini bukan saja menyiratkan campur aduknya masa lalu saya, tapi sungguh jadi mbikin saya eling. "Kamu sudah menua". Begitu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski menjadi pangeling, daya serap sastra alami ini sepertinya bernostalgia, bernostalgila tepatnya. Sebab selama 2x24 jam secara maraton diselingin sprinting membaca novel yang sebagian kertasnya telah tergaris pulau itu,saya melalaikan atau tepatnya pura - pura lalai kewajiban saya terhadap anak dan istri manakala saya di rumah. Mau tidur baca, ke kamar mandi atau toilet baca, duduk habis kondangan baca, pagi buta baca, bahkan jam 2.45 kala terbangung lengkingan si sulung yang bak kutilang sore bersenandung seenak - enaknya, tanpa peduli Abi dan Umminya lagi bermimppi, juga saya bawa itu novel. Waduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nostalgila saya pada 97, 98, 99 kala saya selaku penyair amatir di Sekolah, menggilai karya sastra, meski cuma selembar surat Margareth (adiknya Elizabeth yang kini ratu Inggris) untuk kekasihnya, yang amat saya kagumi suratnya, yang oleh sebab haru biru membaca surat Margareth yang menyatakan talak tiga (putus cinta), kekasihnya rela mati. Bunuh diri maksudnya. Pada tahun pertama di sekolah menengah, lantaran sedang tresno sama temen sekelas, mading menjadi penuh dengan lembar demi lembar puisi kampungan saya. Aduh. Bukan apa, puisi itu betul - betul puisi monyet. Beneran. Saya balas - balasan dengan si dia, melalui mading itu. Syukur walhamdulillah wa inna lillah, tahun kedua di sekolah yang sama, saya malah dinobat dan didaulat menjadi pengurus OSIS dengan jabatan Divisi Mading. Walah. Unpredicted. Sayangnya selagi menjadi pengurus, saya justru mandek menulis buat mading. Ini sebab saya tak lagi menaruh hati kepada si dia yang dulu saya kagumi. Maka benarlah kata orang, Cinta menggerakkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah nah ngelantur kan? ini yang saya maksud nostal-GILA. &lt;br /&gt;Maka Insya Alloh fa Insya Alloh. Sebutan Insya Alloh ini demi Alloh Tuhan semesta alam, sesungguhnya tak ringan. Lantaran secara lughawi, insya Alloh berarti jika Alloh berkehendak, jika tidak ya tidak. Sebutan ini menggambarkan kepasrahan yang berserah, dalam ketidakdayaan manusia. Ya, Insya Alloh berpekan - pekan mendatang, selain membua tulisan tentang Nasihat Pernikahan yang sejatinya untuk menasihati diri sendiri, saya ingin membuat runtutan khusus cerpen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngapunten kalau bahasanya mencoba nyastra. Bukan sok sastra, tapi Novel barusan memang membekas, Remy Sylado itu salah satu nama yang amat saya kenal ketika di SMU. Tentu melalui pelajaran Bahasa dan Sastra yang saya ingat, gurunya namanya Pak Achmad Machrus, berjenggot, kepala 3 tapi belum menikah waktu itu. Idealis, sastrawi, dingin mirip panda manis di salju yang putih. Pak, salam takzim semoga diberikan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah sesuai tuntunan Nabi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, insya Alloh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4404861724176825938?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4404861724176825938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4404861724176825938&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4404861724176825938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4404861724176825938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/cerpen.html' title='Cerpen'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2571821923416769997</id><published>2010-11-19T17:46:00.000+07:00</published><updated>2010-11-19T17:50:16.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>A Letter to Saudis</title><content type='html'>Dear Saudis in Saudi Arabia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu 'alaikum &lt;br /&gt;In the name of Alloh, the merciful and the compassionate..Peace Be Upon Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moslem brothers, mainly in Saudi Arabia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you can read this, it means that you have still a pure heart, you have still a clear mind and brain.&lt;br /&gt;What I want to say is that this is the way we (Indonesian) see your country&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your country was called Najd, where the holy prophet (please notice that he is our prophet, not only Saudis) was born.&lt;br /&gt;We understodd very clearly, very absolutely, that by the born of the prophet, your land then become the chosen land. You have two holy mosques "Al haramain" that may make you are all as moslem easier to perform worshipping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now even, day by day, our moslem students study the arabic history, as a part of studying Islam. We study arabic language, also a part of studying Islam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What I dont event know is, how your one or two men (most are I know, true Saudis) behave to our workers spreaded in cities in Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open your heart, eye and ears now..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Along the year our government has been sending the Woman Workers who are mostly housemaid to help your family grows, your children grows. &lt;br /&gt;The maid cooks for you everyday, teach your smaller brother, doing manicure, pedicure to your woman and serve even more than what most servant did.&lt;br /&gt;You know that all Saudis even pay them under the minimum wage?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One thing I want you to know is that the Indonesian maid are mostly Moslemah. You know what moslemah? do you know how to threat a moslemah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You knew how helpful is a maid in your home? Can you a bit imagine (because what I knew is Saudis are lazy to think), what a dirt will be in your house when no maids available?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then what have you been giving to the maid, to us, Indonesian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exploit the maid loneliness, enjoying Sexual Harassment, Enjoy Raping, and Killing........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You know what does it mean? It is definitely Embarassing!!! As a Moslem and I am telling the truth, It's definitely EMBARASSING!! Shame!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. You sleep with the woman who used to help you&lt;br /&gt;2. When you sleep with them, then you must Imagine, how if someone sleep with your mother, sister etc&lt;br /&gt;3. You are an employer and she is just a maid&lt;br /&gt;4. You always claim that Islam runs your country rule, all are just false. Your claim are false.&lt;br /&gt;5. You always be proud that our holy prophet was born once in you country. Arent you shame with this fact?&lt;br /&gt;6. You kill an innocent. It is just like bloody even worse than VAMPIRE!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am expressing this as a part of my protest against what happened to Kikim Komalasari, a maid who was killed three days before Eid Al adha, &lt;br /&gt;Also for SUmiati, a maid who has been tortured, her lips being cut ( I'm wondering, is the doer a human??) in the holy city of Medina....and more more maid I may know and may not know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am expressing this, not to beg your kindness, letting our maid work well and safe there. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I am expressing this, to open your Jahiliyyah Mind, to open your heart, ear and eyes, seeing that it is really embarassing, terrible things that even an Idiot cant think.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I knew not all of Saudis behave the same. Then if not all saudis behave like "worse than" evil,you guys, who dont do that, warn to your friends, that there might be very huge anger from us if you cant behave and threat our workers in a better akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I swear, in the name of God, Alloh Swt, that He is the one who will curse you. and fear Allah. Verily, Allah is Severe in punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And we, stand as a Nation, as a human, wouldnt just let it happen again again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open your heart, mind, and ear...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta 20th November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;Eks Indonesian Workers in Riyadh KSA&lt;br /&gt;2000 - 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2571821923416769997?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2571821923416769997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2571821923416769997&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2571821923416769997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2571821923416769997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/letter-to-saudis.html' title='A Letter to Saudis'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2520250899153315568</id><published>2010-11-19T07:34:00.000+07:00</published><updated>2010-11-19T07:44:13.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Bend It Like Beckham</title><content type='html'>Pernah menonton film ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah pagi ini saya ingin menulis judul di atas. Idenya sepele. Beckham itu superstar dalam sepakbola, dan kemudian modelling (selebritas). Yang super darinya itu sebelumnya adalah Banana Shootnya, lalu hairstylenya,dan kemudian tentunya, istrinya yang sudah lebih dahulu menjadi Selebriti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat Banana Shoot, orang tidak akan lupa bagaimana canggihnya kaki Beckham "mengatur" si bola untuk begini dan  begitu. ruarr biasa. Anda yang belum pernah sekalipun melihat, harus tahu bagaimana Beckham melakukannya dengan hampir sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang paling menarik justru tidak itu saja. Di puncak ketenaran, semua orang akan serta merta menyukai. Pernahkah anda tahu kisah kelam Beckham?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Piala Dunia 1998, Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris hampir saja lolos ke semifinal andai Beckham tidak diusir keluar karena telah menendang Diego Simeone dari Argentina, di mana Inggris akhirnya tersingkir karena kalah dalam adu penalti. Beckham dihujat pers dan fans Inggris. Supporter berunjuk rasa dan membakar patung Beckham di airport. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini Beckham merasa frustasi.&lt;br /&gt;Untunglah, dia seorang professional. Maka dia terus berlatih, menempa diri. Salah satu spesialiasi yang terus digelutinya dalah tendangan bebas dari bola mati. Konon, Beckham berlatih untuk menendang bola agar masuk ke sebuah ban bekas atau lubang yang berdiameter kecil dari jarak tertentu. Latihan tersebut baru dikatakan berhasil jika bola mampu memasuki lubang tersebut sampai tiga kali. Sebegitunyakah? saya sendiri tidak tahu. Namun yang pasti, ada harga yang luar biasa mahal bagi kesuksesan dahsyat seperti apa yang diraih Beckham di sepakbola tentunya. BEND IT LIKE BECKHAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Nov 2010&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2520250899153315568?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2520250899153315568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2520250899153315568&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2520250899153315568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2520250899153315568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/bend-it-like-beckham.html' title='Bend It Like Beckham'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3609145069196263293</id><published>2010-11-15T07:07:00.000+07:00</published><updated>2010-11-15T13:25:46.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat Pernikahan'/><title type='text'>Selamat Datang di Pondok Mertua Indah</title><content type='html'>Banyak sekali kisah dari waktu ke waktu yang bercerita tentang ketidak cocokan antara mertua dan menantu. Mungkin saking banyaknya,sehingga hampir tidak ada celah dan cerita bahagia jika sebuah keluarga tinggal bersama mertuanya dalam satu atap. benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kisah yang populer adalah bintang hollywood Angelina Jollie. Berikut kisahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kakek dan nenek yang berbahagia Bill dan Jane Pitt, orang tua Brad Pitt memberi kado menyambut si kecil Shiloh Nouvel yang lahir 27 Mei lalu. Layaknya bayi perempuan lainnya, yang terpikir oleh Bill dan Jane adalah menghadiahkan sesuatu yang berwarna merah muda alias pink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa reaksi sang menantu, Jolie, ketika menerima hadiah sepasang baju berwarna pink? Bintang berbibir seksi itu langsung menyimpannya rapat-rapat. Ia tak ingin putrinya memakai baju berwarna lembut tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jolie tahu betul bagaimana ia ingin anaknya berpakaian. Ia tidak ingin bayinya terlihat seperti boneka,” ujar seorang sumber yang dekat dengan Jolie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui keputusan Jolie itu, Bill dan Jane kesal setengah mati. Hubungan yang memang sudah renggang tampaknya menjadi semakin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya satu kisah dari berbagai kisah hubungan menantu-mertua yang dikenal kurang harmonis. Hubungan yang kerap kali mengundang masalah umumnya adalah hubungan menantu perempuan dan mertua perempuan. Entah kenapa dimana dan kapan saja hubungan menantu perempuan dengan mertua perempuan ini  selalu digambarkan penuh konflik bagaikan hubungan kucing dan anjing, alias selalu digambarkan tidak akur. Jarang sekali digambarkan ibu mertua yang rukun dengan menantu perempuannya. Padahal, banyak juga menantu perempuan dan mertua perempuannya yang rukun-rukun saja. Meski jauh dari konflik, hubungan menantu laki - laki dengan mertua perempuan atau mertua laki - laki juga bukan berarti sepi dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat inti masalahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat belum menikah, anak menjadi milik orang tua sepenuhnya, baik laki - laki maupun perempuan. Anak lelaki bisanya menjadi simbol kebanggaan keluarga, sedangkan anak perempuan digambarkan sebagai simbol perhiasan keluarga.  Keadaan ini berlangsung sampai saat anak dewasa dan mulai menentukan pasangan hidupnya. Sekonyong - konyong, orangtua merasa anaknya "terampas" oleh orang asing yang tiba - tiba saja hadir sepenuhnya dalam kehidupan anaknya. Misalkan pernah pacaran, kehadiran calon pendamping biasanya tidak dirasakan setiap hari. Tapi kini,setelah meresmikan hubungan suami istri dalam ikatan pernikahan, apalagi beranak pinak memiliki bahtera keluarga sendiri, orang tua cenderung merasa anaknya tiba - tiba berubah tidak seperti dulu lagi. Padahal, harapan kebanyakan orang tua pada umumnya adalah, apa yang dilakukannya selama ini semenjak anaknya lahir sampai dewasa, si anak bisa membaktikan hidup untuk orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa saja makin runyam jika anak yang "dilepasnya" adalah penopang keluarga yang mencari nafkah dan selama ini menghidupinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi menantu, tentu saja yang ia kenal hanyalah pasangannya. Tidak lebih. Tak heran, keadaan sesungguhnya adalah bahwa menantu harusnya perlu lebih banyak waktu lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan keluarga yang baru, yang kedudukannya sama pentingnya dengan keluarganya sendiri. Jika sudah begini, mungkin saja bukan hanya mertua (bapak dan ibu) yang perlu didekati dan dipahami, tetapi seluruh keluarga dekat.Pendekatan ini bersifat terus menerus, lantaran memahami seseorang kadang memerlukan waktu yang tidak sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Datang di Pondok Mertua Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kisah tentang seorang yang ketika hendak melamar si belahan jantungnya, diberikan syarat bahwa dia harus mau dan bersedia tinggal bersama istri di rumah orang tuanya (mertuanya). Lantaran cinta, apapun dilakukan. Maka bersedialah si calon tanpa paksaan sedikitpun. &lt;br /&gt;Satu tahun setelah menikah, ketika baru dikaruniai seorang bayi mungil, usaha si menantu jatuh bangkrut. Maka mau tidak mau hal ini menjadi perbincangan keluarga, karena hal ini terjadi di depan mata orang tua istrinya. Dari hari kehari,mertuanya mulai menunjukkan kekhawatiran akan masa depan anak tercinta dan cucunya yang baru lahir. Khawatir kalau - kalau tidak mampu dibeilkan susu oleh bapaknya, khawatir kalau - kalau tidak mendapatkan kehidupan yang layak di masa depannya. &lt;br /&gt;Untungnlah istrinya tidak tinggal diam. Dengan gigih dia mencoba menjelaskan kepada orangtuanya bahwa ia kuat dan cukup sabar, dan suaminya juga seorang pekerja keras.&lt;br /&gt;Bukannya membaik, persepsi orang tuanya makin jauh. Mereka mengira istrinya telah dibutakan dan dipengaruhi sang suami untuk menutup - nutupi keadaan suaminya. Akhirnya, kehidupan suami istri tersebut merasa hidup di rumah orang asing yang senantiasa mengawasi dan mendiktenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa perasaan anda jika ada dalam kondisi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal di rumah mertua seringkali merupakan keadaan yang tidak bisa ditolak untuk sebagian orang. Sebagian lainnya cukup beruntung, karena sebelum menikah memiliki cukup dana dan kemauan yang keras, lalu langsung tigngal terpisah begitu menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah keluarga utuh, sesungguhnya jika kita tinggal di rumah mertua, seharusnya tetap ada pemisahan hak dan kewajiban. Mertua memiliki kehidupan sendiri, dan juga kita. Tidak selayaknya kita banyak mencampuri urusan mertua, atau sebaliknya. Namun begitu, yang perlu kita jaga adalah hak dan kewajibannya. Kita, seberapapun hebatnya tetap saja anak, atau jika sebagai menantu, memiliki perjanjian langsung untuk memastikan anaknya yang kita nikahi itu dalam keadaan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar memudahkan, beberapa tips ini mungkin saja bisa membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pisahkan keuangan kita dengan keuangan mertua&lt;br /&gt;Dua bahter dalam satu perahu, akan ada dua nahkoda. Dengan arah yang berbeda,seharusnya cara menapakinya pun berbeda. Ada biaya PAM, biaya listrik, biaya dapur, atau biaya lainnya yang mesti ditanggung. Syukur jika sebagai anak kita mampu membayari milik mertua sekaligus. Jika tidak, sekurang -kurangnya adalah ikut urunan meringankan biayanya. Hal ini juga akan meringankan beban mental anda sebagai menantu,sekaligus mengurangi dan menutup rapat - rapat potensi konflik yang tidak perlu, yang berkaitan dengan keuanagan. Bahkan jika perlu, pisahkan dapur anda dan mertua. Langkah terakhir mungkin bisa dilakukan hanya jika anda bisa memastikan mertua tidak tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Miliki dan sampaikan aturan - aturan keluarga anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah masalah kecil yang serius dampaknya. Ketika anda tidak memiliki sebuah aturan keluarga, bukan hanya posisi anda di keluarga yang serba salah. Masa depan dan visi keluarga anda juga terancam. Jangan pernah ragu karena keluarga anda, andalah yang akan bertanggungjawab sepenuhnya. Selama sebelum bisa hidup terpisah, usahakan aturan - aturan ini bersifat fleksibel karena seringkali berhubungan dengan mertua. Yang sederhana sebagai contoh misalnya, makan malam di luar. Jika memang jadwal makan malam bersama istri dan anak-anak anda harus seminggu sekali, tetapi mertua tiba - tiba mengajak, tidak ada salahnya untuk mengikuti. Namun begitu, tidak semua permintaan mertua bisa anda ikuti, selagi bukan perintah dan masih merupakan pilihan. Yang paling penting adalah ajak pasangan anda bicara tentang konsensus keluarga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persiapkan kepindahan, tapi jangan terlalu jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terpisah dari orang tua itu perlu. Bahkan sangat perlu terutama bagi yang pasangannya terbiasa hidup manja selama masa lajangnya. Hidup terpisah akan melatih kemandirian yang sempurna. Lebih penting, yaitu memilki izzah, memiliki harga diri sebagai sebuah keluarga yang utuh. Di sini lah kita akan secara bertahap menata hidup sendiri secara benar. &lt;br /&gt;Namun begitu, bagi anda yang sudah terlanjur berjanji kepada orang tua untuk tinggal bersama mereka, harus mengkomunikasikan hal ini lebih baik. Meski tidak pindah misalnya, anda tetap harus memiliki rumah terpisah. Selain berguna untuk mencari penyegaran dan menenangkan diri sewaktu -waktu anda perlu, rumah adalah salah satu investasi yang sangat potensial. &lt;br /&gt;Untuk mengurangi potensi konflik yang mungkin timbul, usahakan lokasi pindah yang anda pilih tidak terlalu jauh dari orang tua (minimal salah satu orang tua anda jika mereka tinggal dalam satu kota). Kita seringkali lupa, menghadapi masa tua, yang orang tua butuhkan hanyalah kebersamaa. Seringkali, kebersamaan menjadi mahal lantaran dipisahkan oleh jarak yang terlalu jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap tinggal atau tidak bersama mertua, pastikan kita memiliki rumah terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anak dan istri sebagai media&lt;br /&gt;Anda, bagaimanapun dekatnya, adalah orang asing bagi mertua. Sejatinya begitu. Tidak ada mantan orang tua, tetap ada mantan mertua. Satu - satunya yang mengikatkan anda dengan mereka adalah suami atau istri anda sendiri, lalu anak anda. Jadikan mereka mediator yang baik. Penting juga diketahui, perilaku dan sikap anda kepada mertua, sangat tergantung dengan perilaku pasangan anda terhadap orang tuanya. Karena itu berhati -hatilah. pastikan pasangan anda adalah anak - anak yang berbakti yang memiliki adab yang baik ketika berhubungan dengan orangtuanya, karena itulah yang akan anda contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perbanyak maaf dan maklum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang muda yang lebih maju pemikirannya, sebaiknya perlebar dan perbanyak kata maaf untuk hal yang tidak berkenan. Usia yang menuju uzur seringkali lebih banyak diisi prasangka dan rasa takut. Takut kehilangan,takut sendiri dan sebagainya. Doakan dan maafkan tiap kali ada kalimat dari mertua anda yang kurang berkenan. Insya Alloh hidup terasa ringan dan pasangan anda pun nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3609145069196263293?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3609145069196263293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3609145069196263293&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3609145069196263293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3609145069196263293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/selamat-datang-di-pondok-mertua-indah.html' title='Selamat Datang di Pondok Mertua Indah'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4413027702572852216</id><published>2010-11-12T07:10:00.000+07:00</published><updated>2010-11-15T06:57:38.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat Pernikahan'/><title type='text'>Memilah, Memilih, lalu Menyesalinya?</title><content type='html'>Manusia adalah simbol dari percampuran antara pilihan, keterpilihan, pilih - pilih, dan pemilih. Sedangkan hidup merupakan representasi dari pilihan itu sendiri. Hidup bahkan seringkali hanya diisi pilihan - pilihan dari waktu ke waktu, dari hari ke hari. Saat pagi menjelang, kita sudah diajukan pilihan apakah tetap tidur atau bergegas bangun, apakah segera mandi dan menunaikan sholat atau kembali ke peraduan dengan guling yang dipererat. Pilihan itu menjadi rotasi rutin dari hari kehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perihal jodoh,pun sebuah pilihan. Ini adalah pilihan yang penting (kalau tidak yang paling penting) dalam fase kehidupan seseorang yang meyakini perlunya berbagi dengan orang lain dan meninggalkan legacy atau warisan luhur apabila ajal telah menjemput kelak. Bagaimana cara seseorang membuat pilihannya akan mempengaruhi bagaimana dia menjaga hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang di sekitar kita yang telah menjadi contoh, bagaimana pasangan yang telah berbulan bertahun lamanya didampingi, pada suatu waktu tiba - tiba serasa menjadi orang asing yang bahkan belum pernah kita temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok gitu sih sikapnya?"&lt;br /&gt;"Kok masih kekanak - kanakan ya?"&lt;br /&gt;"Kok suka bohong ya?"&lt;br /&gt;"Kok enggak mesra lagi ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kok kok yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita mencoba secara jujur menelusur dan mencari jawabannya? Mungkin tidak sayangnya. Saat seseorang ada pada kondisi tersebut, bisa jadi dia ada dalam kondisi emosional yang bisa mengurangi kualitas berpendapat dengan jujur. Bisa jadi. Karena itu diperlukan kondisi yang jauh dari hawa nafsu, tenang, sabar dan fokus dan mengedepankan solusi. Masalah mengedepankan solusi ini adalah pilar yang sangat penting. Ketika sepasang suami istri sedang menemukan hal yang kurang menyenangkan pada pasangannya, besar kemungkinan yang akan dilakukan adalah menegur langsung atau bahkan mendiamkan dengan kesal. Sejujurnya, kedua perilaku ini menjauhkan dari solusi. Sebetulnya apa yang kita inginkan? mengalahkan pasangan kita? menunjukkan kekuasaan dan kebaikan kita? atau ingin mengatakan, aku lebih baik darimu wahai pasanganku? Ah...padahal saat itu yang anda inginkan adalah pasangan anda segera mengerti apa yang anda inginkan, dan yang sedang anda inginkan saat itu adalah: SOLUSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap awal, jauh hari sebelum pernikahan, harus kita tilik lagi apa sebetulnya motif terbesar manusia menikah? seks, kebersamaan, kebahagiaan atau apa? atau semuanya? semua apa?&lt;br /&gt;Banyak ahli ilmu pengetahuan telah berpendapat, engkau adalah apa yang engkau fikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ada pada persangkaan hambaku" - Hadits Qudsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda pernah ditanya oleh seseorang dengan pertanyaan: siapakah anda? maka jawaban anda biasanya adalah nama anda sendiri. Lalu pertanyaan dilanjutkan, siapakah nama yang anda sebutkan itu? di sinilah esensi jawaban mungkin muncul. Banyak orang menjawab hal tersebut dengan apa yang dilakukannya seperti: saya seorang guru, saya seorang direktur, saya seorang dokter, dan lainnya. Dan banyak pula dijawab dengan hal lain misalnya, saya seorang Indonesia, saya seorang Singapura, Jawa dst. Setiap jawaban yang otomatis keluar ketika kita sedang ditanya oleh seorang tentang siapa kita, maka itulah pola pikir kita tentang diri kita sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi &lt;br /&gt;Barangkali, rahasia sejati dari keadaan kita saat ini adalah justru ada pada diri kita sendiri. Ialah cara memandang kehidupan, yang menentukan akan bagaimana kita menyikapi setiap keadaan. &lt;br /&gt;Pernikahan sebagai sebuah alur yang umumnya manusia jalani selama hidup, juga demikian. Kita bisa menganggapnya, memandangnya dengan dan dari arah mana kita suka. Anda bisa melihat pernikahan sebagai sebuah akhir perjalanan percintaan dari sebuah proses yang bernama pacaran. Anda juga bisa menganggap pernikahan sebagai sebuah awal kehidupan lantaran anda berfikir inilah saatnya pacaran yang sebenarnya. Suka suka saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan yang dianggap sebagai "alat" penyaluran seks belaka, akan berubah keruh pada waktunya. Seks terkadang lebih menonjolkan fisik, dan fisik akan meluntur kapanpun waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan yang dianggap sebagai akhir sebuah perjalanan dari proses pacaran, juga akan hambar lantaran segala sesuatu sesungguhnya telah diketahuinya sejak awal, bahkan ada yang dari ujung rambut sampai ujung kaki. Akad nikah hanya formalitas, tidak ada lagi kesakralan. Malam pertama hanya formalitas, tidak lagi merasakan "regukan" indah kata orang. Bahkan ada pula yang karena kehambarannya, mencari keindahan untuk mengulangi masa pacaran. Sayangnya keindahan ini justru dicarinya dari pasangan lain, alias berselingkuh. Wah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak semua demikian, tapi penting sekali disampaikan, tanyalah sekali lagi diri kita dengan pertanyaan: kenapa menikah? kenapa dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak mengatakan "bertanyalah, agar engkau pandai karena sesungguhnya kepandaianmu bisa dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang engkau ajukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tanyalah diri sendiri kenapa harus menikah dan kenapa harus dia yang menjadi pilihan anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tataran ideal, menikah sesungguhnya adalah bagian dari penyucian manusia menjalankan perintah Tuhan. Karena Tuhan dan Kemahaagungan-Nya mewakilkan bumi dan seisinya pada kita manusia. Tugas yang kita emban, salah satunya dilaksanakan dengan beranak pinak. Tuhan berkehendak kita menjadi wali-Nya, menjadi pemimpin dan penyampai pesan-pesan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian keadaan dan settingan awalnya, maka sebetulnya, proses menuju ke sana juga harus berlandaskan niat dan cara - cara yang terpuji. Karena Tuhan Maha Baik dan hanya menerima yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak itu saja, untuk memastikan bahwa calon pasangan kita itu merupakan tipe orang yang akan membawa keselamatan bagi keluarga di dunia dan akhirat, maka kita harus memperhatikan,  kemudian malaksanakan pesan  mengenai kriteria calon pasangan hidup, yang dapat membawa angin keselamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah...makin salahlah kita....saya sudah terlanjur menikah. Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There is always another chance coming. Tuhan kita Maha Penyayang, Maha Memberi. Yakinlah akan kuasa-Nya yang luar biasa. Jikapun kita telah salah pilih, kita tetap mendapatkan jaminan bisa memperbaiki, kapanpun. Dalam buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu menuliskan: Tidak usah khawatir karena jika ada salah arah dalam kehidupan kita, ibarat komputer, untungnya bukan hardisknya yang tidak bisa dipakai lagi, tetapi hanya lost pasword. Anda cukup meminta untuk meminta pasword baru (ask for new pasword) dan segalanya akan kembali normal. Insya Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu anda lakukan, bagi yang sudah terlanjur "memilih pilihan yang kurang tepat", adalah kembali memilih. Bukan pasangan lain, tapi pilihan untuk berubah. Tengok dan tilik lagi, segarkan kembali ingatan tentang angan - angan pernikahan yang ideal dalam benak anda. Istri yang cantik dan setia, anak - anak yang pintar dan ceria, keluarga yang penuh rasa cinta. Setelah itu niatkan kembali fitrah suci bahterai ini. Tidak perlu anda banding - bandingkan, apalagi khayalkan apa yang mungkin anda alami jika dulu anda jadi menerima lamaran si anu, atau tidak putus dengan si dia, atau tidak menikahi si ini. Dunia hanyalah sepintas perjalanan yang dikanan kirinya adalah bunga dan duri. Seringkali kita tertarik melihat sesuatu karena tampak indah dari luar, tanpa tahu duri atau bunga betulankah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurilah pasangan anda mulai detik ini juga. Dia adalah yang terbaik untuk anda. Tentu saja, dia juga orang hebat. Hebat, setidaknya mampu melayani anda dengan segala kekurangan yang anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4413027702572852216?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4413027702572852216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4413027702572852216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4413027702572852216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4413027702572852216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/memilah-memilih-lalu-menyesalinya.html' title='Memilah, Memilih, lalu Menyesalinya?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4198670704736986207</id><published>2010-11-05T10:16:00.001+07:00</published><updated>2010-11-05T10:30:00.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Bahagia dalam Kekurangan, Waspada dalam Kebercukupan</title><content type='html'>"Saya khawatir dengan anak saya" Ucap orang tersebut kepada saya membuka percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Why? kenapa?" tentu saja saya bertanya heran. Yang saya tanyai adalah seorang pejabat tinggi salah satu departemen di negara ini, kawan dekat seorang Sekjen Partai Besar pula. Secara materi, jelas tanpa syak saya tidak meragukannya. Pengahsilan mencukupi, liburan ke luar negeri, bisnis sampingan beromset 80 juta per bulan pun sudah dikantongi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bisa memberikan apa saja yang ia mau. Dan karenanya saya khawatir, anak saya tumbuh menjadi pribadi yang enggan berusaha, enggan menjadi seorang yang gigih ketika menginginkan sesuatu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derrr.....serasa ada sebuah dentuman mengena kesadaran saya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berapa lamanya sering saya keluhkan keadaan sendiri ketika dalam kekurangan.  Padahal, kekurangan (keprihatinan) dan kerja keras hampir merupakan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Seorang yang sedang dalam keprihatinan secara otomatis akan dipaksa bekerja keras sebisanya. Otomatis karena saat begini dia sadar, solusi bukanlah keajaiban bak bintang jatuh dari langit. Mesti ada usahanya. Seseorang bahkan merasa perlu dan harus bekerja lebih keras ketika sedang ada dalam kondisi keprihatinan. Analogi ini juga cukup menggambarkan kenapa orang Korea terkenal menjadi pekerja keras yang dahsyat terkenal di seantero dunia (Negara ini alamnya ternyata miskin tidak produktif, selalu digilir 4 bulan musim salju mematikan pula yang membuat orang Korea mau tidak mau harus menstock makanan pada jaman dahulu).&lt;br /&gt;Semakin seseorang prihatin (prihatin bisa juga merupakan kondisi yang diciptakan secara sengaja-pen), akan semakin giatlah kita bekerja mencoba keluar darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diujung sana di sisi dunia lain, sejumlah orang kita lihat memiliki keberuntungan (terutama dari sisi dunia). Namun kita tak pernah tahu, apakah keberuntungan tersebut membawa mereka menjadi orang - orang yang benar - benar bahagia, karena dalam kondisi berkecukupan, orang cenderung merasa tidak perlu bekerja dan bersusah payah sebagaimana ketika dia dalam kekurangan. Apa analogi ini bisa dipakai untuk orang Indonesia? ini pertanyaan besar yang harus kita jawab melalui renungan. ((Negara ini alamnya ternyata kaya raya dan sangat produktif sepanjang tahun, tidak pernah libur. Kita tanam tongkat, kita tanam kayu, menjadi tanaman. Lautan pun dinamakan Kolam Susu. Secara alamiah, orang Indonesia terlahir menjadi pewaris harta kekayaan alam)&lt;br /&gt;Semakin seseorang merasa makmur, mungkin memang bisa menjauhkan dia dari kerja keras, kerja sebagaiman dia ada dalam kondisi prihatin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya jadi berfikir sekarang, rasanya tidak perlu ada yang perlu dikhawatirkan. Ada dalam kekurangan dan keprihatinan yang oleh sebagian orang dianggap "kesialan" ternyata berkah untuk membuat seorang bekerja lebih dahsyat, cerdas dan keras. Dan ada di dalam kebercukupan, ternyata AN ALERT bagi kita untuk senantiasa waspada bahwa "merasa sudah berhasil, merasa sudah sukses adalah kesalahan besar yang membawa kita ke jurang keprihatinan sesungguhnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulnya?: &lt;br /&gt;*Jika bisnis kita belum berkembang atau belum maju juga, makan ini adalah berkah yang akan membuat kita merasa perlu berusaha lebih giat lagi, tracing other ways, menemukan jalan lain. Tung DW bilang: Tidak ada kata GAGAL, yang ada hanya kata BELAJAR atau SEDANG MENEMUKAN CARA YANG SALAH.&lt;br /&gt;*Selalu Bahagialah dalam Kekurangan, dan Tetap Waspada dalM Kebercukupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay foolish, Stay Hungry - Steve Jobs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4198670704736986207?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4198670704736986207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4198670704736986207&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4198670704736986207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4198670704736986207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/bahagia-dalam-kekurangan-waspada-dalam.html' title='Bahagia dalam Kekurangan, Waspada dalam Kebercukupan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4757589745410333265</id><published>2010-11-03T08:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T08:12:06.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat Pernikahan'/><title type='text'>10 Nasihat Perkawinan</title><content type='html'>Bismillah wa syukru 'ala ni'amillah, washsholaatu wassalaamu 'alaa rasulillah, wa 'ala alihi wa ashaabihi waman waaa lah, walaa haula walaa quwwata illa billah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai posting ini, insya Alloh secara rutin saya akan menuliskan seputar perkawinan (pernikahan). Kehidupan setelah hidup ini, tampak selalu menarik untuk diulas. Dinamikanya bisa jadi meloncat dari satu problem ke problem serupa, namun tak pernah usang ditimbang, tak pernah hilang sepi, tetap diminati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian tentu saja pengalaman pribadi, karena inilah yang terbaik. Namun sebagian lain tentu saja hasil share dan baca - baca buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tulisan akan disimpan dalam folder Nasihat Pernikahan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi memuat tulisan yang berbobot,saran dan kritik tentu saja sangat saya harapkan dan bisa dikirim ke email luthfiel@gmail.com atau luthfiel at gmail dot com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang 3 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4757589745410333265?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4757589745410333265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4757589745410333265&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4757589745410333265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4757589745410333265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/11/10-nasihat-perkawinan.html' title='10 Nasihat Perkawinan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8188672411621757960</id><published>2010-10-29T09:04:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T09:05:53.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Rakyat Hebat hanya untuk Pemimpin yang Hebat!</title><content type='html'>Saya sedang demam. Demam berita musibah. Di Yogya sana, Merapi batuk - batuk, dan sang legenda hidup yang dikagumi banyak orang sekaligus kontroversial pun menjemput ajal. Di Mentawai, air laut jalan - jalan ke daratan. Ini bukan barang baru karena memori aceh 2004 masih melekat. Nyatanya korban kembali berjatuhan. Ratusan. Sehari sebelumnya, Jakarta lumpuh. Macet -cet, tidak bergerak. Staff saya lapor sampai di rumahnya di Kalideres dari kantor kami di Matraman pukul 11 malam. &lt;br /&gt;E lha dalah, saya juga kebagian. Bersamaan terjadinya letusan,sapuan Tsunami, plus lumpuhnya Jakarta, Ciledug Indah 2, perumahan eks-rawa yang saya tinggali bersama Anak Istri, Keponakan, Kakak, dan Bapak Ibu Mertua, tergenang air. Di dalam rumah, setinggi leher. Leher angsa sih, tapi mencapai paha orang dewasa pada masa "peak"nya. Buku, baju, Al-Qur'an, adalah barang - barang yang turut menjadi "korban" tamu tahunan kami ini. Kendaraan, motor dan mobil diparkir di dusun atas. Adapun barang elektronik termasuk komputer kerja, sudah lebih dulu diangkut dari jam 2 malam, maraton sampai jam 9 pagi. No Stop. Kamipun mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepele kelihatannya? Kelihatannya iya. Sesederhana menyederhanakan pertanyaan di sanubari kecil saya, sebetulnya hidup seperti apa yang saya inginkan, lantaran saya tinggal di negeri agraris yang saya tahu, gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja. Sejahtera intinya.&lt;br /&gt;Kenyatannnya tidak sesederhana itu. Dengan adanya banjir, saya jadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak beraktifitas selama 2 hari penuh&lt;br /&gt;2. Berkurangnya rasa aman. Sehari setelah kembali dari pengungsian, menjelang malam ketika hendak tidur, terdengar pengumuman dari Perumahan Pinang Griya, perumahan seberang kali angke yang membelah perumahan kami: Bapak Ibu harap waspada akan ada banjir kiriman. Lha....ini pegel2 saja belum ilang dari badan...&lt;br /&gt;3. Fokus yang teralih dari kerja ke musibah&lt;br /&gt;4. Barang - barang yang tenggelam&lt;br /&gt;5. Sampah yang menyerbu&lt;br /&gt;6. Trauma psikologis. Bagi saya ini pertama kali (dan mudah2an terakhir kali),  mengalami banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak bermaksud membawa hal ini ke "derita politis" yang disambung - sambungkan ke pemerintah sebagai "Roo isun" atau pemimpin, nyatanya hal ini harusnya tidak bisa lepas begitu saja dari tanggung jawab beliau - beliau. Tapi saya jadi berfikir lagi, sampai kapan kita menyalahkan pemimpin? kalau harus jujur, tentu saya lebih memilih Pemimpin hebat seperti SBP (pinjam istilah Effendi Ghazali). SBP adalah Sbastian Bin Pinera. Nama Aslinya Sbastian Pinera, Presiden Chile yang setia menunggu evakuasi penambang yang terkubur 700 meter di bawah tanah, sampai semuanya bisa diselamatkan. Zero victim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sudahlah. Syukuri saja. Saya punya SBY. Lagipula lihatlah, akan berapa lama lagi kita harus menunggu datangnya pemimpin yang benar - benar pas jika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masyarakat kita masih rajin buang sampah sembarangan di kali&lt;br /&gt;2. Masih banyak yang salah kaprah warna lampu rambu lalu lintas ketika di jalan. Lampu merah berarti jalan. Lampu hijau berarti jalan, dan lampu kuning juga berarti jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hubungannya, sampah dan lampu merah dengan pemimpin? mungkin ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dalam sebuah diskusi seorang pembicara ditanya, kenapa Indonesia tidak juga memiliki Pemimpin sekaliber Umar Bin Khatab? Jawabannya sederhana, Pemimpinnya Umar karena rakyatnya juga sekelas Ali Bin Thalib. Lha kita sekarang dikasih pemimpin yang sekelas Umar, kasian pemimpinnya. Rakyatnya masih Mbelgedes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ya jadi begitu. Banjir yang saya alami ini,harus saya pahami sebagai tanda kalau saya mesti berbenah. Saya, kita orang Indonesia. Sebab Pemimpin yang Hebat memang hanya diperuntukkan bagi Rakyat yang sudah hebat duluan. Pemimpin ini kan asalnya rakyat yang dicomot dan  diberi amanah. Di mana nyomotnya? di tengah - tengah tumpukan rakyat yang benar - benar hebat. Ilustrasi sederhana saya dapatkan dari perkataan Taufik Hidayat, maestro bulutangkis kita. Katanya: Tahun 2002, Indonesia sampai kesulitan memasang siapa tunggal putra pertama yang harus bermain. Ini karena semua pemain tunggalnya berkualitas.&lt;br /&gt;Nah lho ya. Kita harusnya bingung milih pemimpin karena semuanya hebat, bukan sebaliknya. Bingung milih pemimpin karena semuanya jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah penutupnya, ini juga sama plek dengan fakta bahwa: Bisnis yang hebat hanya untuk bisnisman yang hebat (rajin, tangguh, ulet dst). Apa iya, Bisnis yang hebat dimiliki orang yang malas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang 29 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8188672411621757960?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8188672411621757960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8188672411621757960&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8188672411621757960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8188672411621757960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/10/rakyat-hebat-hanya-untuk-pemimpin-yang.html' title='Rakyat Hebat hanya untuk Pemimpin yang Hebat!'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5602798168329415317</id><published>2010-10-18T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-10-18T08:24:35.697+07:00</updated><title type='text'>Kita dan Gajah</title><content type='html'>Gajah identik dengan sesuatu yang besar. Huge. Gajah juga identik dengan sesuatu&lt;br /&gt;yang powerful. Pernah disindir coach ternama dan juga sering dijadikan bahan&lt;br /&gt;candaan Tung Desem, istilah gajah ini. Dalam bisnis, bisnis yang masuk gajah,&lt;br /&gt;identik dengan kemapanan, kesuksesan dan skala bisnis yang sudah eM - eM an.&lt;br /&gt;Milyar hitungannya. Per bulan kalau perlu per hari. Di TDA pernah ada klub yang&lt;br /&gt;namanya TDA 11 Digit. Artinya pendapatan bisnis dari member yang masuk menjadi&lt;br /&gt;anggota TDA 11 digit adalah minimal Rp 10.000.000.000 atau 10 Milyar. Entah per&lt;br /&gt;tahun atau perbulan, entah Bruto (Gross) atau Net (profit). Tapi intinya itu&lt;br /&gt;klub "GAJAH".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sifat gajah yang mencolok (dan seperti binatang yang lain mungkin)&lt;br /&gt;adalah hanya mau berteman dengan gajah. Kawannya gajah adalah gajah. Kawan&lt;br /&gt;kambing adalah kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, dikarenakan besarnya (yang membuatnya otomatis merasa PeDe),&lt;br /&gt;gajah bisa dengan santai cuap cuap atau just say hello dengan tanpa beban, di&lt;br /&gt;depan apapun yang dia rasa lebih kecil darinya. Sementara yang lebih kecil dari&lt;br /&gt;gajah...ehm...langsung berubah raut muka begitu bertemu dengan Mr. Big ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya stop di sini, demi menghindari majas "hewani" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking kecilnya skala bisnis kita, seringkali membuat kita begitu minder untuk&lt;br /&gt;lebi berani menengok para pebisnis yang sudah sukses di sekitar kita. Umumnya&lt;br /&gt;pebisnis sukses banyak berkawan dengan pebisnis sukses juga, makanya mereka&lt;br /&gt;sukses. Sebaliknya pebisnis yang belum sukses, berkawan dengan pebisnis yang&lt;br /&gt;belum sukses juga, makanya belum juga sukses. Tidak ada tantangan, tidak ada&lt;br /&gt;sesuatu yang membuatnya tiba - tiba malu "kok di usia saya yang sudah segini,&lt;br /&gt;dibanding mereka yang di samping saya, pencapaian saya jauh sekali ya??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diberitahu rumusan begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi wangi, bertemanlah dengan pedagang minya wangi&lt;br /&gt;Untuk menjadi pintar, dekatlah dengan orang yang pintar&lt;br /&gt;Untuk menjadi baik, merapatlah kepada orang sholeh&lt;br /&gt;Untuk menjadi rajin, berkawanlah dengan orang yang rajin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi GAJAH, berguru dan berkawanlah dengan ...............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Monggo dijawab sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5602798168329415317?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5602798168329415317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5602798168329415317&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5602798168329415317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5602798168329415317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/10/kita-dan-gajah.html' title='Kita dan Gajah'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5541808075465377852</id><published>2010-10-18T08:22:00.000+07:00</published><updated>2010-10-18T08:23:14.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Ruang Pengakuan Seorang Pebisnis</title><content type='html'>Hal paling sederhana dalam kehidupan, menurut Erbe Sentanu adalah kehidupan itu&lt;br /&gt;sendiri. Saking sederhananya, tidak ada yang perlu dilakukan. Semua sudah&lt;br /&gt;merupakan alur mesin yang terotomatiasasi dari sono-nya. Bahasa kerennya&lt;br /&gt;Built-in. Kita sesungguhnya tidak perlu mencari terlalu banyak motivasi, karena&lt;br /&gt;motivasi itu ada di dalam diri. Yang perlu kita lakukan justru paska motivasi&lt;br /&gt;atau action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam obrolan ringan saya bersama Bang "teroris" Jay, saya mempertanyakan&lt;br /&gt;keanehan gayanya yang hampir tidak pernah saya lihat mengutip, meng-quote atau&lt;br /&gt;menyitir kalimat dari pebisnis hebat, seperti lazimnya dilakukan teman TDA lain.&lt;br /&gt;Jawabannya adalah karena kita sesungguhnya tidak perlu banyak melakukan, semua&lt;br /&gt;sudah tersedia dalam diri kita. Built-in. Jikapun perlu, itu hanya jadi&lt;br /&gt;pemantik. Kalimat Richard Branson tentu jadi pemantik semangat "Bisnis itu&lt;br /&gt;seperti Bis, akan selalu ada yang baru dan datang". Namun pemantik itu akan&lt;br /&gt;berhenti sampai ketika kalimat itu berakhir. Ujungnya kita juga yang&lt;br /&gt;mengeksekusi. Dalam candaannya, Bang Jay mengatakan, kita rajin baca buku&lt;br /&gt;Richard Branson, tapi tahukah kita buku apa yang Richard Branson baca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berkaitan dengan kesederhanaan menjalani hidup ini, saya tertarik untuk&lt;br /&gt;menciptakan sebuah ruang. Namanya ruang pengakuan. Pengakuan yang akan membawa&lt;br /&gt;kesederhanaan menjalani hidup ini terasa lebih mudah dan ringan. Sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terus terang kadang saya merasa Hipokrit, merasa munafik kala orang - orang&lt;br /&gt;yang saya pandang "belum berbisnis" bicara bisnis. saya tiba - tiba merasa&lt;br /&gt;menjadi expert yang gagah menaiki kuda troya bisnis saya. Saya tiba - tiba&lt;br /&gt;merasa menjelma menjadi Napoleon Hill, Adam Khoo, Bob Sadino, atau wiselike&lt;br /&gt;Jamil Azzaini yang mendayu -dayu. Saya tiba -tiba ngoceh tanpa sadar, mengangkat&lt;br /&gt;pedang perang kata - kata dan tameng ego, bertubi - tubi menasihati "lawan&lt;br /&gt;bicara" saya, dalam kata maupun tulisan. Kenyataannya, saya bukanlah Nap Hill,&lt;br /&gt;Adam Khoo atau Bob Sadino, atau Jamil Azzaini. Saya lalu kecewa berat menyadari&lt;br /&gt;kenyataan yang saya hadapi kadang jauh tidak lebih manis dari orang - orang yang&lt;br /&gt;TDB, Amphibi yang barusan saya ceramahi. Karena itu, inilah ruang pengakuan&lt;br /&gt;saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan sadar mengatakan bahwa saya adalah saya, manusia biasa yang sedang&lt;br /&gt;terus belajar, menjadi seperti apa yang saya fikirkan. Karena itu saya harus&lt;br /&gt;terus menumbuhkan fikiran hebat yang rendah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa saya bukanlah Adam Khoo, Nap Hill, Bob Sadino atau Jamil Azzaini. Saya&lt;br /&gt;tetaplah diri saya, sampai kapanpun. Saya ingin mencapai prestasi seperti&lt;br /&gt;mereka, tentu saja. Tapi di cermin, saya tetap melihat wajah saya, bukan mereka.&lt;br /&gt;Saya hanya orang yang sedang mencoba mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahwa apa yang saya capai sebetulnya tidak lebih baik dari apa yang orang&lt;br /&gt;fikirkan. Yang orang lihat adalah gunung es pada diri saya. Terlihat puncaknya,&lt;br /&gt;tertutup pangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahwa dengan sadar saya menyadari harus terus belajar dan berguru dari orang&lt;br /&gt;- orang hebat yang telah sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bahwa bisnis saya tidak akan pernah maju jika saya tidak segera bertindak&lt;br /&gt;menuju kesuksesan bisnis itu sendiri, sehebat apapun teori yang saya kuasai,&lt;br /&gt;sedahsyat apapun motivasi yang orang berikan, seberkualitas apapun tulisan -&lt;br /&gt;tulisan yang saya buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ruang pengakuan ini ditulis dan dipahat di dinding hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Fun, Inovatif dan Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5541808075465377852?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5541808075465377852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5541808075465377852&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5541808075465377852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5541808075465377852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/10/ruang-pengakuan-seorang-pebisnis.html' title='Ruang Pengakuan Seorang Pebisnis'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-674484318478960952</id><published>2010-10-17T20:39:00.000+07:00</published><updated>2010-10-17T21:07:54.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>My Decision</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktunya pas... di sela - sela membuat produk baru untuk kursus, saya dipertemukan dengan seorang Coach Bisnis. Tidak saya sebutkan dahulu namanya, tapi beliau adalah certified trainer. Saya belajar secara gratis. Hmmm...memalukan, meski Not Bad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gggghhhhhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, ya cukup lama saya menanti segala jawaban atas pertanyaan - pertanyaan dalam diri saya. Akhirnya terjawab sudah dalam rangkaian kalimat ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saya dan saya ingin jadi apa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L = Loyal. Saya adalah orang yang loyal. Terhadap cita -cita, agama, kebaikan, keluarga,  persahabatan dan apapun yang berafiliasi dengan peningkatan kualitas hidup diri dan keluarga saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U = Ultimate. Saya adalah pribadi yang Ultimate, unggul. Saya akan menyengajakan diri menjadi seorang yang senantiasa unggul, lantaran itu adalah karunia Ilahi yang sudah diberikan kepada tiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;T = Trilyuner. Badan punya saya, berharga trilyun. Sahabat, keluarga, kenalan dan kolega saya bernilai trilyun. Therefore, saya adalah Trilyuner sejati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;F = Fun. Saya telah memutuskan untuk menjadi seorang yang Fun. Penikmat hidup yan gindah yang terus belajar dan mengembangkan citra kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I = Innovatative. Saya telah sadar, bahwa harapan untuk masa depan yang lebih baik akan mati layu, seiring matinya rasa Inovasi dalam diri. Karsa untuk terus memperbaiki "dengan cara yang unik" akan terus saya kembangkan, selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E = Excellence. Saya telah memutuskan, lantaran saya adalah pemenang atas jutaan sel sperma yang disemai, saya adalah orang yang Excellence. Berfikir, berkata dan bertindak secara istimewa untuk orang - orang di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L = Low Profile. Tidak ada alasan apapun bagi saya untuk merasa besar. Jika saya punya motor, maka motor itu adalah punya Alloh yang dititipkan selagi saya masih hidup, dan bisa diambil meski saya belum mati. Jika punya mobil pun demikian, jika punya rumahpun demikian. Karena itu, Low Profile adalah pilihan gaya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas, saya namakan re-born. Saya merasa terlahir kembali, meski ada teori ilmiah bahwa tubuh kita sesungguhnya benar - benar baru setiap dua tahun sekali. Tapi kali ini ingin betul merayakan, kebaruan diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, ingin saya katakan bahwa saya telah memutuskan untuk merubah cara pandang hidup saya. Dulu saya katakan bahwa "Hidup adalah perjuangan", dan kini ingin saya sampaikan kepada diri saya bahwa "Hidup saya adalah Kebahagiaan dan Kesuksesan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Fun, Inovatif, Kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-674484318478960952?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/674484318478960952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=674484318478960952&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/674484318478960952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/674484318478960952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/10/my-decision.html' title='My Decision'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-1479482224377472847</id><published>2010-10-08T16:51:00.000+07:00</published><updated>2010-10-08T16:55:42.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islamia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Peci Putih</title><content type='html'>Laki – laki tua itu mengayunkan cangkulnya. Dengan baju atasan batik lusuh yang sudah beralih tugas dari ”baju kebanggaan” menjadi ”baju dinas” untuk kesawah, bapak itu tampak serius dan menikmati setiap ayunan cangkul di kebon tanaman hias di samping rumahnya. Sebagai warga asli betawi, tanahnya luas, tak khawatir seperti puluhan ribu orang yang tinggal di pinggir – pinggir kali di tempat lainnya di sepanjang Jakarta, dalam bilik – bilik triplek yang jauh dari kesan layak. Di kepalanya, nongkrong sebuah peci putih yang membuatnya tetap lekat dipanggil ”Pak Haji”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut waktu lain, dua orang tampak bercakap – cakap. Yang satu penuh selidik sedikit serius, lawan bicaranya tampak santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Heh, jadi ente sudah pernah umroh ke tanah suci?” &lt;br /&gt;”Iya sudah, alhamdulillah. 3 kali ketika masih di sana”&lt;br /&gt;”Hajian hajian (berhaji-pen)?” tanyanya tampak lebih penasaran dan menanti jawaban secepatnya.&lt;br /&gt;”Alhamdulillah...” Jawab lawan bicaranya pelan sambil melempar pandangan dingin.&lt;br /&gt;”Wah, ane panggil ente Bang Haji dong ya. Kok enggak bilang-bilang sih. Temen juga ada tuh, sewaktu kuliah mesir, jadi kuli haji. Bisa hajian, dibayari lagi” Ungkapnya bersemangat tanpa melihat kejengahan muka lawan bicaranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mas, haji itu kan ibadah mas, bukan buat nambah gelar” jawab rekannya sedikit memotong kalimat yang tak juga selesai, tanpa peduli juga bahwa yang diajaknya bicara bukanlah Mas – Mas orang jawa, tapi Abang- Abang orang betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melanjutkan ”Mestinya kita paham dulu untuk apa berhaji, untuk menambah pahala atau menambah gelar. Tetangga saya di kampung pernah ada yang marah, beberapa bulan setelah pulang berhaji, seorang tetangga lainnya kelupaan memanggil nama ”jadulnya” ketika belum jadi Bu Haji. Wah, ngamuk dia. Dia bilang saya kan haji mahal – mahal, enak saja panggil orang tanpa gelar” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba – tiba si kawan yang betawi menimpali”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ade juga tuh yang teriak...nama gua ilang 30 juta.....” Katanya mengisahkan orang yang tidak dipanggil dengan gelar hajinya, mengibaratkan sia – sia saja uang ongkos haji 30 juta besarnya. Wah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tergelak sebentar untuk kemudian terdiam. Entah apa yang ada di fikiran kami. Tampaknya ada yang tidak beres. Ada orang berhaji untuk melihat bangunan ka’bah, bukan menuruti syari’at. Ada yang orang yang berangkat haji lantaran ”tidak enak” seluruh tetangganya sudah berhaji. Ada orang yang ”ketagihan berangkat haji” setiap tahunnya, padahal ada puluhan ratusan orang lapar di sekitarnya setiap tahunnya. Ada orang yang sepulang haji tampak lebih berilmu dari ustadz yang mengaji puluhan tahun lamanya tapi belum pernah ke tanah suci. Ada yang orang yang sudah berhaji, dan untuk membuktikan ke-haji-annya mesti selalu ditempelkan huruf H didepan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Pak Haji tampak lebih penting dari inti ibadah haji itu sendiri. Panggilan Bu Haji tampak lebih mahal dari mahalnya pahala itu sendiri. Panggilan Haji tampak lebih mulia dari kemuliaan menyembunyikan amal baik itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua terus terdiam..... tak tahu harus bagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Oktober 2010&lt;br /&gt;29 Syawal 1431&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-1479482224377472847?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/1479482224377472847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=1479482224377472847&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1479482224377472847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1479482224377472847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/10/peci-putih.html' title='Peci Putih'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6957848677803744099</id><published>2010-08-17T15:08:00.001+07:00</published><updated>2010-08-17T15:10:00.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tangandiatas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas'/><title type='text'>What I feel like and Expressing (WIFLE): Seni Curhat Berkualitas</title><content type='html'>Istilah WIFLE biasanya digunakan ketika sedang bermastermind. Isinya apa yang dalam beberapa hari setelah pertemuan terakhir kita rasakan, yang menyenangkan dan tidak, dan ekspresi apa yang ingin disampaikan. Semuanya bertujuan agar seluruh unek-unek yang ada di kepala kita, keluar dengan sempurna, lalu fokus bisa kita alihkan ke arah yang lebih positive di hari mendatang. WIFLE juga bisa dikatakan proses yang memungkinkan seseorang mengekspresikan ide, pemikiran dan pendapat. WIFLE menjadi sangat bermanfaat karena hanya dan hanya disampaikan dalam keadaan ”terkendali”, jelas tujuannya, dan terang benderang disampaikan kepada sahabat yang telah kita percaya (trusted friends). Trusted friends ya sahabat MasterMind kita itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Proses Curhat Berkualitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lazimnya, semua orang ingin dianggap dirinya penting, bagi siapa saja. Penting diperhatikan, dengar dan tataplah mata orang yang sedang melakukan WIFLE ketika bermastermind. Jelas, gesture mendengar dan menatap ini akan sangat membantu si pencerita memaksimalkan wifle-nya. Posisi duduk sebaiknya melingkar agar tatapan tidak terhalang satu dan lainnya, tapi fokus kepada satu orang yang bercerita. Pendengar shouldn’t, tidak harus, sebaiknya tidak memotong ketika orang tersebut masih menyampaikan WIFLE-nya. Biarkan saja. Yang perlu dilakukan adalah melakukan aturan main di awal, berapa lama seseorang bisa menyampaikan wifle-nya. 5 menit, 10 menit, 15 menit? Terserah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran setiap orang pastinya memiliki masalah yang berbeda – beda, kadar yang tidak sama dan penyelesaian yang beragam pula, rasanya WIFLE bisa dijadikan alternatif bagi yang hobinya curhatan. Hanya curhatan kali ini bukan asal curhat, tapi curhat yang berkualitas......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Mencoba&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6957848677803744099?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6957848677803744099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6957848677803744099&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6957848677803744099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6957848677803744099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/08/what-i-feel-like-and-expressing-wifle_17.html' title='What I feel like and Expressing (WIFLE): Seni Curhat Berkualitas'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5885205677385247866</id><published>2010-08-16T10:10:00.000+07:00</published><updated>2010-08-16T10:46:44.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islamia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>Robi'ah Adawiyah: Sukakah Tuhan dengan keadaanku?</title><content type='html'>Bertanya kepada Tuhan: Ya Alloh, sukakah engkau dengan apa yang kujalani? mungkin pertanyaan terjarang dari lembar demi lembar kehidupan yang dijalani. Bisa jadi betul, meski tidak mewakili kebenaran secara utuh. Banyak orang saleh yang betul - betul memperhatikan "kesukaan" Tuhan pada dirinya. Dalam keadaan apa? senang, sedih, kelebeihan kekurangan, semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak saja kisah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Rabiah al-adawiyah yang masa itu menjadi budak lantaran kriminalitas di kota Bashra yang sangat tinggi keluar untuk membeli sesatu. Di tengah jalan, lagi-lagi dikejar-kejar orang jahat. Rabiah pun berlari kocar-kacir dan terseok-seok hingga badannya berdarah-darah. Rabiah pun selamat sampai di rumah. Apa daya, pergelangan tangannya patah. Rabiah pun berdoa:Ya Alloh, lihatlah diriku yang papa, dan menjadi budak ini. Begitu penuh derita. Dan hari ini tanganku patah. Tapi aku ingin bertanya kepada-Mu, sukakah engkau dengan keadaanku ya Alloh?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah adanya. Rabiah terus saja bertanya kepada penciptanya, apakah Tuhannya ridho dengan keadaanya, apakah penciptanya senang dengan keadaannya saat itu. Rabiah tidak menafikan penderitaannya, tapi bukanlah penderitaan yang difikirkan, melainkan Tuhannya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang memiliki sifat senang ketika rejeki berlimpah, Tuhannya tampak memberikan kasih sayang kepadanya, biasanya mengatakan "Tuhanku maha pemurah". Dan ketika keadaan tiba-tiba berubah, Rizqi tiba-tiba terasa terbatas, kasih sayang seakan menjauh, diapun berkata "Tuhan tidak menyayangiku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sifat Tuhan itu ada, sebelum segalanya ada, dan ada,setelah semuanya tiada. Dzat yang kekal, everything and everlasting. Duhai Robb, sukakah Engkau dengan keadaanku saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang 6 Ramadhan 1431 H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5885205677385247866?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5885205677385247866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5885205677385247866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5885205677385247866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5885205677385247866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/08/robiah-adawiyah-sukakah-tuhan-dengan.html' title='Robi&apos;ah Adawiyah: Sukakah Tuhan dengan keadaanku?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2640849175951009693</id><published>2010-08-15T07:58:00.000+07:00</published><updated>2010-08-15T07:59:45.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Bebas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Menikmati Gorengan</title><content type='html'>Iseng – iseng memenuhi permintaan seorang sahabat yang hobi abis sama kuliner, terbersit saya menulis makanan yang kalau di-tenses dalam sebuah kalimat, harus menggunakan kata have been. Have been artinya telah dan sedang berlangsung, dan masih akan berlangsung. Hehe. Terus terang memang iya. Bahkan sejak saya mendapatkan seorang istri yang mengharuskan saya bergaya hidup instant ala kota besar, kebiasaan bawaan “kampong” saya masih belum berubah. Saya masih saja menyukai gorengan ketimbang pizza, masih menyukai rujak ulek ketimbang saos sambal panasnya KFC, dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gorengan, di beberapa referensi yang saya tulis ternyata menakutkan juga ya. Bayangkan saja, di sana tertulis: Gorengan, enak tapi mematikan atau Gorengan, bikin lemak baik jadi jahat. Waduh…padahal sudah tak terhitung berapa kilo gorengan masuk ke dalam tubuh saya, tentu plus lemak – lemaknya, dalam sekian tahun kegemaran saya terhadap makanan yang enaknya memang “ngujubile” ini, bagi lidah saya yang saya paham, ndeso.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana ya, terus terang hati ini tidak bisa lepas. Jika anda lewat di Jl. Karang Tengah, kalau dari kebayoran lama, fly over Ciledug berarti belok kanan, sedangkan kalau datang dari arah tangerang, fly over belok kiri, cobalah sebuah “gerobak” gorengan di seberang RS Bhakti Asih. Tidak tepat di seberangnya, tapi kira – kira 20 meter sebelumnya, di depan Bioskop mini di sana. Saya menemukannya secara tidak sengaja, eh tidak tahunya rasanya cocok. Rasanya gurih sekali, meski dari sini agak sangsi, mungkin lebih banyak diberikan penyedap ya? Ah tak tahu juga. Yang pasti, ketika lewat, hamper senantiasa tidak bisa dilewatkan untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya ingin Tanya sekarang, bagaimana cara menikmati gorengan tanpa takut kebanjiran lemak yang mematikan??? Please help me..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2640849175951009693?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2640849175951009693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2640849175951009693&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2640849175951009693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2640849175951009693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/08/menikmati-gorengan.html' title='Menikmati Gorengan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3769577700374192507</id><published>2010-08-13T07:41:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T09:24:34.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ramadhan'/><title type='text'>The way we celebrate "Ramadhan"</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..ini beresiko, bathin saya. Beberapa tulisan saya, baik repost maupun baru, terus terang kurang mendapat tanggapan yang bagus, jika dibuat dengan judul berbahasa inggris. Yah, resiko tinggal di sebuah negara yang Bahasa Inggrisnya masih menjadi Foreign Language (Bahasa Asing), bukan Second Language (bahasa kedua), apalagi National Language (Bahasa Negara). It's oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentang bulan suci, bulan Ummatnya Nabi Muhammad SAW. Dalam 31 tahun usia saya, telah hampir 25 kali saya berpuasa, dengan asumsi saya latihan puasa sejak usia 6 tahun. Saya pernah menjalani bulan suci ini di tiga tempat dengan nuansa dan gaya berbeda pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama adalah masa kecil, saya berpuasa di tengah - tengah keprihatinan. Sampai beberapa tahun lewat masa baligh, puasa tetap begitu - gitu juga. Buka pakai degan belakang rumah, pakai sayur metik di samping rumah. Sahur? ya pakai buka'an tadi sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua di Saudi Arabia. Saya berpuasa di tengah - tengah negara yang qanuunnya menggunakan cara Islam. Untuk Ibadah, di sana segalanya difasilitasi. Buka pakai susu, nasi khabsah plus ayam seperempat, ditambah buah segar. Saya ingat, lepas ramadhan berat badan saya naik 7 kg...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir masa sekarang. Saya berpuasa di tengah masyarakat kota semi hedonis yang mementingkan life-style ketimbang esensi. Puasa adalah kerudung, perayaannya adalah Sahur on The road. Tidak semua sih tapi ada saja yang demikian. Saya merasa ada di sebuah negara yang baru terbangun dari tidur panjang dalam kerangkeng. Semua orang bebas, sebebas - bebasnya. Boleh puasa boleh tidak. Boleh hormat kepada yang berpuasa boleh juga tidak. Suka - suka saja. The rule is no rule. Freedom is freedom itself.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin saya kenang adalah masa sekarang. Saya ingin mencatat beberapa cara orang "kita" merayakan puasa... Ini dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Warteg dan warung makan: Harusnya mereka pasang bendera setengah tiang juga. Tanggung sih. Hari pertama puasa, beberapa dari mereka tutup. Closed. Hari kedua setengah tutup. Malu - malu closed istilahnya. Ditutup tapi dibuka, dibuka tapi ditutup. Pintu setengah ditutup, dipasang tirai yang seolah mengatakan "Kami Tetap Buka Siang Hari Selama Ramadhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Remaja Tanggung: Petasan. Saatnya juga menjalin asmara subuh. Petasan itu biar terlihat gagah, berani. Karenanya semakin kencang bunyi petasannya, semakin keren kelihatannya. Syukur bisa "menyantap" kaki orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Toko Baju: Singkat saja. Nah...saatnya panen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aktivis Islam: Saatnya memperkaya diri. Saatnya berbenah. Sebenarnya juga saat yang tepat untuk mempererat ukhuwah antar aktivis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Masjid: Pasti dicat, kinclong wangi abis. Malam pertama penuh, kedua jamaah nambah, ketiga masih konsisten dan konsekwen, sampai malam kesepuluh tinggal separoh. Malam kedua puluh berangsur normal, malam menjelang ditinggal Romadhon penuh lagi....&lt;br /&gt;Salam perpisahan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just in case sobat..masih banyak selebrasi lain ala kita..share di sini saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3769577700374192507?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3769577700374192507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3769577700374192507&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3769577700374192507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3769577700374192507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/08/way-we-celebrate-ramadhan.html' title='The way we celebrate &quot;Ramadhan&quot;'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5783846959236136068</id><published>2010-04-01T12:49:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T12:53:05.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Ternyata Aku Tidak Kehilangan Segala - galanya</title><content type='html'>Seorang laki – laki mendatangi kawannya yang bijak.&lt;br /&gt;“Hhhhhhhhhhhhhh….” Desah kawannya yang tampak muram dan nafas berat.&lt;br /&gt;“Aku telah kehilangan segala - galanya,”  Lanjutnya&lt;br /&gt;Si bijak menjawab ”Aku turut berduka atas meninggalnya istrimu” Mendengar perkataan itu, laki – laki tersebut tercengang  dan berkata “Siapa yang bilang istriku meninggal? Istriku masih hidup dan Alhamdulillah sehat”&lt;br /&gt;“Kalau begitu aku turut prihatin karena kanker ganas menggerogoti tubuhmu” Lanjut si bijak&lt;br /&gt;“Aku tidak sakit kawan” kilahnya&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaan anakmu yang paling besar? Apakah dia masih mengkonsumsi narkoba?” kata sibijak sedikit menyelidik.&lt;br /&gt;Dengan marah laki – laki tadi menjawab” Jangan sembarangn berkata begitu. Anakku sama sekali tidak menyentuh narkoba. Dia pemuda patuh yang taat beragama lagi berprestasi”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si bijak berkata lagi “Lantas apakah anda sudah menemukan putri anda yang paling besar?ataukah dia masih kabur dari rumah bersama pacarnya?”&lt;br /&gt;“Wahai bijak, sepertinya yang engkau maksud adalah orang lain. Sebab, putriku tidak pernah lari dari rumah. Justru sebaliknya, ia sangat bahagia dan taat beragama dan sebentar lagi akan menikah”&lt;br /&gt;Si lelaki kemudian mendatangi kawannya dan menatap dalam – dalam seraya berkata “Aku sangat menghormatimu karena engkau digelari si bijak. Tapi ucapanmu tadi tidak wajar. Apa yang engkau ucapkan tadi tidak satupun terjadi dalam hidupku atau keluargaku. Au penasaran, kenapa anda berkata demikian?”&lt;br /&gt;Si bijak pun berkata”Mari kita ulangi lagi apa yang engkau utarakan. Menurutmu istrimu masih hidup dan sehat, anakmu patuh pada agama dan berprestasi, putrimu juga demikian, bahkan sebentar lagi menikah. Semua anak anda baik – baik saja. Bukankah demikian??”&lt;br /&gt;“Ya Alhamdulillah” jawab si lelaki.&lt;br /&gt;Si bijak pun bertanya “lantas, anda kehilangan apa?”&lt;br /&gt;Orang itu menjawab “Aku kehilangan pekerjaan dan usahaku bangkrut dan sekarang menanggung hutang”&lt;br /&gt;“Apakah itu berarti kehilangan segala – galanya?” Tanya si bijak dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;“Tidak,” jawab si lelaki “Insya Alloh aku akan bangkit dan mendapatkan pekerjaan serta usaha yang lebih baik lagi”&lt;br /&gt;Prolog: Seringkali kita terkonsentrasi pada pikiran – pikiran negative yang menyebabkan pandangan dan tingkah laku kita menjadi negative, seberapa positive pun dunia di luar sana. Tuhan menciptakan alam, gunung, lautan, angkasa, tata surya, langit dan matahari dengan kuasa dan keajaiban yang begitu teratur dan terencana. Tak satupun tersia – sia pada setiap usaha kita. Alam semeta begitu luas, kaya dan indah untuk kita nikmati dan manfaatkan dalam mengarungi kehidupan ini….Selamat Berbahagia, apapun kondisi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Hamba Alloh&lt;br /&gt;Sebarkan tulisan ini untuk mendapatkan energi positif mengalir dalam diri anda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5783846959236136068?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5783846959236136068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5783846959236136068&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5783846959236136068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5783846959236136068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/03/ternyata-aku-tidak-kehilangan-segala.html' title='Ternyata Aku Tidak Kehilangan Segala - galanya'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-870727544561785597</id><published>2010-03-26T08:06:00.000+07:00</published><updated>2010-03-26T08:41:16.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komunitas'/><title type='text'>Komunitas Tangan Di Atas (TDA)</title><content type='html'>Oleh : Lufiel Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada istilah leksikal, komunitas bisa diartikan sebagai sebuah, sekelompok orang dengan ide dan gagasan yang sama, bersama secara sosial mewujudkan gagasannya dalam wadah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada praktiknya, gagasan komunitas banyak dimanfaatkan untuk mobilisasi, bahkan kepentingan sebuah kelompok. Ini tren. Di partai politik misalnya, orang yang kecewa dengan parpol lama biasanya segera mendirikan komunitas atau parpol baru. Alih - alih untuk kepentingan orang banyak, seluruh warna (baca: gagasan), biasanya tidak didasarkan pada gagasan yang sama layaknya definisi komunitas seperti dijelaskan di paragraf awal. Di sini, terciptalah leader dan follower yang berpotensi menciptakan gap (jarak). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat komunitas yang menjadi wadah atas samanya ide - ide seluruh komponennya, menjadi pembeda yang nyata, apakah komunitas tersebut efektif sesuai jalur atau tidak. Sebuah parpol bisa saja merupakan atau mengklaim diri sebagai sebuah komunitas. Faktanya, peran leader yang terlalu dominan membantah klaim tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anda yang belum mengenal komunitas Tangan Di Atas, biasa disebut TDA, bisa anda kenal lewat situs www.tangandiatas.com. Sederhana saja, dengan member lebih dari 10,000 dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, dengan perkembangan jumlah member selalu 100% setiap tahunnya (2 kali lipat), komunitas ini juga 100% di-drive (dikendalikan) oleh kebersamaan membernya. Tanya kenapa? jawabannya lantaran seluruh komponen memiliki satu gagasan yang sama. Entrepreneurship untuk Indonesia yang lebih baik. Hampir tidak ada beda yang nyata antara Presiden (ketua umum) dengan member baru sekalipun. Tidak ada beda dalam komunitas, yang sudah berpendapatan 5 milyar maupun "hanya" 5 juta. Yang sudah besar ngayomi dan menghargai yang baru belajar atau masih kecil, yang masih kecil, menghormati yang sudah lebih dulu besar. Secara ritmis, bergerak pelan, tertata, tahap demi tahap, disuntik semangat dan kebersamaan ribuan member lainnya yang secara kontinyu menyumbang ratusan artikel berharga, acara - acara re-edukasi bisnis, ditandai dengan tingginya trafik harian milis tersebut (tangandiatas@yahoogroups.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun tidak ada gading yang tidak retak, anda yang memiliki gagasan serupa, minimal mirip, yaitu tentang entrepreneurship dan kebersamaan, bisa menjadikan komunitas ini sebagai alternatif utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Milad IV TDA....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Ketua TDA Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-870727544561785597?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/870727544561785597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=870727544561785597&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/870727544561785597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/870727544561785597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2010/03/komunitas-tangan-di-atas-tda.html' title='Komunitas Tangan Di Atas (TDA)'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-1582853011192814997</id><published>2009-12-11T17:02:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T17:04:05.957+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Menyerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>7 Terima Kasih Saya Hari Ini...</title><content type='html'>1. Terima Kasih ya Tuhan...aku masih Engkau berikan nafas&lt;br /&gt;2. Terima Kasih ya Tuhan...aku masih Engkau berikan kesempatan menikmati hangat matahari&lt;br /&gt;3. Terima Kasih ya Tuhan...telingaku masih mendengar dengan baik&lt;br /&gt;4. Terima Kasih ya Tuhan...mataku masih melihat dengan baik&lt;br /&gt;5. Terima Kasih ya Tuhan...hidungku masih mencium dengan baik&lt;br /&gt;6. Terima kasih ya Tuhan...lidahku masih berbicara dengan baik&lt;br /&gt;7. Terima kasih ya Tuhan...kulitku masih merasa dengan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan terima kasih di atas, bukanlah candaan. Ini adalah tahap kedua yang disarankan oleh sebuah situs mastermind. Tahap kedua dari 7 tahap Manifesting your dreams (bagaimana merealisasikan mimpi kita). Tahap pertama adalah Defining Your Dream atau Menentukan dengan jelas apa mimpi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah tahap kedua adalah Gratitude atau Ungkapan terima kasih. Uniknya, seperti disarankan....karena banyaknya hal yang patut kita syukuri, maka kita disarankan mencatat 7 hal yang baru dan wajib atau patut kita syukuri setiap harinya. Apakah mata yang normal, hidung yang masih mencium bau2 an dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran lainnya, usahakan ini dilakukan setiap hari dan ditulis (written down). Dan dalam 21 hari pertama, usahakan tidak menduplikasi apa yang sudah ditulis sebelumnya. Luar Biasa. Mungkin ini yang akan membentuk otot syukur dan ikhlas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiknya, ketika mengucapkan 7 rasa syukur itu, disarankan menggunakan jeda (pause), menarik nafas, menutup mata, tersenyum lalu bisikkan dengan tulus... "Terima Kasih atas ini.....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;Nothing Changes When Nothing Moves - Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YM ; lelhakeem&lt;br /&gt;www.just-lutfiel.blogspot.com&lt;br /&gt;www.just-lutfiel.posterous.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-1582853011192814997?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/1582853011192814997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=1582853011192814997&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1582853011192814997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1582853011192814997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/12/7-terima-kasih-saya-hari-ini.html' title='7 Terima Kasih Saya Hari Ini...'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5356605443514120439</id><published>2009-12-09T11:52:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T11:54:59.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Menyerah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>What Are They Learning from You, Good or Bad?</title><content type='html'>Pagi ini saya membuka twitter. Sebagai sarapan, untuk menambah amunisi semangat yang dinamis, saya mengutip twittie dari Barbara Saylor, penulis dan motivator....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everyone is someon to learn from,What are they learning from you, good or bad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari - hari kita mengejar ilmu, berpuluh buku kita cari dan baca, berpuluh guru kita datangi dengan maksud belajar dan mengerti bagaimana menjalani hidup dengan paripurna. Tak terasa, pertanyaan yang begitu sederhana ini sangat patut dialamatkan kepada kita semua : What are they learning from you?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menjadikan setiap hal di sekitar kita, setiap orang yang kita temui, menjadi guru (kehidupan), kini berganti kita ditanya : Apa dong yang bisa kita ajarkan (tinggalkan sebagai ilmu) kepada orang - orang yang kita temui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar adanya jika orang lebih banyak memberi contoh (berkata, menginstrusikan, memberikan arahan), ketimbang menjadikan dirinya sendiri sebagai "kalimat berjalan, kata yang tak terucap, atau istilahnya walking wisdom". Menjadikan diri kita walking wisdom berarti membiarkan orang lain belajar banyak dari kita. Menjadikan diri kita Obyek yang dari obyek tersebutlah, banyak hal dipetik ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Good or Bad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini yang paling penting. Sebagai obyek, kita dipelajari sedemikian rupa, diambil dari pelbagai sudut pandang, baik atau buruknya. Baik artinya orang mendapatkan manfaat, kita bisa mendapatkan pahala lantaran membuat setidaknya orang berfikir berbuat baik. Buruk, artinya orang tidak mendapatkan manfaat, dan jika orang lain melakukan hal yang sama, pulsa dosa kita yang bertambah. Meski yang melakukan orang lain, tapi dosa itu kitalah inspiratornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana yang akan kita pilih? Your turn to answer...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;YM : lelhakeem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5356605443514120439?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5356605443514120439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5356605443514120439&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5356605443514120439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5356605443514120439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/12/pagi-ini-saya-membuka-twitter.html' title='What Are They Learning from You, Good or Bad?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-6470782946668729786</id><published>2009-09-18T08:54:00.001+07:00</published><updated>2009-09-18T09:53:24.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Menyerah'/><title type='text'>(Bukan) Titik Nadir</title><content type='html'>Titik nadir, seringkali digunakan sebagai sebuah istilah keadaan pada level terbawah, dasar atau kerak. Rasanya tidak ada yang lebih rendah lagi dari titik nadir. Mentok, tidak ada lagi. Beberapa kali, saya mendengarnya dari kawan, maupun angan - angan fikiran saya sendiri ketika berada dalam sebuah keadaan yang lemah tiada daya. Mayoritas yang mengatakan (mungkin termasuk saya) titik nadir dikonotasikan pada keadaan "uang", keadaan kepemilikan benda dan dunia. Saya berada pada titik nadir, artinya ini keadaan terburuk sepanjang hidup saat saya tidak lagi memiliki cukup uang, bahkan memiliki banyak hutang. Meski begitu, beberapa kali saya mendapati cerita - cerita mengenai titik nadir yang, dikiaskan dalam kehidupan rohani atu non - benda. Misalnya merasa sepi, merasa tidak ada prestasi, minder yang keterlaluan dan sterusnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha tidak menggunakan istilah ini sebagai penggambar keadaan diri, apapun kondisinya, senadir apapun. Insya Alloh tidak.Meski tidak, saya juga tidak menafikan kalau yang sedang saya alami, memang masalah yang menghimpit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berfikir itu harus simple" kata seorang kawan&lt;br /&gt;"You are what you think" kata filsuf&lt;br /&gt;"Tuhan ada pada persangkaan hamba - Nya" Kata sang Nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama - Nya, tidak boleh menganggap masalah ini ringan, tetapi harus optimis menanggap masalah sebesar apapaun akan selesai, bahkan terkadang dengan cara yang amat sederhana. Harus yakin kalau yang membuat rumit, kadangkala fikiran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Menyerah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Hari sebelum Lebaran 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-6470782946668729786?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/6470782946668729786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=6470782946668729786&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6470782946668729786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/6470782946668729786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/09/bukan-titik-nadir.html' title='(Bukan) Titik Nadir'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3070000045163397736</id><published>2009-09-16T15:02:00.000+07:00</published><updated>2009-09-16T15:03:50.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>How to write a powerful sales letter</title><content type='html'>by Peter Geisheker, professional sales letter copywriter (920) 471-1638&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To write a successful sales letter, there are several strategies you should use:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  At the top of your sales letter, use a strong headline that states the most important benefit you are offering. This headline should be bold and a larger font size than the font size you use for the body text in your sales letter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  When writing your sales letter, use a friendly conversational style. Do not try to write "corporate" where you use large words and try to impress your prospects with your command of the English language. All that does is turn people off. Instead, write your sales letter as if you were talking to your best friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3.  Your sales letter needs to explain the benefits your potential customer will receive. Understand that everybody cares about one thing in life - "What’s in it for me?" Put yourself in your customer’s shoes and ask yourself, "If I was receiving this letter, why would I want to buy the product or service being sold? What’s in it for me?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Ask your prospect to take action such as to call you for more information, to visit your website, to complete and order form and mail you a check, etc. If you do not ask your prospects to take action, they won’t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Include testimonials from customers. Testimonials are one of the most powerful sales tools available, so always include at least one testimonial in your sales letters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Use a P.S. in your letter and restate your most power benefit and sales offer in it. Most people will read a P.S. first before reading the sales letter, so it is important to make your P.S. have a very strong sales message and a call to action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Make sure to include all of your contact information - telephone number, fax number, email address, postal address, and your website address.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Make your envelope "lumpy" by enclosing a small, inexpensive free gift. Make sure the gift has your company name and contact information on it and that the gift is something a person would want to keep - such as a nice pen, a good highlighter, etc. And, the promo gift should have your company information on it – your company name, phone number, and website address.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you need help creating a powerful sales letter, brochure, press release, website or other marketing materials, please contact The Geisheker Group, Inc. by calling (920) 471-1638 or send us email by clicking on the following link:&lt;br /&gt;http://www.marketing-consulting-company.com/contact.htm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To view all of the different marketing services we provide, please visit&lt;br /&gt;http://www.marketing-consulting-company.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Your Success!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Geisheker&lt;br /&gt;CEO&lt;br /&gt;The Geisheker Group Marketing Company&lt;br /&gt;"We don't help you compete, we help you dominate"&lt;br /&gt;(920) 471-1638&lt;br /&gt;Fax: (920) 491-9090&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copas from : http://www.marketing-consulting-company.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3070000045163397736?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3070000045163397736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3070000045163397736&amp;isPopup=true' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3070000045163397736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3070000045163397736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/09/how-to-write-powerful-sales-letter.html' title='How to write a powerful sales letter'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8654630153736725363</id><published>2009-09-16T09:35:00.000+07:00</published><updated>2009-09-16T10:02:23.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Menyerah'/><title type='text'>KPK - ku : Jangan Menyerah ...</title><content type='html'>Dunia, seperti dinukil dalam kitab suci, diciptakan padanya sesuatu yang berpasangan. Mengerti ('Alim) dan Berkuasa, itulah sifat Tuhan yang pantas untuk penciptaan berpasangan ini. Ada siang, dipasangkannya dengan malam. Ada laki - laki dipasangkannya dengan perempuan, ada baik dipasangkannya dengan buruk. Lalu? Ada Kesuksesan, dipasangkan - Nya dengan KEGAGALAN. Ada kemujuran, dipasangkannya dengan KEMALANGAN!!. Kita di berbagai sisi kemanusiaan kita, dari sudut pandang manapun, hanya bisa "menerima" karena Dia telah berkehendak. Kita berharap, tapi bukan kita yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah memutuskan membuka rubrik " JANGAN MENYERAH" ini, sebuah kabar duka menggelayut. Hampir air mata saya jatuh. 2 petinggi KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Waluyo, ditetapkan sebagai TERSANGKA oleh mabes Polri setelah mengalami 11 Jam pemeriksaan. Stasus mereka berubah dalam beberapa jam saja, dari saksi menjadi tersangka. Suatu kisah sedih, karena publik Indonesia, yang peduli dengan tingginya harapan "menyapu bersih" koruptor dan antek - anteknya paham, KPK lah harapan satu - satunya saat ini. POLRI, Kejaksaan, Mahkamah Agung, semuanya sudah berubah menjadi alat termudah meloloskan berbagai tersangka korupsi. Ironisnya, dua petinggi tersebut dijadikan tersangka karena diduga melanggar UU yang terkait dengan tindakan "menyalahgunakan wewenang atau sewenang-wenang memakai kekuasaannya memaksa orang untuk membuat, tidak berbuat atau membiarkan barang sesuatu atas penetapan keputusan bepergian ke luar negeri atas nama Joko Chandra dan penetapan keputusan pelarangan berpergian ke luar negeri atas nama Anggoro Widjaja". Anda tahu siapa Joko Chandra dan Anggoro Widjaja? Tersangka Koruptor yang meloloskan diri dari jerat hukum!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, kerja KPK selama ini begitu indah memorinya, begitu memberikan angin segara dalam keterpurukan dan keputusasaan akan budaya laten korupsi di negeri ini. Dari penangkapan berbagai pengusaha korup, sampai anggota DPR, hingga yang paling menghebohkan adalah besan Presiden SBY yang sedang berkuasa : Aulia Pohan. Tak disangka, KPK yang semula dipandang sebagai lembaga remeh temeh, dan diprediksi sama kerdilnya, mampu membuka mata banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konspiasi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari kematian pengusaha, bos PT RNI seusai bermain golf, Nasrudin Zulkarnain, kita dikejutkan dengan ditetapkannya Antasari Azhar (ketua KPK) yang terkenal simple, tegas dan tidak banyak cing cong ketika bekerja, sebagai tersangka. Tuduhannya tidak main - main : Tersangka Otak Pembunuh. Tuntutannya pun tidak main - main : Hukuman Mati!! Hanya selang beberapa bulan, dalam kasus berbeda seperti diceritakan di atas, dua orang petinggi KPK (Chandra dan Bibit) menjadi tersangka pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN MENYERAH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satukan kata, satukan visi, tetapkan langkahmu. Perjuangan memerangi tiran nan jahat memang berat, perlawanan terhadap angkara memang penuh onak dan celaka. Namun Surga Tuhan telah dijanjikan bagi orang - orang yang berjuang di atas jalan - Nya. Jalan kebenaran, jalan yang hakiki. Kejahatan, seberapapun besarnya ia, akan ditumpas sepercik kehebatan putihnya cahaya kebenaran. Syaitan yang terkutuk, seberapapun iblisnya, akan takluk dengan hati yang teguh dan penuh nuansa ketuhanan. Engkau (KPK) berjuang pada jalan - Nya. Aku mendukungmu dengan sepenuh jiwa raga ini. Jangan menyerah, karena esok dan masa - masa datang, anak - anak kitalah yang akan meneruskan perjuangan darah dan waktumu, andai tak kau tuntaskan sekarang. Jangan menyerah, karena anak - anak kitalah yang akan menikmati manisnya keringatmua, andai berhasil kau kalahkan taghut - taghut konspiratif itu!!! JANGAN MENYERAH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8654630153736725363?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8654630153736725363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8654630153736725363&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8654630153736725363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8654630153736725363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/09/kpk-ku-jangan-menyerah.html' title='KPK - ku : Jangan Menyerah ...'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-2133452346538921752</id><published>2009-09-16T09:09:00.000+07:00</published><updated>2009-09-16T09:54:16.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jangan Menyerah'/><title type='text'>Jangan Menyerah........</title><content type='html'>Kalimat ini muncul begitu saja, pada hari - hari menjelang Lebaran 1430 H. Jujur, lebaran tahun ini mungkin ujian terbesar dari sisi keuangan. Antara kesabaran dan kenyataan. Sebagai seorang muslim yang berusaha baik, terbersit niat untuk betul - betul mengetahui makna ucapan "Bukanlah eid itu bagi yang berpakain baru / mewah, melainkan bagi yang keyakinan hidupnya bertambah". Bukan ingin menjadikan kekurangan finansial sebagai excuse, tapi minimnya persiapan menjelang ramadhan saya tengarai menjadi salah satu sebab "tidak cermatnya" saya menangkap bulan suci tahun ini. Kesabaran dicoba dipupuk sedemikian rupa, biar bak bunga rampai yang makin memperindah tamannya. Meski ada kala tertancap duri ketika menata, adakalanya tetap mengeluh dan berkesah, adakalanya menghela nafas tanda jengah, saat yang dinanti tak jua datang, saat yang diimpi tak jua tercapai. Kenyataan karena tahun ini, saya sudah memiliki seorang istri dan sepasang anak kembar yang ingin diperlakukan seperti istri dan anak lainnya (maksudnya seperti istri dan anak - anak orang lain...). Karenanya, segalanya harus mulai distandarkan berdasarkan sudut pandang dan mungkin preferensi "mereka", bukan lagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat - saat inilah, saya merasa hari - hari terberat sepanjang hidup (meski dahulu seingat saya, pernah pula berkata demikian). Berat untuk dijalani, berat untuk diterima. Namun ternyata, Alloh tidak tidur, barang sekejap. Tubuhku masih sehat, badanku masih kuat, otakku masih normal bekerja. Dan semua yang aku miliki, aku sadari ternyata masih begitu sempurnanya. Aku hanya ingin mengatakan, aku belum habis, aku belum kalah. Tidak seharusnya rintangan sekecil ini (karena aku yakin ada banyak rintangan yang lebih dahsyat lagi di masa datang), menjadi peredup Obor Impian yang sudah kupantik apinya. Tak pantas rasanya. Aku akan berhasil, aku tidak akan menyerah, hingga berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebait kalimat di ataslah yang membuat saya menulis judul posting ini : JANGAN MENYERAH. Dan Insya Alloh, mulai saat ini, rubrik Jangan Menyerah akan senantiasa hadir sebagai bentuk perlawanan kepada kemurungan hidup, kepada "kemalangan", sebagai terapi atas kegagalan, sebagai penjemput keberhasilan yang kian dekat. Saya ingin menyemangati diri sendiri, dan orang lain. Rubrik dan judul ini akan menjadi rubrik unggulan dengan latar cerita keluhan dan perasaan serta pengalaman menyelesaikannya, yang saya alami sendiri, sampai berhasil nanti secara finansial dan pribadi. Tidak menutup kemungkinan, menceritakan kepahitan - kepahitan orang lain, yang tetap bermuara pada "Perlawanan" dan "Keberhasilan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO.............JANGAN MENYERAH!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-2133452346538921752?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/2133452346538921752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=2133452346538921752&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2133452346538921752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/2133452346538921752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/09/jangan-menyerah.html' title='Jangan Menyerah........'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8519202205408382121</id><published>2009-09-02T11:48:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T15:08:44.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Membuka Bisnis itu Mudah, kalau Mengurusnya?</title><content type='html'>Apa kabar sahabat? semoga baik - baik saja. Sebagian kita dalam milist ini (milist TDA) sangat terobsesi dengan cerita - cerita dahsyat dan luar biasa yang amat memancing jiwa muda yang bersemangat untuk segera action. Sebagian lain, sudah kapalan, bertahun - tahun menjalani bisnis. Jatuh - Bangun - Jatuh - Bangun persis lagunya Jande Al - Amin, Kristina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saja cerita tiap hari dari member TDA yang membuat sebagian lainnya tambah bersemangat. Big Winning bahkan small winning menjadi cerita bahagia. Yang sudah full TDA tambah semangat dan semlenget (panas berkobar - kobar), yang Amphibi makin ingin menancapkan satu kakinya lebih condong ke TDA, yang TDB makin bergairah, membuat surat pengunduran diri yang ke sekian kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak ada yang keliru dengan ide menjadi entrepreneuer,karena dalam kaitannya dengan penghidupan dan kerja, menjadi pengusaha sebetulnya hanya menyeraskan kemauan fikiran yang merdeka, tidak terikat tapi mengikat diri untuk sebuah kebebasan. Dasar dari wiraswasta sebetulnya juga bekerja, sebagaimana kita dulu (TDB) bekerja. Ada aturan, ada visi, misi, target dan hal lainnya. Cocok jika Valentino Dinsi mengambil judul "Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian". Buku itu tentu ditujukan untuk orang yang sudah gajian, para TDB, bukan orang yang tidak pernah menjadi TDB (belum pernah gajian). Sudah wajar adanya,mayoritas kita disini adalah TDB atau mantan TDB. Adakah yang belum pernah TDB sama sekali? Mungkin ada, tapi kecil sekali prosentasenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya kesamaan bentuk aktifitas kerjanya (mencapai target, mengelola pembukuan keuangan dst), menjadi TDB lebih dahulu untuk belajar juga bisa dijadikan langkah yang bagus (jika tidak direkomendasikan), bagi para calon pebisnis yang benar - benar baru pertama kalinya bersentuhan dengan dunia kerja. TDB menjadi semacam tempat pembanding dan belajar tentang : Bagaimana sebuah kerja dan target dijalankan dan dicapai. Hanya saja, harus melihat secara menyeluruh ketika menjadi TDB,bukan pada aktifitas satu posisi saja. Menjadi full TDA berarti harus mengerjakan multi-post seperti: Marketing, Keuangan dan Manajemen. Beda halnya dengan TDB yang cenderung satu posisi saja. Karenanya sekali lagi, selagi menjadi TDB, yang diperlukan adalah kemampuan belajar dari berbagai post dan posisi yang dipegang rekan kerja kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka (dan Mengurus) Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang pesangon siap sebagai modal, atau tabungan juga sudah cukup membuka satu pintu usaha, semangat dari milist membara, dorongan teman cukup, "cibiran" dari teman KMM makin tidak tertahan, peluang usaha silih berganti menjanjikan surga dollar yang berlipat. Bayangan memiliki usaha besar, rumah besar, mobil besar, kantor besar, waktu banyak, hadir di seminar - seminar pada jam kerja, atau menjadi donatur masjid dan anak yatim atau bayangan - bayangan yang seringkali tidak terjadi jika menjadi TDB, makin jelas terbayang tanpa cela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi ini, kondisi real tidak lagi penting. Apalagi ditambah artikel milist hari ini : Untuk sementara, letakkan otak di dengkul kita, bekerjalah!!. Maka otak pun benar - benar diletakkan di dengkul dan bekerja!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------- ----------- --------------- ------------ -----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di atas tentu tidak sepenuhnya salah, jika benar terjadi. Bob Sadino bilang demikian, kerja dan kerja, Pak Jamil bilang, resepsi saja perlu proposal apalagi hidup! Nah Lo!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti tidak ada jaminan dari keduanya, yang mana yang akan "lebih mudah" menuai sukses. Ini karena kesuksesan, kata orang pintar, ditentukan oleh sikap yang benar (95%) dan skill yang bagus (5%). Tapi Billie PS Liem juga bilang Sukses itu 99% dari keringat (skill).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah obrolan dengan Pak Roni di rumahnya, diungkapkan kalau banyak sekali dari member yang bahkan belum memiliki konsep bagaimana bisnisnya akan dikembangkan dikemudian hari. Konsep ini perlu sekali karena akan menyangkut langsung dengan bagaimana bisnis kita digarap, termasuk bahkan menentukan cost of production karena nilai jual kepada customer, kata Pak ROni, sebaiknya sudah termasuk biaya pengembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, mengurus usaha justru cenderung menjadi lebih menantang ketimbang membuka. Seperti disebutkan, hanya perlu meletakkan otak di dengkul lalu bekerja untuk mengawali bisnis, tapi tidak jika ingin mengembangkannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;YM : lelhakeme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.speak2sucess.com&lt;br /&gt;www.kursus-bahasa.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8519202205408382121?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8519202205408382121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8519202205408382121&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8519202205408382121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8519202205408382121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/09/membuka-bisnis-itu-mudah-kalau.html' title='Membuka Bisnis itu Mudah, kalau Mengurusnya?'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-301206087074167204</id><published>2009-08-31T12:19:00.000+07:00</published><updated>2009-08-31T12:22:07.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islamia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Terorisme dan Dunia Yang Sakit</title><content type='html'>Oleh: Umar Hamdani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintis LSIK (Lingkar Studi Islam dan Kebudayaan) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat hidup manusia adalah kenyamanan dan jaminan. Untuk memperolehnya dituntut terlibat dalam ruang formalitas yang dibentuk oleh hasrat bersama. Bahkan secara jujur, peradaban berkembang karena adanya ruang formalitas yang membentuk keteraturan.  Formalitas membentuk karakter keterikatan yang menurunkan sikap bebas dan kreatif manusia, serta menumbuhkan karakter berfikir linear. Padahal asumsi mengenai realitas terutama berkenaan dengan nilai selalu menuntut keterbukaan dan banyak kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ruang formal menjadi tanda dari modernitas yang dijadikan objek oleh para pemilik modal yang kemudian menjadi mode. Menurut Adorno dan Horkheimer rasionalitas itu berada dan berdinamis dalam sistem tertutup sehingga prestasinya sekaligus kegagalannya sendiri. Mitos dan rasio adalah dua hal yang saling menggantikan posisi. Mitos melahirkan rasionalitas dan rasionalitas yang membebaskan dirinya dari mitos menjadi mitos baru. Dengan demikian terdapat pesimisme dalam modernitas dan kita diharuskan mengartikulasikan apa itu rasionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adorno dan Horkheimer  serius mempelajari sejarah munculnya rasionalitas zaman ini, sedangkan Marcuse mempelajari bagaimana rasionalitas yang kontekstual  menjadi ideologi dan dominasi. Marcuse berpandangan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang seharusnya  membebaskan manusia dari tuntutan bekerja keras ternyata menjadi sistem penguasaan yang total di dalam masyarakat. Menurut Marcuse kebahagiaan dan kebebasan itu tidak terwujud dalam realitas nilai karena ternyata ilmu pengetahuan dan teknologi yang seharusnya membebaskan dan  mengabdi pada manusia, justru manusia yang dikendalikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Manusia diatur  oleh kekuasaan ilmu dan teknologi sebagai sistem total yang merangkum berbagai bidang kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ilmu pengetahuan dan teknologi melalui formalitas telah melahirkan struktur dan struktur secara otomatis mengatur gerak manusia yang berimplikasi pada semakin terbatasnya gerak manusia. Dialektika tersebut mengindikasikan manusia berpola fikir kalkulatif yang berimbas pada pengkalkulasian nilai dan norma. Terjadi satu pemikiran pada manusia sekarang bahwa fakta kehidupan ada yang menghawatirkan. Pemahaman terhormat dengan tidak terhormat, elit dengan kawanan, trend dengan tidak tren, pantas dengan tidak pantas jaraknya semakin kentara sehingga kadang kemerdekaan memilih identitas pada individu menjadi terancam. Individu menjadi terasing dari yang lain bahkan dari dirinya sendiri sekalipun pada diri yang mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam ruang formalitas telah terjadi dominasi, pembentukan struktur,   penguasaan, serta terdapat risiko dari problem etika sampai penciptaan sikap-sikap palsu dalam mempertahankan diri, pada saat tertentu mengakibatkan luka yang mendalam bagi nurani manusia. Kehawatiran semakin kompleks di saat yang lain berada pada  kesadaran kita: dari ketersinggungan peran sampai kepemilikan materi karena pada dasarnya individu mengakui bahwa dirinya mampu seperti yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Simbol massa yang paling kentara adalah harta benda karena harta benda menjadi sesuatu yang diidamkan,  dapat memberi kehormatan serta menutupi  kebutuhan hidup. Kekuatan  dan rasa percaya diri pada seseorang akan bertambah jika harta kepemilikan juga bertambah. Di balik itu, manusia memiliki kehawatiran jika harta kepemilikannya berkurang. Canetti menganalisis melalui sifat dasar zoologis dari manusia. Manusia dalam asumsinya berbeda dengan pandangan Plato dan Kant-tidak terlalu beda dengan binatang. Di balik nilai-nilainya yang luhur dan bermartabat terdapat sifat yang rendah sebagaimana  hewan yaitu survival, hasrat untuk mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kebingungan manusia sekarang lebih terstruktur karena segala realitas dan kemungkinan terjadi pula secara terstruktur bahkan sampai pada level kesadaran budaya. Menjadi seorang yang mapan berarti menjadi seorang yang banyak memiliki risiko dan tanggung jawab. Kekuatan berfikir yang berkorelasi dengan potensi diri menjadikan satu struktur berfikir yang selalu mempertahankan rasa ketidakpuasan. Disadari atau tidak bagi individu, hal tersebut  merupakan kehawatiran dan keterpasungan kebebasan. Ruang gerak manusia sekarang semakin meluas dan waktu dapat diringkas. Hal ini menjadikan individu selalu bermetamorfosis, sering mengubah perasaan dan hasrat. Padahal pada tarap kesadaran penuh yang ditopang oleh keluhuran rohaninya, individu menyadari bahwa tidak mungkin pencapaian sesuatu yang diinginkan akan selalu terjadi. Dari situasi tersebut maka ruang komunikasi dengan budayalah yang dapat mengakrabkan situasi. Keakraban yang tidak dibayang-bayangi kesadaran lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Formalitas melahirkan periodisasi masa bagi manusia. Waktu menjadi bagian-bagian dari beragam aktivitas. Usia harus mengkondisikan dengan penguatan potensi. Kapasitas kebebasan berada pada kemampuan mempertahankan dan menyesuaikan diri dengan struktur atau pola kerja yang telah disediakan di mana informasi menjadi faktor penentu dari penyeragaman ide. Informasi menyebabkan kesadaran, kehawatiran, ego, pesimisme dan optimisme diri menjadi satu dengan diri yang lain. Tidak ada komunikasi berarti  tidak ada kehawatiran dan tidak ada pula ketersinggungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Relasi-relasi kehidupan yang telah berintegrasi dengan pengalaman membentuk identitas ego. Dan identitas ini terbentuk jika ego menafsirkan makna bagi sejarah hidupnya sendiri. Totalitas kesatuan sejarah hidup ini oleh Dilthey disebut kategori makna. Ketidak mampuan individu mengasumsikan makna terlihat ketika individu selalu bersentuhan dengan kehendak temporal, padahal makna yang berada pada nilai yang bersifat abadi perlu diutamakan. Yang termasuk ke dalam kehendak temporal adalah bergegas memperlihatkan kemapanan kita di hadapan yang lain, padahal dalam momen tertentu perasaan membanggakan itu akan menjadi sebuah ketakutan atas kehilangan sesuatu yang dibanggakan. Siklus mental seperti itu akan terus menggelinding seperti bola salju. Diri yang matanglah yang akan mampu mengkondisikan mental tersebut, yaitu diri yang selalu mengembalikan nilai dasar kemuliaan manusia pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Materi telah membuat diri semakin berjarak dengan yang lain. Materi hanya melahirkan komunikasi formal yang bertumpu pada kepentingan. Sebenarnya manusia pada sisi itu semakin tidak dimerdekakan, tidak mendapat kebebasan, bergerak berdasarkan perintah dan tuntutan materi. Kepuasan manusia dalam menikmati materi  ketika bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi  berusaha memberi kepuasan terhadap yang lain. Yang lain dapat diasumsikan keturunan, keluarga, teman, orang lain dan bahkan benda di luar diri. Bukan  diri utuh jika merasa tangguh dan puas ketika tidak mampu dan berkehendak memberi nilai kepada yang lain. Kepuasanku adalah kepuasan yang lain. Ketenanganku adalah ketenangan yang lain. Diri menjadi eksis ketika diri berusaha mengeksiskan yang lain, ada semacam kebutuhan membentuk yang lain. Inilah pertautan antara diri dengan yang lain. Pertautan ini melahirkan kehawatiran yang selalu menghantui batin sekalipun diri telah mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lagi-lagi ingatan akan kematian juga mendorong kehawatiran berikutnya. kematian selalu dipersepsikan sebagai masa balasan dari kehidupan. Kematian adalah realitas yang akan dialami jiwa yang kekal. Kenyataannya sepadan dengan konstruk manusia sebagai mahluk ruhani yang pada tarap tertentu bersandar pada grand metafisika yang ada di balik realitas. Kematian selalu menuntut kosakata kesempurnaan dan selesainya tanggung jawab kehidupan. Banyak diri yang mengalami kematian karena faktor ketidak mampuannya bertanggung jawab merealisasikan segala persoalan kehidupan. Inilah kehawatiran yang selalu juga membayangi kehidupan. Superioritas diri bertempur dengan kelemahannya. Ego berhadapan dengan nurani yakni kerendahan hati. Dengan demikian ada simbol mental tertentu yang menjadi kunci pribadi yang tangguh antara lain mengakui realitas yang lain, menerima realitas diri dan mendorong diri untuk mengada bersama yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kesadaran tidak luput dari keinginan seragam. Tidak sama dengan yang lain berarti tidak lumrah. Padahal diri yang mampu berbeda dengan kesadaran yang lain dan mengekspresikan kesadarannya secara otentik,  akan menjadi diri yang eksis dan tumbuh dalam aktualisasinya. Melihat penomena teror di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, bagi para pelaku bom bunuh diri adalah bentuk kekecewaan pada dunia yang sakit, yakni dunia yang menuntut formalitas dan keseragaman. Manusia yang kalah dalam pertarungan hidupnya akan merasa tidak dibudayakan (terasing). Bagi mereka, bom bunuh diri adalah tindakan suci sebagaimana perintah berperang melawan kafir. Tapi penulis mengingatkan bahwa arena politik global cukup menentukan dalam kasus-kasus teror. Bisa saja Amerika yang didukung oleh Yahudi sebagai raksasa dari bangsa-bangsa mengambil bagian kepentingan dari kegiatan-kegiatan teror. Mereka memiliki kepentingan untuk menggeser seluruh gerakan Islam ke wilayah tengah, sehingga gerakan Islam lambat laun kehilangan spiritnya untuk menegakan nilai Islam pada tataran kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sederetan nama yang menjadi tersangka kasus pengeboman di Indonesia dari mulai Imam Samudera, Amrozi sampai Jibril belakangan ini adalah setitik realitas gerakan Islam yang ada kemungkinan intelijen barat dapat memanfaatkan isu ini, dan itu berbahaya bagi gerakan Islam sendiri. Pada tahun 1979, kemenangan Revolusi Islam telah menggagalkan politik-politik Amerika. Pada mulanya Revolusi Islam ini dianggap hanya sebagai reaksi wajar dari politik-politik Syah Iran. Dan setelah Syah tersingkir, Amerika menempatkan lagi orang-orangnya di dalam pemerintahan Iran yang baru, sehingga Amerika dapat melanjutkan politik-politiknya di Iran. Setelah kegagalan besar AS dalam dua tahun pertama (dikuasainya Kedubes AS di Teheran dan hancurnya pesawat-pesawat tempur AS di Tabas) dan setelah semakin meningkatnya kebangkitan Islam dan kebencian terhadap Barat, juga setelah munculnya pengaruh-pengaruh Revolusi Islam Iran di kalangan Syiah di berbagai negara-terutama Libanon, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Pakistan-akhirnya para pejabat tinggi CIA menggelar pertemuan besar yang disertai pula oleh wakil-wakil dari Badan Intelijen Inggris. Inggris dikenal telah memiliki pengalaman luas dalam berurusan dengan negara-negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam pertemuan tersebut, Amerika sampai pada beberapa kesimpulan, di antaranya bahwa Revolusi Islam Iran bukan sekadar reaksi alami dari politik Syah Iran. Tetapi, terdapat berbagai faktor dan hakikat lain, di mana faktor terkuatnya adalah adanya kepemimpinan politik Marjaiyah (kepemimpinan agama) dan syahidnya Husein, cucu Rasulullah, 1400 tahun lalu, yang hingga kini masih tetap diperingati oleh kaum Syiah melalui upacara-upacara kesedihan secara luas. Dengan kondisi demikian Amerika menghawatirkan semangat agama (Islam) menggelora menjadi sebuah tatanan masyarakat secara politik. Wallahu'Alam. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PS : Materi ini batal dihantarkan dalam diskusi "Islam dan Tuduhan Terorisme" di Masjid Darussalam Ciledug Indah II, 29 Agustus 2009 lantaran penulis sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-301206087074167204?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/301206087074167204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=301206087074167204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/301206087074167204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/301206087074167204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/08/terorisme-dan-dunia-yang-sakit.html' title='Terorisme dan Dunia Yang Sakit'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-1880423898068748586</id><published>2009-08-30T07:25:00.000+07:00</published><updated>2009-08-30T08:12:05.474+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='umum'/><title type='text'>Definisi</title><content type='html'>Definisi (English : Definition) dalam kamus bahasa inggris diartikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–noun&lt;br /&gt;1.the act of defining or making definite, distinct, or clear.&lt;br /&gt;2.the formal statement of the meaning or significance of a word, phrase, etc.&lt;br /&gt;3.the condition of being definite, distinct, or clearly outlined.&lt;br /&gt;4.Optics. sharpness of the image formed by an optical system.&lt;br /&gt;5.Radio and Television. the accuracy of sound or picture reproduction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau dalam Bahasa Indonesia diartikan dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;de·fi·ni·si /définisi/ n 1 kata, frasa, atau kalimat yg mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama dr orang, benda, proses, atau aktivitas; batasan (arti); 2 rumusan tt ruang lingkup dan ciri-ciri suatu konsep yg menjadi pokok pembicaraan atau studi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hal, berbentuk atau tidak. Terwujud atau abstrak hampir pasti dipastikan memiliki definisi. Memiliki pengertian, memiliki statement atau arti yang mewakili kebendaannya. Definisi dalam arti sempit bisa secara drastis menurunkan nilai benda itu sendiri, sebagaimana definisi juga tiba - tiba bisa membuat benda yang kecil tiba - tiba dipersepsikan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi dalam Bahasa Tarbiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa dan dunia tarbiyah, definisi dikenal dengan nama al - fahmu. Perbedaannya adalah, definisi di sini sudah ditakhsis (mendapat pengkhususan) menjadi definisi terhadap Islam.&lt;br /&gt;Petikannya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Fahmu bukan sekedar pengetahuan, tetapi pengetahuan yang jelas dan pengertian yang terang tentang Islam dan Amal Islami. Ilmu tentang Islam dan cara mengamalkannya harus dimiliki sebelum beramal. Amal tanpa ilmu adalah sia-sia. Ilmu yang benar dapat membedakan antara yang haq dan yang batil, mengarahkan amal dan menjadikannya berbobot. Ilmu dapat menimbulkan Khauf (takut) yang menjadi ciri para ulama’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Benda  Berwujud dan Abstrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, setelah melakukan pendefinisian terhadap sebuah benda, yang pertama akan timbul adalah persepsi. Tentu hal ini sangat erat kaitannya dengan teori definisi yang relative (nisbi). Teori kenisbian yang populer itu mengajarkan kita mampu melakukan penyadaran adanya definisi yang berbeda terhadap sebuah benda yang dilihat dari sudut berbeda, yang efeknya timbul pula persepsi berbeda. Baju koko atau gamis dan jenggot yang anda punya itu bagus dan membuat anda terlihat tampan dan "surgawi" saat sudut pandangnya adalah Ramadhan, atau Masjid. Bagaimana jika dengan keadaan yang sama anda berada di Tenggulun, kampungnya Alm Amrozi dan Muklas, dan anda dikelilingi Densus 88?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang paling nyata adalah bahwa definisi terhadap sebuah benda yang berwujud (riil) cenderung nyata dan final. Baju anda yang berwarna kuning, gunung yang indah, atau langit yang cerah adalah contohnya. Definisi - definisi tersebut cenderung memiliki persisten satu dengan yang lainnya, memiliki kesamaan dan kesepakatan. Orang cenderung sepakat untuk bersepakat bahwa pendapat dan definisi terhadap suatu objek riil, memiliki kesamaan yang dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada konteks benda abstrak : kebahagiaan, kesedihan, kesuksesan, atau doktrin agamis berupa pahala dan dosa, atau hal yang bersifat umum seperti waktu, cenderung mengalami perbedaan yang cukup tajam. Seseorang bisa saja merasa sukses, jika bisa makan hari ini, dan makanannya lebih baik dari kemarin (istilah Bob Sadino). Namun ada pula orang yang mendefinisi sukses sebagai pencapaian - pencapaian pada titik tertentu yang memiliki batas minimal, atau kesetaraan dengan kepemilikan benda - benda mewah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kawan mengatakan, seseorang senantiasa memiliki definisi yang independen terhadap sebuah benda berwujud atau abstrak, secara sadar maupun tidak. Sebagai contoh, masalah waktu. Sudah jamak jika "jam karet" telah menjadi budaya tertentu di negeri ini. Saya, mungkin salah satu penggunanya. Kepada kawan tersebut, saya bertanya apa yang menyebabkan saya begitu lambat ketika menepati janji, atau sering tidak berhasil datang tepat waktu. Jawabannya adalah, ada yang salah dengan persepsi dan keyakinan kita terhadap waktu atau ada yang salah dengan apa yang diistilahkannya Believe Value System. Meski tidak detail dijelaskan, saya mencoba meraba makna dari Believe Value System dengan definisi sederhana tentang sebuah benda. Kita memberikan skor, memberikan nilai terhadap benda (nyata dan abstrak) yang ada dihadapan kita. Misalnya tentang waktu, sejauh mana kita memberikan nilai terhadap pentingnya waktu dan melakukan persepsi atasnya, sejauh itu pulalah perlakuan kita terhadap waktu. Tidak ada dalam kamus peradaban, orang yang tidak menghargai waktu (atau melakukan definisi dengan skor rendah), senantiasa datang tepat waktu. Semuanya simetris (sunnatullah). Yang perlu dipahami, definisi ini ternyata senantiasa terjadi secara sadar maupun tidak. Seperti diketahui, kita memiliki alam sadar dan bawah sadar. Bawah sadarlah yang lebih dominan dan mengarhkan kita. Alam bawah sadar seseorang yang membuat kemakluman terhadap "Jam Karet", secara otomatis memiliki masalah dan persepsi yang keliru tentang waktu. Definisinya secara tidak sadar (mungkin) melihat keumuman bahwa "ngaret" itu lumrah terjadi di lingkungan kita. Yang harus diketahui, pemilik alam bawah sadarnya (kita), sering kali tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Definisi dan Persepsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa sumber di atas,bisa disimpulkan bahwa semakin dalam makna yang seseorang gali terhadap sebuah benda, semakin benar dan terarah, akan sangat membantu memperbaiki nilai positif pada kehidupan seseorang. Mendefinisi benda, terutama benda abstrak, secara tepat dan adil, secara positif dan terarah. Untuk mendapatkan definisi yang benar, diperlukan pengetahuan yang cukup, yang bernama ilmu. Namun bukan berarti orang biasa (yang merasa ilmunya masih kurang) tidak bisa mendefinisi dengan baik. Ingat, yang menjadi kunci adalah alam bawah sadar kita. Kawan tadi menyarankan, lakukanlah meditasi, berdoa dan berdoa dan mengajak bicara alam bawah sadar kita. "Hakimilah" dia di depan kita dan Alloh (sebab ketika bermeditasi, tidak tersisa siapapun keculai kita dan Alloh). Tanyakan dan ajaklah alam bawah sadar kita menyadari kesalahan persepsinya tentang waktu. Semakin sering, semakin jinak, semakin mudah dibawa kepada hal yang positif. Mau mencoba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://sunatullah.com/tulisan-artikel/al-fahmu.html&lt;br /&gt;http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/&lt;br /&gt;http://dictionary.reference.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Special thanks to : Sonny B Sofjan (www.pillarbusiness.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Tangerang 29 - 30 Agustus 2009 / 8 - 9 Ramadhan 1430&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-1880423898068748586?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/1880423898068748586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=1880423898068748586&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1880423898068748586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1880423898068748586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/08/definisi.html' title='Definisi'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7012135203152754837</id><published>2009-07-27T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-07-27T12:55:03.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Menimbang Pertimbangan yang Seimbang</title><content type='html'>Satu rumus asasi yang paling disepakati oleh manusia pada umumnya, adalah keadilan. Premis dasar ini mutlak, irresistible, karena sangat menguntungkan manusia. Menguntungkan adalah nilai dasar yang dalam bahasa hubungan intepersonal dimaknai sebagai "sarapan ego manusia". Menguntungkan, penting untuk diri sendiri dan segala hal yang berkait dengan terpenuhinya "ego lapar" manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam berbagai kejadian, premis ini hanya berlaku searah. Keadlian seringkali menjadi barang tuntutan dalam bentuk hak,alih - alih ia adalah kewajiban. Prinsip diri yang ingin "diadili" seadil - adilnya, ditempatkan dalam sebuah tempat mulia, tidak ke kanan tidak ke kiri, tidak memihak, dan lurus, hanya menjadi modal dasar untuk tidak memberikan keadilan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu rumus asasi yang paling disepakati oleh manusia pada umumnya, adalah keadilan. Premis dasar ini mutlak, irresistible, karena sangat menguntungkan manusia. Menguntungkan adalah nilai dasar yang dalam bahasa hubungan intepersonal dimaknai sebagai "sarapan ego manusia". Menguntungkan, penting untuk diri sendiri dan segala hal yang berkait dengan terpenuhinya "ego lapar" manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dalam berbagai kejadian, premis ini hanya berlaku searah. Keadlian seringkali menjadi barang tuntutan dalam bentuk hak,alih - alih ia adalah kewajiban. Prinsip diri yang ingin "diadili" seadil - adilnya, ditempatkan dalam sebuah tempat mulia, tidak ke kanan tidak ke kiri, tidak memihak, dan lurus, hanya menjadi modal dasar untuk tidak memberikan keadilan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun TV, DR Zulkiieflimansyah yang juga anggota DPR - RI, wakil ketua fraksi FPKS, yang pada acara tersebut hadir dalam kapasitasnya sebagai anggota tim sukses SBY - Boediono menyampaikan pendapatnya ketika ditanyai tentang isu neoliberalisme yang ditujukan kepada cawapres Boediono :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengatakan Pak Boediono sebagai agen asing, saya kira sebuah tindakan yang berlebihan. Pak Boediono adalah anak bangsa yang saya kira tidak sejauh itu (menjadi agen asing). Tetapi saya sepakat bahwa di banyak hal, pemikiran Pak Boediono pantas dikritisi secara tajam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, pada saat kampanye pilpres digelar, Boediono menjadi salah satu bulan - bulanan lawan politik SBY lantaran dituduh berhaluan ekonomi neoliberal. Pandangan ini tentu mencoba berdiri di tengah - tengah, dan jauh dari kesan pembelaan. Sesuatu yang tidak laik disampaikan Tim Kampanye SBY - Boediono yang biasanya membela habis - habisan capres cawapres unggulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian serupa kini terjadi dalam dunia islam. Ada peta yang berubah secara drastis paska "penyerangan" WTC di Amerika pada tanggal 9 / 11 2001. Dunia seolah berubah menjadi black or white, atau dalam istilah George Bush, With Us or Against Us. Ada opsi tak terelakkan, saat orang secara umum mesti memilih, berkawan dengan mereka atau menjadi musuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini makin menjadi pada tahun - tahun setelahnya. Khusus di Indonesia, publik dipaksa sedemikian rupa mengambil posisi. Demi meledaknya banyak tempat strategis di tanah air (Bali, Marriot, Kedutaan Australia), masyarakat seakan diminta untuk secara tegas memilih, berjenggot dan berjubah dan akan segera dituduh merakit bom dan berencana meledakkannya atau menjadi orang baik - baik, tanpa jenggot dan jubah, tidak fanatik terhadap Islam dan bebas segala tuntutan makar a la teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kacamata premis keadilan,hal ini terasa sangat tidak adil dan menganiaya pihak lain dalam memberikan opini (publik). Masyarakat diajarkan dan akhirnya terbiasa berandai - andai bahwa yang memelihara jenggot dan memakai jubah adalah simbol lain terorisme yang doyan membunuh rakyat "tak berdosa". Pledoinya paling tidak adalah, jenggot adalah pemberian Tuhan,sesuatu yang biasanya tidak bisa ditolak karena datang dari ordinat kita. Sementara berjubah, adalah hak untuk memakai pakaian yang dirasa pantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, keadilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang ibu berbicara mengenai pendidikan anaknya. Ceritanya, dia sudah mencari informasi di sebuah sekolah bertaraf internasional, berlabel islami di Jakarta. Pendaftaran terpaksa dia batalkan lantaran "Habis para gurunya berjenggot, ngeri pak,nanti anak - anak saya diajarkan membuat bom".&lt;br /&gt;Seperti biasa, tidak perlu kaget, ibu dua anak ini muslimah tulen, 100%. Katakanlah tidak berjilbab, namun masih membaca syahadat dalam sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidak adilan opini ini, dalam banyak hal sungguh merugikan banyak pihak. Tidak ada rumus sempurna jika yang dikaitkan adalah sebuah kelompok,sekumpulan manusia. Sebagai contoh ada ungkapan mengatakan, semua orang jepang rajin, maka tidak semuanya rajin atau dipastikan ada yang malas seberapapun sedikit jumlahnya. Dan titik mayoritas minoritas tentu bukan ruang rapat yang dengan 2/3 hadirin yang msenyetujui bisa menghasilkan sebuah keputusan yang sah dan legitimate. Bukan voting yang dengan 50 + 1 membuat sebuah keputusan memiliki kekuatan hukum untuk diketok palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ini adalah masalah asasi yang harus dilihat secara seimbang, tawazun. Jangankan dalam berpendapat, dalam beragamapun, ketidak seimbangan hanya akan mengakibatkan madharat yang tidak sedikit. Terlalu tertutup dalam konsep baku keagamaan tanpa aplikasi sesuai kondisi waqi' (aktual) akan menyebabkan tajamud atau kebuntuan, merasa diri paling benar, merasa dia dan kelompoknyalah yang paling pantas masuk surga. Namun sebaliknya, terlalu terbuka pada kondisi aktual, juga bisa menjerumuskan seseorang kepada pelarutan akidah, yang sangat mungkin membawanya ke dalam jurang sekularisme, atau sekurang - kurangnya pluralisme. Menganggap semua agama nilainya sama, meskipun Tuhannya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, perlu ada sebuah kesepakatan di tengah masyarakat, perlunya keseimbangan dalam berfikir, beropini dan bertindak. Tidak perlu ekstrem seperti ayunan yang drastis naik dan turunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak harus menjadi permisive dan membuka diri lebar - lebar dalam berfikir dan bertindak tanpa filter. Menyatakan ketidak setujuan kita terhadap para pelaku bom, bukan berarti memusuhi dan mencurigai wanita bercadar, laki - laki berjenggot, sebab orang Yahudi pun banyak yang berjenggot. Menyatakan perang terhadap terorisme, juga bukan berarti bebas berteman dengan kalangan yang sudah sangat jelas perannya dalam memusuhi Islam dan terus melakukan pelemahan akidah Islam itu sendiri. Jika anda muslim, katakan "Ya, saya Muslim". Jika anda benci terorisme, katakan "Ya, saya benci terorisme". Tapi jangan pernah bersikap, memusuhi seorang muslim dengan cara membenarkan ajakan dan opini musuh - musuh Islam yang justru merugikan Islam secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangerang, 27 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7012135203152754837?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7012135203152754837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7012135203152754837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7012135203152754837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7012135203152754837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/07/menimbang-pertimbangan-yang-seimbang.html' title='Menimbang Pertimbangan yang Seimbang'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3741539781347804098</id><published>2009-07-22T16:32:00.000+07:00</published><updated>2009-07-22T17:22:03.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Terorisme dan Ketidakadilan</title><content type='html'>Terorisme, pelakunya dikenal dengan sebutan Peneror dalam bahasa Indonesia, atau Teroris yang derivasinya dari kata bahasa inggris, terrorist. Dalam peraturan Amerika, negara yang sangat berjasa kepada terorisme lantaran telah dengan sukarela mempopulerkannya, begini nukilan definisinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Definitions&lt;br /&gt;As used in this section—&lt;br /&gt;(1) the term “international terrorism” means terrorism involving citizens or the territory of more than 1 country;&lt;br /&gt;(2) the term “terrorism” means premeditated, politically motivated violence perpetrated against noncombatant targets by subnational groups or clandestine agents;&lt;br /&gt;(3) the term “terrorist group” means any group, or which has significant subgroups which practice, international terrorism;&lt;br /&gt;(4) the terms “territory” and “territory of the country” mean the land, waters, and airspace of the country; and&lt;br /&gt;(5) the terms “terrorist sanctuary” and “sanctuary” mean an area in the territory of the country—&lt;br /&gt;(A) that is used by a terrorist or terrorist organization—&lt;br /&gt;(i) to carry out terrorist activities, including training, fundraising, financing, and recruitment; or&lt;br /&gt;(ii) as a transit point; and&lt;br /&gt;(B) the government of which expressly consents to, or with knowledge, allows, tolerates, or disregards such use of its territory and is not subject to a determination under—&lt;br /&gt;(i) section 2405(j)(1)(A) of the Appendix to title 50;&lt;br /&gt;(ii) section 2371 (a) of this title; or&lt;br /&gt;(iii) section 2780 (d) of this title.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara dalam kamus umum wikipedia definisi teroris adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The term "terrorism" comes from Latin terrere, "to frighten." The terror cimbricus was a panic and state of emergency in Rome in response to the approach of warriors of the Cimbri tribe in 105BC. The French National Convention declared in September 1793 that "terror is the order of the day." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa arab (mohon maaf kepada para mufassiriin, sekiranya ini salah), teroris sering diistilahkan dengan irhabi yang artinya penggentar atau yang menggentarkan, atau membuat gentar sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana itu bermula, rasanya sudah tidak begitu penting. Tapi mendukung Amerika memerangi Osama bin Laden cs, memerangi Abu bakar ba'asyir cs, memerangi DR Azahari, menembak mati Imam samudera, Muklas dan Amrozi, memburu Noordin M Top, terasa lebih heroik dan membela kaum tertindas. Entah sudah berapa kali aksi dilakukan. Di Indonesia, Densus 88 pun telah menjadi sebuah detasemen gagah nan mentereng : Detasemen Khusus Anti Teror. Entah berapa penggerebekan, penyerangan, tembak - menembak yang sudah terjadi. Tanpa membicarakan apa hasil dari penggerebekan tersebut, sekarang hal itu sudah menjadi legitimasi dan pembenaran hak mengobrak - abrik "siapapun, apapun, dimanapun" yang dicurigai terlibat, berhubungan atau menjadi pelaku aksi - aksi teror. Dan ini terjadi secara laik, di dalam dan luar negeri. Beberapa bulan setelah Saddam Husein jatuh misalnya, tentara - tentara Amerika menggerebek rumah - rumah orang Iraq yang didalamnya dicurigai menjadi tempat persembunyian para pejuang (atau dalam istilah orang amerika : para teroris). Sekedar informasi, dalam tradisi arab termasuk Iraq, rumah menjadi privasi paling berharga selain wanita. Jangan pernah mencoba menghubungi seseorang ke rumahnya lewat telephone rumah atau datang langsung, jika tanpa izin pemilik rumah atau kecuali anda adalah saudara kandungnya. Di Indonesia, beberapa kali terjadi penggerebekan atas rumah, bahkan tembak menembak ketika penangkapan DR Azahari. Penggerebekan paling fenomenal adalah penggerebekan atas Abu Bakar Baasyir yang sedang terbaring sakit di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggerebekan dan penggeledahan ini hanya salah satu bentuk dari yang saya maksud dengan legitimasi. Maka hati - hatilah, jika anda berjenggot lebat (baik karena keturunan berambut lebat maupun karena obat), jika anda memiliki hobi mengenakan tsaub (jubah putih ala orang arab), dan anda terlibat dalam pengajian - pengajian, selalu waspada akan legitimasi semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah slot iklan call center 112 polisi di televisi, terdapat iklan yang memunculkan Ibu Khusnul Khotimah, yang di bawah namanya tertulis "Korban Bom Bali II". Tanpa bermaksud mengusik apa agamanya, beliau ini tentulah seorang muslimah, dilihat dari namanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom bali 1 meledak pada malam hari tepat dimana orang sedang berpesta pora, mungkin sedang berlibur (atau ada yang tadabbur?) di paddy's club. Yang penulis ketahui dari berbagai referensi, tempat tersebut merupakan tempat berkumpulnya wanita dan pria tanpa hijab, tanpa batas dan bebas melakukan apa saja. Di sana, tempat minuman keras dijajakan, menemani syaitan. Baik, saya tidak hendak membenarkan apa yang telah dilakukan ketiga terpidana mati (imam samudera cs), yaitu yang dalam istilah orang banyak, membunuh orang tak berdosa. Saya juga tidak hendak mengatakan yang terbunuh adalah orang tak berdosa atau berpahala, karena dosa dan pahala sudah ada jurinya. Saya juga merasa berusaha menjadi orang yang toleran terhadap pemeluk agama lain, satu paket dengan kebiasaan - kebiasaan mereka, selama tidak melanggar dan mengajak seorang muslim bersama - sama melakukan dosa yang dikerjakannya. Lana a'maaluna wa lakum a'maalukum, lakum diinukum wali yadiin, begitu prinsip sederhananya. Untuk saya amalan saya, untukmu jua amalanmu. Untuk saya agama saya, untukmu jua agamamu.&lt;br /&gt;Sa' karepe, begitu kata orang jawa. &lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah : Kecuali tiga orang muslim pelaku bom, apa yang muslim lain sedang kerjakan di Paddy's club? sebuah tempat clubbing berisi pria wanita bertelanjang dada, bercampur baur dalam musik, menenggak bir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin salah satu jawaban sederhananya adalah, sedang bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sekali lagi tidak hendak mencoba membela siapapun. Saya juga tidak mengetahui, sedang diapakan trio bom bali yang telah dieksekusi itu (telah syahid, kata keluarga dan pendukungya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat banyak kita temukan orang - orang seperti khusnul khotimah. Muslimah, lahir dari keluarga muslim, tetapi menjalankan pekerjaan yang sama sekali tidak islami, bahkan jauh dari nilai keislaman. Di iklan yang saya jelaskan di atas pun, Ibu Khusnul mengenakan baju tanpa lengan yang pastinya bukan baju yang pantas dikenakan seorang muslimah ketika hadir dan dilihat mata telanjang laki - laki yang bukan mahromnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenjangan (gap) senantiasa membawa ketimpangan, dalam posisi apapun itu. Imbas yang paling rentan adalah adanya social gap. Kemiskinan, mungkin bisa saja bukan satu - satunya hal yang membawa orang seperti Ibu khusnul khotimah berada di klub malam di Bali malam itu. Ada aspek lain seperti rendahnya pendidikan terutama pendidikan agama. Namun, muaranya seringkali mengarah kepada kemiskinan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama social gap masih ada, perilaku negative sebagai respon dari hal tersebut akan terus terjadi. Entah itu berupa demonstrasi, kerusuhan, maksiat, kriminalitas atau keresahan - keresahan terpendam di dalam fikiran masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan terorisme, hampir senantiasa selaras dengan keberadaan ketidak adilan dan ketimpangan dalam masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3741539781347804098?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3741539781347804098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3741539781347804098&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3741539781347804098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3741539781347804098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/07/terorisme-dan-ketidakadilan.html' title='Terorisme dan Ketidakadilan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-619462914654198727</id><published>2009-07-20T22:33:00.000+07:00</published><updated>2009-07-20T22:57:11.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesiaku'/><title type='text'>Bom Marriott II &amp; Politik Pengalihan</title><content type='html'>Pengantar : Beberapa saat setelah Bom Marriot II dan Ritz Carlton meledak 17 Juli lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato kenegaraan menanggapi kejadian pedih tersebut. Pada mulanya, setelah melakukan kutukan dan sumpah serapah kepada siapapun pelakunya, secara ringkas dan sederhana Presiden akan mengatakan dan menghimbau rakyat tetap tenang dan tegar, dan Pemerintah akan segera menanangani. Kenyataannya, bumbu politis kembali ditebar. Saya sendiri berkeyakinan, jikapun hal ini ditanyakan kepada SBY secara langsung, atau kepada para pemujanya, tidak akan pernah diakui. Kenyataannya, sang incumbent berulangkali melakukan hal serupa. Dari isu dikeroyok ketika pilpres, sampai yang paling memuakkan adalah isu santet. Ironis, seorang bergelar DR, "mengadu" kepada orang - orang bodoh kalau dirinya disantet, dijahati orang. Dan pada pidato itu, SBY kembali mengulang politik melankolis yang lagi - lagi membuat hati makin tidak terima. Seorang Presiden, yang dikenal berwibawa, justru curhat menyampaikan fakta adanya konspirasi jahat untuk menggagalkan dia menjadi presiden kembali, melalui serangkaian aksi yang disebutkannya "Menduduki KPU" sampai menyebut "Drakula" masa lalu. entah apa yang ada dibenak Presiden kita ini. Untuk memperkuat opini dan kekecewaan saya atas pidato tersebut, saya copy paste kan, "kekecewaan" serupa dari seorang pengamat yang sudah tidak asing lagi, Ikrar Nusa Bakti, saya ambil link dari www.inilah.com.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ikrar Nusa Bhakti&lt;br /&gt;Sumber : www.inilah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ketiga kalinya kawasan Kuningan, Jakarta, menjadi sasaran teroris. Kali ini dua hotel berbintang yang penjagaannya amat ketat, JW Marriott dan Ritz Carlton, 17 Juli lalu menjadi sasaran bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada 5 Agustus 2003, bom bunuh diri juga pernah menghantam Hotel JW Marriott. Setahun kemudian, 9 September 2004, yang secara kebetulan bertepatan dengan hari ulang tahun SBY, bom juga diledakkan di depan Kedutaan Besar Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat kelabu itu benar-benar membuat kita semua tersentak dan marah. Negeri yang sudah aman ternyata menjadi sasaran teroris kembali. Kita semua berharap aparat keamanan mengungkap dan menangkap para teroris tersebut. Ini bukan saja demi mengembalikan citra bangsa Indonesia di mata dunia, melainkan demi keamanan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis dan dua putri kebetulan sedang menginap di Hotel JW Marriott sejak 13 Juli lalu yang seharusnya 'check-out' pada 18 Juli. Pagi itu, penulis dan putri sulung baru saja akan turun ke restoran untuk sarapan pagi. Betapa kagetnya kami berdua mendengar dua ledakan dahsyat diikuti getaran keras. Penulis melihat asap putih kecoklatan di bagian kiri bawah hotel. Di depan hotel tampak betapa kepanikan sedang mencekam. Langsung saja penulis katakan kepada sang putri cepat turun, ada bom di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di bawah, pemandangan mengerikan tampak ketika pecahan kaca berserakan, lobby hotel amat gelap oleh asap kecoklatan, dan banyak tamu asing yang berjalan sempoyongan dengan baju compang-camping dan tubuh berdarah-darah. Di luar, pemandangan lebih mengerikan lagi, tak sedikit orang berdarah-darah yang duduk atau tertidur di halaman hotel serta di jalan raya. Taksi-taksi serta kendaraan bak terbuka pun dihentikan polisi dan orang-orang di sekitar agar cepat dapat mengangkut para korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis langsung menelpon kolega dosen dari Sydney, Australia, yang kebetulan masih berada di kamar hotel. Ia amat kaget ketika penulis katakan hotel dibom. Walau panik karena gelap oleh asap dan lantai dasar hotel dipenuhi air akibat saluran yang bocor, kolega yang bersama penulis sedang bertugas menyeleksi aplikasi para calon penerima beasiswa 'Australian Leadership Awards', selamat. Kami lalu mengevakuasi diri ke Hotel Four Seasons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung kami sekeluarga dan suami istri kolega penulis selamat. Kami juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pak Bagus, petugas hotel Four Seasons yang mengusahakan agar barang-barang kami yang ada di kamar 908 dan 1105 Hotel Marriott, sampai dengan selamat ke hotel Four Seasons pada malam itu juga. Namun, sampai kini kami belum tahu nasib mobil kami yang diparkir di Hotel JW Marriott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat siang itu juga, penulis dan kawan dari UI, Andi Widjajanto, ada pertemuan di Lemhanas. Sepulang dari Lemhanas, kami mendengarkan radio di mobil yang menyiarkan kembali konferensi pers Presiden SBY. Pada bagian awal pernyataan, kami merasa senang presiden mengutuk perbuatan terorisme itu dan akan mengambil tindakan tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada bagian kedua, ketiga dan keempat, betapa terkejutnya penulis karena SBY mengaitkan perbuatan terorisme itu dengan hasil pilpres. Ini berarti presiden menuduh para pesaingnya sebagai aktor-aktor intelektual pelaku bom di Kuningan, sesuatu yang tidak masuk akal di era demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih terkejut lagi ketika SBY menunjuk adanya orang yang dulu pernah melakukan tindakan pembunuhan dan penculikan dan belum terjangkau hukum, dituduh sebagai orang yang haus darah bak drakula yang menebarkan ketakutan dan pembunuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis, bagian-bagian akhir pernyataan presiden sangat tidak bijak dan melanggar asas praduga tak bersalah. Tak heran jika pernyataan tersebut dikomentari para pesaingnya, yakni Jusuf Kalla, Megawati, dan Prabowo Subianto pada kesempatan yang berbeda. SBY tidak menunjukkan sikap pemimpin yang tegar, malah menebarkan perpecahan dan permusuhan di antara sesama elite politik dan anak-anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY juga telah mengalihkan persoalan dari ancaman terorisme terhadap keamanan bangsa dan keselamatan rakyat, menjadi ancaman teroris terhadap dirinya sendiri. Padahal, aksi teror lebih ditujukan untuk menebar ketakutan dan kemarahan orang, sedangkan rencana pembunuhan seorang kepala negara adalah tindakan politik yang berbeda. Foto yang dipaparkan pada konferensi pers itu juga bukan baru, bahkan pelakunya sudah tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saatnya lagi SBY terus menerus berkampanye mencari popularitas. Inilah saatnya ia membuktikan sebagai pemimpin bangsa, SBY bukanlah pemimpin cengeng (The Crying General), melainkan tegar dan tegas dalam menyelesaikan masalah keamanan di negeri ini, termasuk di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya komunikasi politik SBY di hadapan wartawan yang suka menangis, emosional dan menuduh para pesaingnya menggagalkan pelantikan presiden, justru menimbulkan citra buruk bagi dirinya sebagai pemimpin yang cengeng, lemah, tidak tegas, dan suka sekali memecah belah masyarakat dan bangsa. NKRI harus kita pertahankan, rakyat harus kita selamatkan, dan bukan malah dipecah belah!.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-619462914654198727?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/619462914654198727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=619462914654198727&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/619462914654198727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/619462914654198727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/07/bom-marriott-ii-politik-pengalihan.html' title='Bom Marriott II &amp; Politik Pengalihan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8757653466839205942</id><published>2009-06-03T14:49:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T16:00:56.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Bebas'/><title type='text'>Manohara, Ambalat dan Ibu Prita Mulyasari...Ini Indonesia Bung!!</title><content type='html'>Sebulan ini, terutama paska pemilu legislatif 2009, Indonesia benar - benar dibuat hiruk - pikuk dan makin pikuk dengan kejadian - kejadian yang heboh, aneh, tak dinalar, dan kadang bahkan terkesan memancing kita berkomentar "Ngapain sih, apa yang difikirin coba??".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh, saudara sekaligus sparing partner bernegara kita, Malaysia, memprovokasi (lagi) TNI - AL kita dengan melakukan manuver masuk sekian mil ke dalam perbatasan Indonesia. Yang aneh, hal ini terjadi untuk kesekian kalinya. Dan seperti koor rebana dan marawis...muncullah gerakan sporadis ala zaman Bung Karno "Ganjang Malaysia!!". Bedanya, Ganjang Malaysia dicetus dan diteriakkan seorang anak negeri yang dikenal amat Indonesia, amat patriotik dalam kekontroversialannya. Tapi Ganyang Malasyia yang sekarang, cuma reinkarnasi semu, segelintir orang yang benar - benar sudah tidak bisa lagi menahan arogansi negeri jiran itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belum juga redup, kabar yang tak kalah tragis muncul. Bukan TKI, bukan pula penyelundup manusia yang banyak dirazia. Adalah seorang model asal Indonesia, yang secara agama sah menjadi istri Pangerang Fakhry dari kelantan. Manohara, sang model mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga berupa fisik, psikis juga seksual. Duh, tidak tega membayangkan jika benar itu terjadi. Media massa Indonesia langsung menjadikan berita ini sebagai headline secara massive. Masyarakat pun makin geram dan meyakini semua berita itu mendekati kebenaran ketika Manohara akhirnya bisa "kabur" dari penjagaan ketat keluarga pangeran kelantan melalaui Singapura.&lt;br /&gt;Yang aneh, di sini masyarakat menahan geraham yang gemeletuk tanda marah, tapi di TV atau di Media, tidak satupun gambar Manohara yang terlihat murung, semurung TKW asal Brebes Ceriyati yang secara heroik berhasil menjadi spiderman darurat karena lolos dari jendela apartemen majikannya yang tinggal di lantai 17 di Singapura sana, hanya dengan bantuan untaian kain dan tali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum juga reda cerita si Peri Malang ini, muncul berita yang amat mengiris hati dan membuat kita tak mampu membayangkan. Ibu Prita Mulyasari, seorang Ibu rumah tangga dua anak Batita merangkap seorang karyawati, dibui karena email pribadi yang ditulisnya dituduh melanggar UU ITE. Tragis, karena niat Ibu dua anak ini hanya "curhat" kepada beberapa temannya tentang pelayanan RS Omni Internasional. Bukannya mendapat tanggapan apalagi simpati, justru dihadiahi Bui. Sudah jatuh, terjerembab pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga topik diatas, ternyata sangat efektif mengalahkan ramainya pembicaraan SBY - Boediono yang dituduh Neoliberal, atau beberapa polling di dunia maya yang memberikan nila plus untuk JK - Win dengan elektabilitas (atau mungkin popularitas) yang meningkat. Tentu, efektif pula menyisihkan berita ramainya Mega - Pro yang konon Pro wong cilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, gejolak secara massal pun terjadi. Cyber war terjadi, membahas dua topik pertama di atas antara netter Indonesia versus Malaysia. Sementara, dukungan untuk Ibu Prita yang tengah berjuang terus mengalir di Facebook yang groupnya mentargetkan 50ribu pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus Ambalat dan Manohara, rasanya sudah cukup bosan kita memperbincangkan reaksi pemerintah yang tak terlihat ketegasannya. Jika harus marah dengan negara tetangga, saya yakin bukan sekaranglah saatnya. Sejengkal tanah tidak lebih berharga dari setetes darah atau sehelai nyawa. Entah sejak kapan, Tenaga Kerja Indonesia sudah seringkali dikejar - kejar dan ditangkapi bak maling, dilecehkan secara harkat, diusir - usir bagai manusia tak bernegara, semua adem ayem. Seolah tidak ada kejadian apapun. Tidak perlu berharap para pejabat memprotes dengan keras dan tidak mengunjungi negara tersebut sebagai protes, bereaksi pun tidak. Mengeluarkan statemen karena ditanya wartawan, lebihnya kembali ke laptop, make project and make money...gemblung.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Prita? Ah, bukannya ini cerita lama? seberapa aneh anda melihat kasus Antasari Azhar yang begitu bertele - tele? Seperti drama saja hidup ini...ada sutradara,ada pemerannya. Alur dibuat dan diceritakan sedemikian pelik dengan bumbu - bumbu "kepentingan rakyat", "rakyat yang menentukan" dan hal - hal lain yang rakyat sendiri tidak tahu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe apakah bangsa kita ini?&lt;br /&gt;Jepang, selain dikenal kecanggihan dan kreativitas masyarakatnya, juga dikenal dengan disipilinnya. Tepat waktu, itu ciri - ciri dosen asal Jepang yang mengajar di Indonesia, begitu cerita seorang Mahasiswi. Konon lagi, tidak ada rumpi - rumpian bagi orang Jepang, terlalu buang - buang waktu. Jika naik subway, membacalah atau tidur. No Gossip. Di amerika tak kalah, acara Gossip, menjadi acara dengan rating yang rendah.&lt;br /&gt;Di sini, ada berita buruk, malah jadi lahan penyubur kantong. Beritanya diulas dan dipoles melalui entertainment - entertainment ngawur dibawakan dengan gaya ironik dan aneh. Baru saja masyarakat "terbebas" dari tayangan mistik, sudah diganti tayangan - tayangan Reality Show katro yang membuat otak generasi kita makin tumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Hilangnya Karakter&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih menyedihkan dari kehidupan sebuah masyarakat, kecuali ketika terjadi pemudaran karakter (Character Fading). Hidup begitu tergantung kepada apa yang orang lain perbuat dan fikirkan. Otak tumpul tak berfungsi, berganti anggukan demi anggukan lemah mengikuti keinginan orang lain. Kreatifitas mandul, berganti barang - barang jiplakan dan bajakan. Hak saya untuk membajak, hak anda untuk mencipta.&lt;br /&gt;Ketika keadaan sedemikian tidak menguntungkan, alih - alih introspeksi dan berbenah, justru salahkan orang lain. Saya sendiri melihat, kitalah yang salah dalam beberapa kasus dengan negara - negara tetangga. Kita tidak pernah punya sikap yang pasti dan tegas dalam bereaksi. Entah apa yang difikirkan, tapi begitu adanya. Sipadan, Lagitan, sekarang Ambalat hendak ditelan. Kalau difikir, penduduk Malaysia itu kurang dari separuh penduduk Indonesia. Katakanlah duel, tentu mereka kalah karena kita keroyok. Pun luas wilayahnya, mungkin seperempat dari yang Indonesia punya. Tapi mereka begitu berani, begitu mudah melanggar perbatasan kita, mematikan kontak dengan TNI AL yang merupakan aturan internasional, dan banyak tindakan yang mengarah kepada penyepelean.&lt;br /&gt;Itulah kita di mata mereka, sekumpulan orang miskin yang doyan belanja, sekumpulan orang yang hobi menikmati kekayaan dari gaji - gaji pembantu rumah tangga yang mereka bisa perlakukan seenaknya.  Sekumpulan manusia yang kawan - kawan kita disana dikejar - kejar relawan Malaysia, just like a rat, bak tikus.&lt;br /&gt;Agaknya ada yang harus dirubah dengan diri kita. Merubah diri kita menjadi The True Indonesia yang tidak perlu lagi menjadi eksportir manusia dan perempuan terbesar di Asia. Menjadi True Indonesian yang bisa bilang "No, thanks for your offer. I can do it my self". Menjadi orang Indonesia berkarakter yang punya sikap tegas atas diri sendiri dan orang lain. Logikanya, jika Ibu Prita, orang Indonesia asli, tinggal di Indonesia, secara aneh dan konyol dibui dengan amat semena - mena karena komplain dengan dalih melanggar UU ITE, maka orang batak bilang "Macam mana kau mau bela orang kita di luar negeri??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Indonesia Bung......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03/06/2009&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just-Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8757653466839205942?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8757653466839205942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8757653466839205942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8757653466839205942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8757653466839205942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/06/manohara-ambalat-dan-ibu-prita.html' title='Manohara, Ambalat dan Ibu Prita Mulyasari...Ini Indonesia Bung!!'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3922845341355927128</id><published>2009-05-10T18:19:00.000+07:00</published><updated>2009-05-10T19:20:56.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Stepping Ahead with "To Be"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa pertemuan KMM (Kelompok Master Mind), sering disinggung pentingnya "attitude" dalam menjalankan usaha. Modal besar, tampang keren, skill marketing yang canggih, jago ngotak - atik komputer, menguasai lima bahasa asing dunia, jago negosiasi, dan semua skill - skill yang "wah" tidak akan berfungsi dan bahkan bisa tak bernilai tanpa "attitude" yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti juga yang kami (MM Transformer) siang tadi bicarakan. Seorang anggota KMM dan saudara kami tercinta, menyampaikan bahwa beliau direkrut atau lebih tepatnya lagi di"lamar" untuk menangani IT di sebuah perusahaan penyewaan kantor dan isinya.&lt;br /&gt;Proses lamaran tersebut berjalan singkat dan sangat non formal, sang pemilik perusahaan hanya mengatakan "saya tidak cukup butuh IT, tapi attitude". Lagi - lagi, attitude.&lt;br /&gt;Kecuali saya dan Mas Heri Achsani (sayang amat beliau tidak ada blognya ya, hehe), hampir semua anggota KMM hadir dalam acara Workshop Proposal Hidup bersama Pak Jamil ahad lalu. Karenanya, diskusi pagi tadi ketika Trans 003 menyampaikan sebuah cerita inspiratif beliau yang mencoba memberikan To Be Valency dan memang langsung di "ganjar" dengan balasan yang jauh lebih tinggi dari perkiraan, rasanya begitu mengena.&lt;br /&gt;Dalam melakukan proses usaha menuju kesuksesan, yang paling diperlukan bukanlah kemewahan Curriculum Vitae kita yang untuk menulisnya mungkin perlu berlembar - lembar kertas layaknya menulis sebundel proposal, mungkin saja. Yang amat perlu menjadi pondasi justru kemampuan sikap kita. Adalah hal - hal seperti : kejujuran, ketekunan, pantang menyerah, ikhlas, yang akan memenangkan pertandingan yang kita lakoni, siapapun lawannya. Sungguh bohong jika orang bisa sukses sejati tanpa attitude. Sangat sulit memiliki kekayaan materi tanpa kekayaan bathin yang banyak. &lt;/span&gt;Itulah pesan yang saya tangkap dari sharing KMM tentang To Be Valency tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tidak ada alasan untuk tidak memulai.  Menyambung tulisan sebelumnya, ANYONE CAN DO, setiap orang memang bisa melakukannya siapapun dia. Setiap orang bisa menjadi baik setiap harinya, menjadi lebih baik esok harinya, cukup dengan "To Be". To Be mewujudkan karakter, memunculkan keluhuran sikap dan keikhlasan bertindak tanpa pamrih, yang akan menjadi inner power dalam diri, kekuatannya jauh melampaui segala skill yang paling hebat sekalipun. Tidak ada gunanya hidup kaya (to have) tapi hartanya didapat dari korupsi. Tidak ada manfaatnya sukses materi (to have) tanpa kebahagiaan dan ketenangan hati (to be).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini mengajak pembaca untuk Maju Terus, melangkah satu tapak ke depan dengan "To Be".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 May 2009,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3922845341355927128?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3922845341355927128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3922845341355927128&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3922845341355927128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3922845341355927128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/05/stepping-ahead-with-to-be.html' title='Stepping Ahead with &quot;To Be&quot;'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-3323259100033338457</id><published>2009-05-09T13:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-10T18:12:06.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Anyone Can Do</title><content type='html'>Ini tentang entrepreneurship. Kemarin saya baru saja ikut BIMTEK Franchise yang diselenggarakan oleh kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah di Hotel Bintang Griya Wisata. Paparan keynote membuat saya mikir, ternyata dari 49 jutaan usaha di Indonesia, hanya sekitar 4000an lah usaha yang dikatakan Usaha Makro (besar). Sisanya hampir 90% adalah usaha Mikro yang omzet per bulannya tidak lebih dari 50 juta. Begitupun beberapa usaha Kecil yang berjumlah 1,6 jutaan yang omzetnya tidak lebih dari 300 juta per bulan. Kasian sekali ya...saya sendiri sampai saat ini masih masuk di usaha Mikro. Artinya masih di bawah usaha kecil. Bulan ini dan ke depan insya Alloh mudah - mudahan sudah masuk usaha kecil (amiiin..... penuh harap mode :on)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain sisi "kasian", ada juga sisi "penyadaran", bahwa ternyata yang menggerakkan ekonomi rakyat selama ini adalah usaha - usaha kecil macam pedagang pasar dan lainnya. Yang menggerakkan perekonomian bukanlah pabrik baja, pabrik pengeboran minyak yang kalau dilihat duitnya berjumlah trilyunan, karyawan ratusan ribu, tapi kepemilikan usahanya oleh 4 L (Lu lagi lu lagi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, setelah kita tahu, mari berkaryalah. 1% usaha maksimal kita mengembangkan usaha mikro, akan menjadi ribuan persen dengan hasil faktor kali, alias memperbanyak pelakunya. Tidak usah takut tidak makan dengan menjadi usahawan mikro, toh semuanya di jamin - Nya. Tidak ada yang benar - benar sulit jika kita benar - benar berusaha, demikian ucap Hadi Kuntoro, raja selimut (www.rajaselimut.com). Jika kita berusaha, PASTI ada jalan di sana. Orang yang serius mencari peluang, orang yang tidak serius mencari alasan. Begitu saja sejak dulu. Dengan keyakinan, bahkan membuat usaha Mikro, jika telaten dan tekun, akan segera meningkat menjadi Usaha kecil, usaha Menengah, lalu Besar. Semuanya bisa, siapapun bisa, jika benar - benar berusaha. Anyone Can Do!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May 9,2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just -Lutfiel&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-3323259100033338457?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/3323259100033338457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=3323259100033338457&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3323259100033338457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/3323259100033338457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/05/anyone-can-do.html' title='Anyone Can Do'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-1552171324806811612</id><published>2009-05-08T14:50:00.000+07:00</published><updated>2009-05-08T15:18:36.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Bebas'/><title type='text'>Membaca Isi Otak Si "Otak" Pembunuh NZ</title><content type='html'>Tulisan ini khusus saya dedikasikan kepada Tuan Chakram Singh, begitu saya dan kawan - kawan di kampung dulu menyebut setiap tokoh yang berkesan "jahat, licik, angkuh, haus kekuasaan, kejam" ala film - film India. Tulisan ini dibuat khusus dan sangat spesial karena kelelahan yang amat menyaksikan dera  demi dera yang seperti tiada hentinya terhadap persepsi dan pola fikir orang Indonesia. Terus terang, seminggu ini saya enggan menonton program berita TV di TV - TV yang biasanya saya "maklumi" sekalipun karena berita - berita mengenai Antasari Azhar, seorang ketua KPK yang terkesan dingin dan pelit bicara yang (diduga) menjadi terdakwa dan "otak" terbunuhnya seorang konglomerat berinisial NZ. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berita - beritanya begitu liar, seliar - liarnya. Tak terkendali, bahkan terkesan dipaksakan. Adakah saat ini kasus pembunuhan seorang Direktur Perusahaan besar diberitakan berjam - jam berhari - hari tanpa henti karena melibatkan seorang ketua KPK ? Aneh bin ajaib, sebab substansi kasusnya sama sekali tidak nyambung. Dari awal terkuak, sebelum dipanggil sudah menjadi "tersangka garis miring saksi" begitu kata Jamintel. Yang dimaksud tidak nyambung adalah produktifitas dan kualitas berita ini, sampai - sampai menepikan berita  - berita penting seputar pemilu yang harusnya jauh lebih penting lantaran berkenaan dengan masa depan anak - anak saya, anak - anak presenter TV tersebut, juga cucu - cucu pemilik stasiun TV dan anak cucu semua warga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya saya tidak mau tahu, setiap ada tayangan Antasari yang dituduh selingkuh dengan seorang Caddy dan berujung pada pertumpahan darah...channel saya pindah, mending nonton tayangan the rising star "Ridho Rhoma" yang baru dinobatkan jadi pangeran dangdut oleh Bang Haji. Hehe. Tapi lantaran terus - menerus diberitakan, akhirnya saya terpengaruh. Bedanya, saya tidak lagi melihat dua kubu berlawanan yaitu Keluarga Korban dan Keluarga Terdakwa. Yang ingin saya lihat adalah isi otak dari si "otak" pembunuh ini. Apa ya kira - kira maunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpang siuran bukti membuat saya makin yakin jika NZ ( mungkin saja) tumbal atau korban antara, dan bukan tujuan dari kasus ini. Grand design kasus ini telah sedemikian lama dan rapi diatur agar terkesan natural. Setidaknya inilah kesimpulan saya dari berbagai ahli baik kepolisian, intelejen maupun hukum. karenanya sekali saya ingin bertanya, wahai "otak" pembunuh, apa sesungguhnya isi "otakmu"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika benar sang "otak" ini bukan Antasari, yang bisa disimpulkan adalah si bedebah ini hanya ingin membuat situasi yang sedang hangat paska pemilu menjadi makin rumit dan simpangsiur. KPK sebagai harapan pemberantas PEKAT (Penyakit Masyarakat) berupa Korupsi dan Kolusi juga akhirnya merubah beberapa agenda. Berapa banyak waktu yang terbuang gara - gara si "otak" pembunuhan yang kurang ajar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika benar AA lah "otaknya", meski tidak yakin, saya akan tetap bertanya "apa isi Otakmu, AA?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May 8, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;........................................ooOOOOOOOoo.............................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-1552171324806811612?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/1552171324806811612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=1552171324806811612&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1552171324806811612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1552171324806811612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/05/membaca-isi-otak-otak.html' title='Membaca Isi Otak Si &quot;Otak&quot; Pembunuh NZ'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4647585500076278909</id><published>2009-04-18T22:10:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T14:08:58.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>Tentang Perbedaan</title><content type='html'>Colorful week, begitu saya menyebut pekan saya kali ini.&lt;br /&gt;Senin - sampai selasa lalu mengunjungi CEO Jahe Merah Hidayah Pak Andy Octavia sebagai salah satu tahap merealisasikan Kursus wirausaha yang beliau gagas. Jum'atnya, ke kantor kawan yang membawa saya jumatan di base-campnya Jama'ah Anshaarut Tauhiid-nya ABB (Abu Bakar Ba'asyir) di pamulang. Sabtunya, ke JaCC untuk sharing pengusaha jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di JaCC, menjelang matahari terbenam di sana saya ketemu dengan Peter, orang kristen murtad yang sekarang tanpa agama, bule asli London yang pernah menjadi anggota NICA dan berperang untuk negaranya di Borneo (kalimantan) di zaman perjuangan kakek saya dulu. Wah keki juga mendengarnya dengan bangga menyebut pernah berperang di Borneo. Hati saya bergelora mengumpat "jangan - jangan ada kakek buyut gue yang ketembak peluru lu, ter". Untunglah dia mengatakan "I was a voulunteer, and I followed the task only". Meski tidak juga menghilangkan kecurigaan saya, saya cukup lega karena si bule ini mengakui kalau dia cuma ikut apa kata komandannya saja. Thus, hatinya sebenarnya soft and lembut, tidak doyan bunuh - bunuhan, gitu maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tentang Peter, dia punya istri asli indonesia dan "she is taking toko in kuningan", begitu ujarnya. Peter berusia 62 tahun, 4 tahun lebih muda dari negara kita. Di usia 62 tahun ini dia merasa tidak ada lagi perusahaan yang mau mempekerjakannya, makanya sekarang menjadi web designer dan web developer secara mandiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"No companies want you, but many ladies do" kata saya setengah meyakinkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Yes, but they dont want me. They want my money" jawabnya. eh, ngerti juga ini bule ya kalau wanita yang kerjaannya demenan sama bule memang doyan banget sama fulus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peter telah berkeliling dunia selama karier militernya, karenanya pernah bertugas di Africa, dan Amerika latin, juga Asia. Ketika ditanya timur tengah, Peter ngeh. Fokus pembicaraan tiba - tiba meloncat membahas sejarah lama asal mula konflik Palestina - Israel. Peter juga menjelaskan bahwa jika kita lihat peta Saudi, Omman dan wilayah Dubai, maka kita akan melihat perbatasan antar negara berupa "cross". Ini menandakan bahwa pemerintah Inggrislah yang membuat perbatasan tadi. Karenanya, secara jujur Peter juga mengakui jika pemerintahnyalah yang memberikan akses eksodus besar - besaran orang Yahudi ke tanah Israel. Mereka para Yahudi, kata Israel dipindah paksa, salah satunya karena senantiasa membuat onar di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"That's why, Palestinian will never be happy having Israelis there, taking Palestinian lands and make riots" Katanya. Hya iyalah, bathin saya, you juga sih pake ngirim bencoleng ke tanah arab, jadi ribet kan urusannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But your government was wrong, then if so. You didnt really remove the riot, but you transfer that riot from a place in your country to the middle-east!!" Saya menyergah. Si Peter malah ngakak. Eeeeh, ni orang, bukannya mikir, bathin saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What religion are you?"Saya memberanikan diri bertanya.&lt;br /&gt;"We have one God, I believe that. But I have no religion" Katanya mantap.&lt;br /&gt;"Are you...an Agnostic?" tanya saya lagi&lt;br /&gt;"No no no. I dont belong to any religion. But I believe we all have one God. What I disagree is, those who made violence" Sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ini orang aneh juga. Kalau tidak punya agama, tapi mengakui Tuhan namanya Agnostic, Sedangkan kalau mengakui tidak ada agama dan tidak ada Tuhan, namanya Communist. Ini bule lebih dekat ke kemungkinan pertama. Tapi apa peduli saya ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In British," lanjut dia setengah mengargumen "People dont see and dont want too see what religion you are. If you work for someone, just do your job well, and people will respect you, without seeing what religion you are. We want to see someone as a human being only, and believe in One God."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I see. Look, I once discussed with an Australian man who married to Papuan girl. She is catolic and we discuss a lot about many things. I told him that I might be in the side where you will accuse me as a part of terrorist. You know Hassan Al Banna?" tanya saya. Peter mengangguk sambil bengong "My party is affiliated to his organization, Moslem Brotherhood. But it won't mean that I will exatcly agree with reasonless violence." Saya mulai berapi - api meng-argue.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Surely, because life is choice. You have to choose something in which side you are." Jawabnya  seolah memaklumi "Before, it was difficult to find inter-religion forums. By the advance of technology and information, we can do anything now. There should be no places for hate actually as we can talk and share it"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ini bule, gumam saya, tadi ngaku tidak beragama alias tidak milih agama manapun, sekarang bilang hidup itu masalah pilihan. Hehe, aneh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"You mean, moslem, cristian and other religions can seat together and talk, that we are actually seeking for one thing:peace" Tukas saya. Dalam pengertian Peter, perbedaan pandangan antar agama bisa diselesaikan karena kemajuan teknologi yang memudahkan kita mendapatkan informasi selengkap - lengkapnya. Ya, saya sepakat. Dan dalam bahasa saya, tentu ini peluang untuk menyebarkan kebaikan kepada semua orang, sesuai perintah agama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, setengah jam sebelum maghrib akhirnya saya pamit pulang dengan meninggalkna diskusi hangat tadi. Peter, sudah jelas berbeda dengan saya. Dia cenderung agnostic, dan saya seorang muslim. Tapi berbicara dengan Peter dalam hal ini, sungguh mengasyikkan, meski tema pembicarannya cukup sensitif. Ini karena Peter dan Saya mengerti bahwa antara kita memang beda, harus beda dan begitulah Tuhan menciptakan rupa - rupa dunia yang hampir semuanya berbeda Selama harmoni dan penghormatan tetap dilakukan, menganggap orang lain sebagaimana manusia yang memiliki hak dan hati, selama itu pula masih mungkin bagi saya menemui Peter - Peter lain. Di tengah lembayung merah sore itu, saya pun berucap "terima kasih ya Alloh, telah kau ciptakan kami berbeda, dan terima kasih ya Alloh, aku Kau ciptakan dalam agama-Mu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4647585500076278909?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4647585500076278909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4647585500076278909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4647585500076278909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4647585500076278909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/tentang-perbedaan.html' title='Tentang Perbedaan'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5305321212557962513</id><published>2009-04-18T19:41:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T22:17:26.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>Suatu Jumat di Pamulang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SenrjcCKcgI/AAAAAAAAAME/g7CYZE9rGzM/s1600-h/pakool.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SenrjcCKcgI/AAAAAAAAAME/g7CYZE9rGzM/s200/pakool.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326047028395536898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;iang yang amat terik lagi  berdebu. Hari itu, saya mengunjungi seorang kawan lama di kantornya. Kalau tahu jarak kantor dan Masjid tempat sholat jum'at begini jauh, saya akan menggunakan motor, gerutu saya dalam hati dalam perjalanan menuju Masjid untuk sholat jum'at. Sebelum gerutuan saya terucap, bathin saya tersadar mengingat pahala apa yang mungkin saya dapatkan dengan bersabar dan berjalan kaki in. Al kalimatuththoyyibaatu shodaqoh, wa kulla khutwati ilashsholaati shodaqoh (Setiap perkataan yang baik itu sedekah, dan setiap langkah menuju sholat itu dihitung sedekah-Al-hadits).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiba di masjid, khotib tampaknya baru saja naik mimbar. Pas ke kamar kecil, sekilas melihat seorang yang sedang asyik menikmati rokok disamping kamar mandil yang terletak di halaman masjid diingatkan agar mematikan rokoknya oleh seorang anak muda berperawakan kecil, mengenakan tsaub putih (di Indonesia sering disebut jubah) dibalut rompi hijau khas militer. Kepalanya mengenakan pakool, tutup kepala khas afghanistan yang juga bercorak baret hijau khas militer. Usut punya usut, pemuda ini memang benar. Diatas kran saya lihat tulisan larangan merokok yang ditulis dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Bathin bergumam "kok ada yang kurang ya?" Awh..., saya tersenyum simpul melihat kesalahan grammar pada terjemah Dilarang Merokok versi Inggris. Tertulis Don't Smoking, Seharusnya Don't Smoke.&lt;br /&gt;Tapi..."Kok serasa masih ada yang mengganjal ya?" Bathin saya kembali bergumam. Sembari masuk ke dalam masjid saya terus berfikir mencari apa yang sebenarnya saya cari. Aaaaah...Pemuda tadi! Yayaya.....Pemuda yang mengenakan Pakool, rompi militer dan Jubah yang ujung bawahnya di atas mata kaki itu!! Hmmm..aura pertama masuk halaman masjid tadi memang berbeda. Banyak jama'ah yang mengenakan pakaian yang tidak biasa. Selain sarung, jubah atau celana yang bagian bawahnya di atas mata kaki, beberapa tampak mengenakan pakool. Di dalam masjid pun tidak ada kaligrafi - kaligrafi indah khas masjid Indonesia. Saya makin yakin, penghuni masjid ini agaknya berbeda dengan umumnya marbot masjid Indonesia.&lt;br /&gt;Benar saja, dalam perjalanan pulang, kawan saya yang notabene ahlul madiinah (penduduk sana) bercerita bahwa Abu Bakar Ba'asyir, eks amir mujahidin yang kini menjadi Amir Anshaarut Tauhiid sering memberikan pidato di masjid tersebut. Meski bukan khotbah jumat, tapi pada moment tertentu beliau acap datang.&lt;br /&gt;Saya membayangkan selama khutbah jumat tadi. Selama khotbah sampai selesai sholat, seluruh jama'ah khusyu mendengarkan khotib. Sebagian memang mengantuk, tapi sebagian asyik menyimak isi khotbah yang dibawakan remaaja usia 25 tahunan itu. Ah, padahal tidak semua jama'ah setuju dengan aktifitas Ansharut Tauhiid yang sering orang tuduh Islam garis keras itu. Pun tidak semua jama'ah adalah anggota ormas tersebut. Bahkan mayoritas bukan. Tapi semuanya satu, terpekur dalam khusyu beribadah siang ini. Tak ada beda antara saya yang mengenakan kaos oblong, sebelah saya yang mengenakan pakool bercelana katung, atau belakang saya yang jubahnya kedodoran bak Muammar Khadafi. Semuanya sama di depan Alloh.&lt;br /&gt;Kini saya berkhayal, andai di luar sholat jum'atpun keadaan tetap begini, satu dalam tujuan yang sama, bahu membahu untuk kepentingan orang banyak, betapa Indahnya. Tidak lagi ada komentar - komentar sindirian maupun cibiran karena si fulan garis keras, si fulan garis moderat. Tidak ada lagi cibiran Ustadz fulan dalang pemboman, ustadz sana pelaku bid'ah. Tidak ada lagi ejek -ejekan, Ustadz Fulan golput karena demokrasi itu haram, kyai Fulan ikut pemilu karena golput itu haram. Tidak lagi ada keraguan bahwa tiap - tiap yang mengaku muslim apalagi memimpin ummat, benar - benar memperjuangkan kemaslahatan dan kejayaan agama ini, tanpa friksi - friksi kecil yang dibesar - besarkan.Andai, ya andai saja demikian, mungkin kita ummat Islam tidak akan seterbelakang seperti sekarang ini........Allohu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just-Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5305321212557962513?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5305321212557962513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5305321212557962513&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5305321212557962513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5305321212557962513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/suatu-jumat-di-pamulang.html' title='Suatu Jumat di Pamulang'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SenrjcCKcgI/AAAAAAAAAME/g7CYZE9rGzM/s72-c/pakool.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5346789086180962364</id><published>2009-04-18T11:14:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T12:50:49.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politisiana'/><title type='text'>The SBY's 6 Luck Factors</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SelqC2OCV9I/AAAAAAAAAL8/akLtYyd3-aU/s1600-h/SBY.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SelqC2OCV9I/AAAAAAAAAL8/akLtYyd3-aU/s200/SBY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325904631488993234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;E&lt;/span&gt;ntah kenapa saya tidak se-euforia saudara sepupu saya yang tiba - tiba jatuh cinta sama SBY setelah mendengarnya mendendangkan lagu Ada Pelangi Di Matamu-nya Jamrud pada musim kampanye pilpres 2004. Si sepupu ini bahkan dengan amat tega meninggalkan his immortal idol Megawati untuk kemudian mencontreng (pada waktu itu mencoblos) SBY. Entahlah, mungkin karena waktu itu saya Golput sejati. Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Entah juga, sampai dengan saat ini, saya (tepatnya hati saya) belum juga secara terbuka dan yakin bahwa SBY dan Partainya telah melakukan sesuatu yang luar biasa, yang membuat para voters di Indonesia layak memilihnya.&lt;br /&gt;Saya percaya seberapa ilmiah lembaga - lembaga survey bekerja. Ini terkait survey kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah pimpinan Bapak Presiden kita ini, yang konon mencapai tingkat mapan, diatas 60%.  Yang saya tidak percaya adalah obyek yang disurvey. Subyektifitas pendapat orang Indonesia itu menurut saya, terkadang gila meski masih banyak yang normal, seperti anda para pembaca, hehehe. Contoh simple, masyarakat kita bisa saja mengatakan "ya" untuk siapa yang memberinya makan hari ini, meski hati kecilnya mengatakan "tidak".&lt;br /&gt;Jikapun ada sedikit kepuasan atas kinerja pemrintah, ya sedikit sekali. Itu juga datang dari hasil pemberantasan kejahatan tindak korupsi yang menunjukkan arah perbaikan. Inipun masih terlihat tebang pilihnya,meski besan Presidenpun tak luput dari "jihad akbar" ini.&lt;br /&gt;Namun kening ini mengkerut mempertanyakan data data orang miskin dan papa serta tanggungan utang anak cucu orang Indonesia yang makin besar, tapi diklaim "cukup sukses" penanganannya oleh pemerintah. Yang paling aneh adalah kenaikan dan penurunan harga BBM. Dulu, sewaktu harga BBM dinaikkan secara sepihak, pemerintah beralasan karena harga minyak dunia naik. Pada gilirannya diturunkan harganya, hal ini diklaim sebagai prestasi pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, lagi  - lagi saya belum juga percaya bahwa yang SBY dapatkan pada pemilu dan menjelang pilpres 2009 saat ini, ketenarana dan keterpilihan yang tinggi, bukan akumulasi dari kerja keras sekian tahun atau dasawarsa lamanya. Lagipula,  kemunculan SBY dan Partainya juga masih dibawah 10 tahun dalam medan politik di Indonesia.&lt;br /&gt;Nah, saya lebih menyebut faktor kemenangan PD dan SBY (sesungguhnya kemenangan SBY saja, karena PD is SBY, but SBY is not always PD)  sebagai faktor keberuntungan saja  yang coba saya rangkum di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karena Standar "mimpi" rakyat Indonesia yang terlalu rendah&lt;br /&gt;Mayoritas orang Indonesia, harus diakui terbiasa dengan pola hidup susah dan kekurangan. Ini bukan berlangsung satu dua tahun, tapi ratusan tahun lamanya. Katakanlah sejak kedatangan penjajah Belanda, dan sejak itu pula rakyat kita terbiasa menjadi pecundang yang tak berani menatap langit. Nrimo (menerima), minder, takut dan pas - pasan, baik kantong maupun mindsetnya. Ini berlangsung hingga sekarang, yang membuat Amien Rais mengistilahkan mental Inlander. Nah, standar inilah yang menguntungkan SBY. Bagi rakyat, turun harga 500 perak itu sebuah anugerah terbesar, apapun alasannya. Apalagi turun dua kali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karena lawan SBY adalah PDIP dan Megawati&lt;br /&gt;Berbagai survey hanya mendudukkan dua seteru politik dan pribadi ini pada posisi 1 dan 2. Ini jelas menguntungkan SBY karena Bu Mega, seperti yang mayoritas FB-ers tahu, hanya seorang Ibu perasa yang sejujurnya lebih cocok menjadi Guru SD, ya paling mentok SMU lah. Mega yang tidak pandai bersopan santun kepada rakyat, dilawan dengan sosok SBY yang arif, penuh cinta, dan membuat banyak para Ibu Rumah Tangga betah berlama - lama memelototi wajah beliau. Mungkin beda ceritanya jika misalnya, orang seperti Prabowo, Wiranto, Rizal Ramli, atau Amien Rais yang ada pada posisi Bu Mega, terdholimi dan memimpin partai pemenang pemilu. Dan selama lawan terberat SBY adalah PDIP dan Bu Mega, SBY masih tetap menang. Jika masih belum percaya, buatlah lagi dua group di facebook: Say no to SBY dan Say no to Megawati. Hehe, anda sudah tahu jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karena SBY bersama Golkar&lt;br /&gt;Golkar adalah partai oyodhan (Oyodhan = Berakar, jawa). Kuat, Cantik, tricky, pandai memainkan situasi pula. Jatuh bangun Golkar membela kepentingan pemerintah. Di sisi lain, tidak ada tokoh sehebat atau seganteng SBY. Tidak Pak JK, tidak juga Pak Akbar Tanjung, tidak juga Pak Surya Paloh. Sungguh beruntung SBY. Saking beruntungnya, saudara tua inipun disalipnya tahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Karena pecahnya suara Golkar ke Hanura dan Gerindra&lt;br /&gt;Pada tabulasi KPU dan  beberapa hasil dari Quick Count, partai yang perolehan suaranya paling dekat ke Demokrat adalah Golkar. Coba jumlahkan dengan perolehan dua partai yang pimpinannya eks-Golkar yaitu Hanura dan Gerindra. Hasilnya bisa lebih dari 21%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karena Pecahnya PKB&lt;br /&gt;Ini ibarat durian runtuh. Image positif dibangun Golkar dengan program - program, image diri dibangun dengan senyuman - senyuman dan kesantunan khas, lawan politik tidak sebanding, pun partai yang pemilihnya hampir sama pecah berantakan, membuat sebagian pemilihnya lari mendukung SBY dan Partainya. Sampai di sini, saya benar - benar geleng - geleng kepala melihat kenyataan betapa beruntungya Presiden kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ganteng&lt;br /&gt;Ini sih anugerah. Tapi sebagai laki - laki, saya mengerti betapa seorang  lelaki yang menyadari dirinya ganteng dan kegantengan tersebut bisa memberi banyak keuntungan, akan habis - habisan mengeksploitasi kegantengannya. Tidak menuduh, tapi naluri lelaki saya mengatakan sepertinya ini terjadi pada Bapak SBY. Pakaian, model rambut, gaya bicara...semuanya begitu khas dan so Man...Gesture-nya menawan ketika berpidato, senyumnya..alammaaaak .. bikin ibu - ibu lupa masakan pada gosong. Hehe..agak hiperbolik..tapi sekali lagi ini keberuntungan seorang Presiden RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup:&lt;br /&gt;Jika anda pendukung berat, lagi fanatik yang can't live without SBY dan PD, apalagi caleg jadi karena suara anda ketiban keberuntungan - keberuntungan diatas, tertawalah, tersenyumlah!!&lt;br /&gt;Ini lebih baik daripada anda mengajak saya berdebat, apalagi melempari saya dengan sendal anda. Selain hal itu hanya akan memperburuk citra "santun" yang menjadi keberuntungan lain dari SBY dan Partainya, untuk anda pendukung SBY, silahkan simak penutup dari saya yang saya copy dari status FB seorang kawan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message"&gt;"Luck is very predictable...Just be more active...show up more often...run faster...grab more opportunities - By Suwandi Chow"&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just-Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5346789086180962364?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5346789086180962364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5346789086180962364&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5346789086180962364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5346789086180962364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/sbys-6-luck-factors.html' title='The SBY&apos;s 6 Luck Factors'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SelqC2OCV9I/AAAAAAAAAL8/akLtYyd3-aU/s72-c/SBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-4385419571274672135</id><published>2009-04-12T16:31:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T19:34:10.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politisiana'/><title type='text'>Anggota Dewan Idaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SehyeT6Y3uI/AAAAAAAAALs/yl9ipGYUcZI/s1600-h/thumbs+up+and+down.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 75px; height: 75px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SehyeT6Y3uI/AAAAAAAAALs/yl9ipGYUcZI/s200/thumbs+up+and+down.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325632424432426722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;aya mau jujur. Perilaku mayoritas pejabat publik di negara kita memang masih dalam kategori : memuakkan. Kronis wal akut bin parah banget. Datanglah ke pelbagai kantor yang berbau birokrasi pada jam kerja. Kalau tidak mendapati para pria klimis berseragam, mengapit rokok di sela jarinya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bercincin segedhe batu petirnya Ponari&lt;/span&gt; dan sedang ngobrol - ngalor ngidul dengan siapa saja yang menandakan dia sedang tidak bekerja, sekalinya bekerja yang harusnya memang sudah menjadi kewajibannya pun perasaan kita tidak enak, lantaran harus kasih ini itu, kasih pelicin, kasih pemulus, kasih oli. Entah itu pembuatan KTP, entah itu SIM, apalagi surat jalan melamar pekerjaan. Rasanya tidak enak kalau si pejabat memelototi mata kita tanda - tanda minta sesuatu. Ini terjadi dari kasta terendah di tingkat RT, hingga entah ujungnya di kasta dan jabatan apa. Saya nda' mau ngomong Presiden, salah - salah kena pasal subsersif.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang menjadi uang pemulus hanya se ceng apa go ceng. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Se ceng&lt;/span&gt; sih tidak mungkin ya, minimal mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Go Ceng&lt;/span&gt;. Ya mungkin kita fikir hanya se ceng atau Go Ceng, apa beratnya apa susahnya daripada dilama - lamain. Tapi lihatlah Pak Urip yang hatinya mati lantaran menerima suap milyaran dari si cuek, bahkan cuek terhadap hukum dan jaksa, Artalyta Suryani tanpa Nasution. Lihat Al - Amin yang tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amin&lt;/span&gt;, lihat Bulyan, lihat Hadi Djamal yang sekarang bak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jamal&lt;/span&gt; yang tanpa daya di tahanan KPK. Andai jabatan mereka hanya RT, berapa "upeti" yang akan mereka minta tiap "client"nya? sama. Hanya 5 ribu perakan mungkin. Nah, bagaimana jika para RT beneran tadi yang kerjaannya narik upeti 5000 perak per KTP menjadi Jaksa Penuntut Umum, atau menjadi anggota DPR? Bisa saja bukan lagi 5000 perak tapi menjadi 5 Milyar. Karenanya, jangan sepelekan berapa nilai rupiah yang dikorupsi, tapi lihatlah buruk korupsinya. It's all about mentality pak, bu, mas - mas, mbak - mbak dan yayu - yayu.&lt;br /&gt;Tapi itu semua pendapat pribadi, sama sekali tidak mewakili kebenaran pastinya. Lagipula, RT yang menjadi perumpamaan saya adalah RT di negeri antah berantah sana, bukan di negara tercinta ini.&lt;br /&gt;Cerita di bawah ini, adalah benar adanya. Tentu tak ada gading yang tak retak, dan cerita di bawah ini pun bukan satu -satunya yang ada. Salah satu yang saya tahu, ya. Tapi saya yakin, banyak lagi puluhan cerita similar, mirip - mirip, atau lebih dari ini yang patut menjadi bahan penyubur rasa optimis dalam hati setiap orang Indonesia, bahwa sesuai janji Tuhan, Dia kan selalu menyertakan orang - orang yang baik dan beriman, seberapa jahat dan sakitpun sebuah masyarakat. Yang terakhir, cerita ini pun tidak ingin saya identikkan atau mirip - miripkan dengan satu parpol tertentu, karena bisa saja tidak semua orang di dalam parpol tokoh ini memiliki sikap yang sama atau lebih baik, tapi bisa berbeda,atau malah lebih buruk karena mereka toh manusia. Disamping itu,bisa juga kisah begini terdapat di parpol lainnya yang mungkin tidak anda duga sama sekali, karena hakikatnya, hati kecil manusia toh suka kebaikan, apapun partainya, apapun makananannya (asal halal saja)....It's all about humanity and sunatullah mas - mas, mbak - mbak dan yayu - yayu, aa dan teteh semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here we go.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangnya berperawakan kecil, kira - kira sepundak saya yang tingginya 180cm. Berkulit sawo matang dan bermata elang khas sumatera. Saya sendiri enggan menebak dari suku apa beliau berasal, kurang penting.&lt;br /&gt;Yang saya tahu beliau salah seorang anggota dewan masa jabatan 2004 - 2009 di kota tempat saya tinggal, lalu oleh partainya dicalonkan lagi (bukan mencalonkan) untuk periode 2009 - 2014. Tidak banyak yang kami bicarakan karena selang - seling dengan suara - suara petugas KPPS Kecamatan yang sedang melakukan penghitungan manual untuk para parpol peserta pemilu 2009 di kantor kecamatan malam lepas sholat isya itu. Pembicaraan yang merupakan pertemuan pertama saya dengannya diawali dari obrolan ringan seputar kabar terakhir partainya di pemilu 2009, jumlah kursi dewan partai - partai lalu bergeser ke urusan bisnis. Di topik bisnis, beliau menyampaikan keinginannya membuat banyak usaha yang melibatkan masyarakat, agar tentunya manfaatnya lebih banyak.&lt;br /&gt;Di tengah perbincangan sebuah telephone masuk, nampaknya dari kawan beliau yang sama - sama menjadi caleg tetapi dari nomor urut bawah. Apa yang saya tangkap dari pembicaraan samar beliau dengan penelpon tadi membuat saya kagum. Di handphone, sang anggota dewan ini mengabarkan kepada kawannya tadi kalau sang kawan terpilih menjadi anggota dewan, karena perolehan suaranya terbesar kedua. Dari pembicaraan yang terpaksa saya kuping juga itu (tentunya dengan seizin yang punya suara), saya tahu bahwa caleg yang terpilih tadi tidak melakukan banyak promosi diri layaknya caleg yang konon kabarnya banyak yang stress dan depresi lantaran banyak uangnya terhambur untuk kampanye, sementara perolehan suaranya dalam hitungan jari, dan pun tidak mengetahui jika suaranya yang berkisar mencapai 2000an suara, menjadikannya masuk sebagai caleg terpilih. Sekali lagi, anggota dewan tadi mencoba meyakinkan kawannya bahwa dia akan segera menjadi anggota dewan. Sementara suara di seberang, agaknya menyampaikan akan melakukan "konsultasi" dengan Tuhan untuk bertanya, apakah akan memutuskan menjadi anggota dewan sekaligus aktifis politik atau tidak. Sekali lagi saya terkagum, karena sang calon aleg yang terpilih tadi melibatkan Tuhan untuk mengambil keputusannya.&lt;br /&gt;Perbincangan telephone selesai, lalu kami ngobrol tentang salah seorang rekan yang juga anggota dewan dari partai yang sama, namun tidak mencalonkan (lagi) untuk pemilu tahun ini. Tadinya saya fikir ada masalah. Tapi akhirnya dijelaskan kalau rekan ini tetap diajukan lagi menjadi calon anggota dewan 2009 - 2014. Namun entah kenapa beliau tidak mengurus berkasnya. Konon, sang anggota dewan meneruskan, tahun 2004 pun rekan ini tidak mengurus berkas namun dibantu pengurusannya oleh para kader partai. Alhasil, beliau terpilih. Perlu diketahui, suara partai ini meraup suara yang banyak di pemilu 2004 khususnya di Kota di mana saya tinggal. Jadi jika karena alasan "tidak akan terpilih",  bukan juga ya.&lt;br /&gt;Menjelang akhir perbincangan, saya diberitahu bahwa dirinya pun sebenarnya sudah menyatakan ketidaksediaannya menjadi caleg untuk pemilu 2009 kepada pengurus partainya, dan ingin fokus kepada pemberdayaan masyarakat. Entah kenapa pengurus partai tidak menyetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada ya, caleg terpilih yang bahkan tidak tahu dirinya terpilih,&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;di saat banyak berita tentang caleg gagal yang stress depresi, saya sungguh merasa beruntung bertemu beliau dan memperoleh hikmah seperti ini.  Ada ya, caleg yang datang dari partai yang masuk partai bersuara subur tapi menolak pencalonan dengan alasan ingin fokus kepada pemberdayaan masyarakat.&lt;br /&gt;Mungkin cerita ini belum atau bahkan bukan sebuah oase, tapi cukuplah menjadi pelepas dahaga hati akan buruknya perilaku anggota dewan dan pejabat publik di negaraku tercinta: Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin tahu apa partainya? Hehehe, Rahasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Kamus pintar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cincin segedhe batu petir Ponari : Perumpamaan cincin akik yang laik dipakai orang setelah ke dukun. Tidak semua pejabat demikian.&lt;br /&gt;Se Ceng : Seribu, - Bahasa betawi campur mandarin kuno&lt;br /&gt;Go Ceng : Lima ribu, - Bahasa betawi campur tionghoa kuno&lt;br /&gt;Amin : Dapat dipercaya, Bahasa Arab kuno dan modern&lt;br /&gt;Jamal : Unta, Bahasa Arab Kuno dan modern&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just-Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-4385419571274672135?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/4385419571274672135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=4385419571274672135&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4385419571274672135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/4385419571274672135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/anggota-dewan-idaman.html' title='Anggota Dewan Idaman'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SehyeT6Y3uI/AAAAAAAAALs/yl9ipGYUcZI/s72-c/thumbs+up+and+down.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7602008421353447213</id><published>2009-04-10T10:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:22:12.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politisiana'/><title type='text'>Suara Rakyat untuk 10 Besar Versi Saya...</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Pemilu legislative baru saja dilaksanakan. Thank you kepada Lembaga Survey yang sebelum pemilu atau mungkin sampai sekarang masih menjadi "musuh bebuyutan" dan "most hated" bagi para parpol yang namanya tidak disebut sebagai juara, lebih - lebih parpol dengan mimpi besar yang boro - boro NASAKOM - nasib satu koma, nol koma sekian persen saja sudah beruntung. Sedari awal ketika lembaga seperti LSI, LRI dan lainnya berkali - kali menggelar survey, sejak itu pula mereka menjadi sasaran tuduhan "dibayar, disewa, perpanjangan tangan parpol tertentu" dan lain - lain yang saya fikir nylekit bagi si surveyor. Di amerika sana, lembaga survey begitu dihormati bahkan menjadi semacam kewajiban dalam proses penyelenggaraan hajatan politik. Eh, di Indonesia malah dilarang, begitu ujar Denny JA dari LSI suatu ketika sebelum uji materiil MK tentang Quick Count dikabulkan. Sekali lagi thank you Lembaga Survey cs.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu berpura - pura dan terus bersembunyi dengan mengatakan "ini kan baru Quick COunt, belum final". Sudah kita ketahui bersama bahwa margin error Quick Count itu berapa, kisaran 1 - 3% paling banyak. Artinya, jika melesetpun tidak akan jauh. Partai Demokrat sudah memimpin dengan 20-an% suara, ada PDIP dan Golkar yang kejar - kejaran di angka 14-an% disusul my lovely party PKS dengan 8-an% suara. Menutup angka 5 besar, ada PAN dengan 6-an% suara. 6 ke bawah nanti dulu ya.&lt;br /&gt;Ya, kira - kira tidak akan jauhlah perolehan suara partai - partai dari angka tadi, sementara, posisi yang mungkin berubah adalah peringkat runner-up dan ketiga, ke lima dan enam, tujuh delapan, dan sembilan sepuluh. Posisi satu, hampir pasti "Partainya SBY", di posisi tiga "Partainya HNW", sedangkan yang lainnya switching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak perolehan suara demokrat yang ruarr biasa, ini harus diakui. Mereka, apapun namanya, mau karena jualan kharisma sang dewan pembina kek, mau karena dituduh main - main DPT kek, mau karena memang mereka bagus kek, everything has been shown. They won!! kalau jualan figur, bukannya wajar? main DPT memang tidak wajar, tapi belum ada pembuktian legal formal kan di depan hukum. So, mengapa diributkan? Esensinya, PD yang sedang PeDe ini memang diatas angin.&lt;br /&gt;Finally, saya teringat satu ayat dalam al-qur'an yang bunyinya begini "wa likulli ummatin ajal-al baqoroh" yang terjemah bebasnya kira - kira "dan setiap ummat itu memiliki masanya". Dulu, bertahun lamanya PNI Soekarno memimpin negeri ini dibayangi Masyumi dan PKI, lalu masuk Orde Baru Golkar berjaya, lalu masuk orde reformasi PDI-P mengganti. PDI-P pun tumbang kembali oleh Golkar dan sekarang Golkar secara ajaib disalip oleh Partai Demokrat. Adakah dari kita yang akan menyangsikan, setiap partai ada masanya masing - masing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya saya ingin menuangkan perasaan saya yang tiba - tiba menjadi sentimentil sejak tahu suara PKS tidak akan beranjak jauh ke angka 8 - 10% :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih juga Selamat Pak ya. Bapak kini telah menjelma menjadi sebuah visible power, kekuatan yang suka tidak suka harus diakui semua. Baik mereka yang mengatakan bapak peragu, mistis atau nepotis, mengorbankan keluarga untuk politik atau paling pedas pengkhianat sekalipun. Semua harus mengakui power bapak sebagai kekuatan magnetik yang makin kuat gravitasinya. Indonesia, terutama pemilih bapak, tentu sangat menunggu perubahan dan kelanjutan program - program Bapak nantinya. Maklum pak, orang kecil. Di belakang saya sewaktu menjadi saksi kemarin, dua orang simpatisan bapak berbicara tentang pilihan mereka. Mereka bilang, dulu pilih bapak, eh taunya ada perubahan, ya sudah : lanjutkan. Nanti kalau dibelakang hari kurang baik, ya tentu cari yang lebih baik. Begitulah pak, rakyat kecil memang cuma ingin perbaikan kehidupan mereka saja, meski cuma 1%. Ingin BBM turun, meski cuma 500 perak. Namun dari semua, saya ingin mengingatkan, figuritas di Indonesia somehow sudah gone crazy. Kadang tidak normal. Karenanya seringkali orang mentaklid pemimpin secara buta. Mudah - mudahan kita terhindar dari hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Partai Demokrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congrat, you are the champion. Di TPS saya yang pemilihnya rasional, anda menang sekitar 40%. Itu dahsyat dan patut diucapkan selamat. Apalagi kemungkinan suara nasional tidak terkejar, padahal saudara tua anda atau apalah anda bilang apa, GOLKAR, cuma 14%. Tampaknya Pak Achmad Mubarok benar ya, 2,5% tapi kalikan 6, pas 15%. Saya mengakui, aleg dari anda yang tetangga saya, bahkan lebih peduli secara sosial, lebih dari aleg partai pilihan saya. Ya bantu orang sakit, canvasing dari rumah ke rumah, meski saya tau untuk itu perlu waktu dan biaya yang tidak sedikit. Terlepas motifnya apa, tapi betul itu akan menarik simpati. Saya juga enggan bicara motif kok, karena yang tau itu ya pelakunya. Saya tidak akan minta apapun, karena aspirasi saya memang tidak pada anda, tapi saya berharap, untuk saat ini anda memang the choosen. Konon, suara rakyat itu suara Tuhan. Memang ada cela sedikit tentang DPT, tapi mata kepala saya lihat, simpati kepada anda memang meluas. Selamat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk PDI - P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini sebenarnya lebih tepat ke sang Ibu, Megawatie. Saya mohon maaf ya bu, sebab saya sudah ikut group "say no to Mega" dua kali. Yang pertama ditutup, eh yang kedua ada, jadi saya ikut lagi. Bu, sudahlah. Ibarat cuaca, saya yakin ibu lebih mengerti akan baik dan buruknya sebuah keadaan. Saya berkaca - kaca mendengar cerita ibu yang terpaksa DO dari unpad gara  - gara aktif di GMNI yang diberedel dan dibelah dua oleh pemerintah dhzolim waktu itu. Saya juga tidak mampu membayangkan bagaimana perasaan ibu, ketika mengadu ke aparat tentang kesewang - wenangan itu. Mereka yang setiap hari Ibu panggil om dan akrab dengan keluarga Bung Karno, tiba - tiba menjadi tidak peduli dan hanya berkata "Mega, zaman sudah berubah". Bu, saya tahu anda adalah al-madhluumah, orang terdholimi bertahun - tahun yang patut dibela. Tapi haruskah hal itu menjadi alasan senantiasa membela ibu menjadi RI - 1? Hati saya mengatakan tidak bu. Karena menjadi RI - 1 tidak ada hubungannya sama sekali dengan peristiwa masa lalu ibu. Sekarang ibu kalah oleh "musuh" ibu. Please untuk tidak ngambek dan cari - cari alasan. Sampai ibu datang ke depan pers lalu mengatakan "Selamat kepada pemenang pemilu 2009, Partai Demokrat", maka sejak saat itu Ibu telah memantaskan diri menjadi teladan negeri ini, minimal bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GOLKAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buah atas apa yang tertanam. Alam tidak akan berdusta, bahwa di masa lampau, telah terlalu banyak yang terjadi. Jeffri Geovanni, salah seorang kader anda, tampak begitu berapi - api dan ngotot mengatakan suara GOLKAR sexy, karena jika ditambahkan dengan partai lain, PDI-P misalnya, akan mengalahkan partai lain. Bung, mana bisa membangun koalisi dengan nada tinggi, begitu pengamat menilai. Ini hanya sekelumit cerita kemunduran di GOLKAR yang mungkin akan terus terjadi. Saya tidak sakit hati kepada anda atas perlakuan anda kepada hak saya di masa lalu, tapi saya berharap tidak lagi melihat aleg -aleg yang populer karena perselingkuhan, atau korupsi. Memang tidak sendirian, tapi Partai ini adalah penyumbang suara terbanyak di 2004, yang juga dengan kasus yang lebih banyak di DPR - RI. So, change!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan saya sama dengan para kader yang lain, tidak menentu kalau tidak dikatakan shock. 20% itu ternyata masih terlalu mewah kalau tidak takabbur. Anyway kita telah berjuang. Dan karenanya, saya ingin istighfar. Tak pantas kiranya berharap dari manusia. Selama masa pra dan kampanye, terlalu banyak kontroversialisme dan perbincangan tentang PKS. Jalan politik mungkin saja harus demikian, tapi mungkin juga tidak. Saya toh tidak mengkritisi kebijakan qiyadah. Saya hanya berharap, partai dakwah ini tidak memilih jalan kontroversi hanya untuk "diperbincangkan", meski para pakar mengatakan "cerdas" atau apalah, tapi bukannya rakyat yang memilih? Itu suara hati saya saja yang berilmu rendah.&lt;br /&gt;Di sisi lain, suara PKS bukannya naik? tapi begitulah. Ekspektasi kita manusia biasa yang terlalu tinggi. Tak heran seorang kawan facebook yang mengusung motto "Islam Yes, Partai Islam NO" tampak begitu "puas" meledek perolehan suara kita. Saya membayangkan dia tertawa terbahak - bahak menyaksikan kenaikan suara kita yang cuma kisaran 1 - 2%. Itulah kita. Orang di luar ternyata menginginkan kita lebih dari biasa, tapi luar biasa. Tapi kita kan manusia ya. Ada kala, khilaf dan abai melanda. Ada kala lupa, atau saat malas menyapa. Begitulah. Saya hanya berfikir, selalu ada hikmah, dengan perolehan suara berapapun, jika berharap dan terus hanya berharap ridhlo Alloh dalam setiap langkah, insya Alloh diberikan - Nya rasa syukur yang tinggi. Laa tahzan, innalloha ma'ana. Hanya tertunda, bukan gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAN, PKB dan PPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sesama partai berbasis muslim, terima kasih atas "share"nya membela ummat. Ke depan, kita perlu belajar bersama untuk lebih berfikir kepentingan ummat lebih dari kepentingan parpol semata. Kadang, pelemah antar partai islam justru muslim sendiri, akhirnya seperti kata pengamat, Partai Agama kurang laku. PAN dan PKB memang bukan partai agama, tapi lagi - lagi pengamat mengatakan, tidak dapat dibohongi kalau jutaan orang memilih dua partai ini karena ideologi agama. Terserah Gusdur mau ngomong apa (gantian, karena gusdur sering bilang begitu ke media). Terserah juga SB tanpa "Y" dan Cak Imin mau ngomong apa. Untuk PPP, it's your time to take a rest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerindra dan Hanura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Wir dan Mr. Prabowo. Inilah kenyataannya. Saya mengerti betapa ingin kalian membawa perubahan, tapi sekali lagi, inilah kenyataannya. Jumlah perolehan suara partai anda berdua, tidak akan lebih dari 10% malah. Menyedihkan sih tidak, tapi mudah - mudahan ada kebesaran jiwa di sana. Kenyataan kadang terlalu jauh berbanding harapan. Saat ini, prtainya SBY lebih disukai orang Indonesia daripada Pak Wir dan Mr. Prabowo, seberapa tidak sukapun anda kepada SBY. Sekali lagi, inilah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A day after election,&lt;br /&gt;10 / 4 / 2009&lt;br /&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just- Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7602008421353447213?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7602008421353447213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7602008421353447213&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7602008421353447213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7602008421353447213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/suara-rakyat-untuk-10-besar-versi-saya.html' title='Suara Rakyat untuk 10 Besar Versi Saya...'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-7978509160187922303</id><published>2009-04-03T14:35:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:21:56.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara Tokoh'/><title type='text'>Berguru Kepada Warsim</title><content type='html'>Jangan mengira Warsim itu seorang Ulil Abshar yang bagi para penggemarnya serupa shakespeare. Dia bukan pula seorang Kyai, apalagi seorang Dosen. Warsim itu cuma seorang pemulung profesional-kalaupun ada, yang menjalani 15 tahun lebih kariernya di dunia persampahan level bawah, berkunjung dari satu bak sampah ke bak sampah yang lain. Jauh dari kesan layak memang pekerjaan ini. Bau badan apek ya sudah pasti, kulit hitam juga, dengan raut muka yang jauh dari kesan kinyis- kinyis ala Dude Herlino apalagi good-looking. Maaf ya bang Warsim, I am just telling the truth :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman sehari-harinya adalah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;gerobak sampah seng ukuran 1/2 x 1,5 meter berwarna merah menyala, warna fanatiknya sejak dulu, selaras dengan partai idola yang jika disebutkan ditelinganya, tangannya segera mengepal : Coblos, eh contreng moncong putih!&lt;br /&gt;Di bagian belakang gerobak, tertulis STAR -X. Entah apa maksudnya. Sedang di samping kanan, corat - caret pilok putih yang juga saya tidak tahu artinya. Satu - satunya tulisan yang paling logis adalah di sebelah kiri gerobak : APRI. Kalau tidak salah, itu nama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore, setelah nguli menjadi tukang batu di tetangga, Warsim saya minta menyempatkan waktunya untuk mampir ke rumah demi tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hikmah yang paling besar dalam hidup saya, sekarang saya punya keturunan" Warsim sedikit menahan nafas penuh wisdom mengawali "tausiyah"nya dalam bahasa Indonesia yang lebih mirip bahasa indramayu,mentok sana mentok sini. Disampingnya, saya agak menjauh menghindari bau keringatnya yang lebih mirip bau oli. It's true. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah muda, di usia 19 tahun, dengan gadis pujaan yang rumahnya cuma sepuluh langkah dari pintu depan rumahnya sendiri di Indramayu sana, Warsim memutuskan meniti karier menjadi pemulung di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti, musim berubah. Jika ada tragedi yang lebih membuat Warsim gelisah, bukanlah kantongnya yang memang lebih sering kempes daripada berisi, bukan pula wajahnya yang sama sekali tidak mirip Roy Marten, aktor idolanya. Di usia ke 11 tahun pernikahannya, Warsim dan istri belum dikaruniai momongan pelipur lara. Pikiran kalut menghampiri. Miskin harta, miskin pula keluarga. Dengan cara apa aku mati nanti kalau tidak ada anak yang mengurusi? begitu benaknya. Marah - marah, kesal, kini menjadi bagian hari - harinya. Tidak lebih tidak kurang, istriku gabug*. Meski tidak pernah mendiagnosis (boro - boro mendiagnosis), hanya ada kata "kesal, marah, gabug, mandul" untuk dialamatkan kepada istri yang telah bertahun mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah emosi waktu itu" Kata Warsim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu saat ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sim, ibarat saya sudah kenal kamu dengan baik. Sudah tau kebaikan - kebaikan kamu, sudah tahu bagaimana kamu. Kalau kamu minta apa - apa sama saya, minta bantuan, menurut kamu, bakal saya kasih tidak?" Tanya seorang yang biasa dipanggil Pak Haji, kepada Warsim yang sedang membetulkan salah satu sudut rumahnya.&lt;br /&gt;"Dikasih Pak," Selain membenarkan ucapan Pak Haji, Warsim sesungguhnya ngarep "dikasih" sesuatu beneran. Hehe. Ini dramatisasi penulis saja. Once More, Sorry Mr. Warsim.&lt;br /&gt;"Nah...tuh kamu tahu. Daripada tiap hari kamu salahkan istri, marah - marah. Kalau Alloh tahu kebaikan - kebaikan kamu, tahu kamu anak yang cute, bernilai etis tinggi, rajin setor muka sama Tuhan kamu, terus kamu minta anak sama Dia, kira - kira dikasih tidak?" Pak haji memang bertanya, tapi suaranya terdengar menghardik puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warsim bengong. Seumur - umur, entah berapa orang yang sudah mengingatkannya buat sholat, sholat dan sholat. Ga ngaruh, begitu fikirnya. Sholat juga gue tetap miskin. Tapi saat ini, dia speechless di depan Pak Haji. Bahkan sampai rumah malam harinya, Warsim belum juga bisa mengeluarkan ucapan terakhir Pak Haji dari otaknya. Difikir dan dinalarnya berulang, agaknya betul, bathinnya. Malu - malu,ke air, lalu berwudhu sebisanya. Warsim lupa kapan terakhir mengambil air wudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara ragu, testing kebenaran Tuhan, dan keyakinan yang lebih pantas disebut "ngarep", Warsim pun menjalani trial berupa sholat lima waktu menghadap Tuhannya. Warsim tidak bisa bahasa arab, karenanya dia beli sebuah buku loak, bacaan - bacaan sholat dalam tulisan latin, untuk dihafalnya. Untuk doa, gampanglah, katanya. Aa Gym juga kalau do'a bahasa Indonesia. Sampai setahun Warsim menjalani semua, belum juga tanda kehamilan itu hadir. Kalau ada satu hal cukup membuat senang hati Warsim adalah, istrinya memutuskan bergabung dalam proyek Trial kebenaran Tuhan bersama suaminya. Istrinya pun mulai rajin sholat, dari yang tadinya tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaa, lima waktu tidak saya tinggal, istri juga. Dulu istri tidak sholat sama sekali, tapi setelah setahun saya rajin, istri jadi ikutan. Saya tahajjud, hajat, nangis - nangis sama Alloh minta dikasih keturunan" Ucap Warsim tersenyum aneh lugu. Saya ingin bertanya, sekarang masih tahajjud apa tidak, tapi urung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya, setelah 11 tahun menunggu, saya benar - benar dikasih anak" Warsim hampir nangis, terlihat dari wajah kasarnya yang mulai memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pernah bilang suatu malam, Ya Alloh, kalau sampai diperkenankan punya anak, saya janji tidak akan meninggalkan lima waktu" lanjut Warsim. Dan mimpi paling indah itu benar terjadi. Setahun setengah setelah "menunjukkan kebaikan - kebaikan" di depan Alloh, lahirlah anak yang dinantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sebagai pembayaran tanda jasa - Nya, Warsim sudah bisa mengingat kapan waktu adzan. Dan biasanya, 15 menit sebelum mendapat "panggilan" Warsim telah di kamar mandi masjid di tempat mana ia singgah, untuk melukar baju korps pemulungnya, dengan sehelai kemeja, celana dan peci.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gabug = Mandul, jawa kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-7978509160187922303?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/7978509160187922303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=7978509160187922303&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7978509160187922303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/7978509160187922303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/berguru-kepada-warsim.html' title='Berguru Kepada Warsim'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8520159732042363612</id><published>2009-04-01T17:56:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:21:38.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Bebas'/><title type='text'>Wisata (Hati) Situ Gintung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRbQQd9IWI/AAAAAAAAAKc/EHrng4kv8qI/s1600-h/100_1616.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 159px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRbQQd9IWI/AAAAAAAAAKc/EHrng4kv8qI/s200/100_1616.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319977394688041314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRe3kn88eI/AAAAAAAAAKk/Zlbhii8s0C0/s1600-h/100_1630.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRe3kn88eI/AAAAAAAAAKk/Zlbhii8s0C0/s200/100_1630.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319981368648462818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRi8G98ZhI/AAAAAAAAAKs/yJoDUY3_vAM/s1600-h/100_1605.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRi8G98ZhI/AAAAAAAAAKs/yJoDUY3_vAM/s200/100_1605.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319985844633495058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRkS0t_FhI/AAAAAAAAAK0/R6AxED84BdY/s1600-h/100_1620.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 160px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRkS0t_FhI/AAAAAAAAAK0/R6AxED84BdY/s200/100_1620.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319987334383343122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rumah tanpa atap, tanpa jendela, tanpa penghuni&lt;br /&gt;2. Di bawah tanggul&lt;br /&gt;3. Kapan lagi melihat alat berat di kampus UMJ?&lt;br /&gt;4. Tanggul longsor dari atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lalu, bersama kelompok Master Mind Transformer, saya mengadakan pertemuan rutin di situ Gintung, Ciputat. Tempat yang mungkin tidak semua orang tahu. Pertemuan kami hari itu, Ahad, sebenarnya lebih ditujukan untuk pertemuan bersama keluarga masing - masing. Melalui pangkal situ, dibelakang gedung Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, kami masuk dan menempati salah satu saung. Kurang lebih sejam setengah setelah melaporkan perkembangan bisnis masing - masing, kami berenam pun asyik dengan kegiatan menikmati nikmatnya situ.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berfoto di saung, di papan undak menuju boat, lalu naik sampan mengitari situ. Sepanjang situ, dari tengah saya bisa melihat sebelah kiri perumahan dosen UIN, lalu berjalan terus sampai ke dekat tanggul yang disamping kirinya adalah Restoran Situ GIntung. Sementara boat berisik itu berputar arah, giliran di samping kiri kami, beberapa pasang muda - mudi usia kuliahan yang, mayoritas perempuannya berjilbab, eh berkerudung. Untunglah yang laki - lakinya tidak berpeci maupun kopiah, apalgi surban. Wahhh. Beberapa pasang dari mereka terlihat bercanda, bahkan berpelukan. Mata ini ingin tidak melihat, tapi rasa penasaran dan longgarnya pengamanan serta tatapan lurus ke tepi situ yang tak terhalang apapun, membuat saya tak kuasa melihat siaran langsung itu. Di lain tempat, seorang laki - laki yang berumur, tampak mengayun - ayun tongkat yang ternyata Golf Stick. Saya tanya kepada nahkoda siapa dia. Si Nahkoda menjawab, itu orang yang lagi latihan golf air. Oooo, bibir saya dan seluruh penumpang kompak melongo membentuk huruf "O". Kami tertawa terbahak - bahak dengan keras karena si lelaki ternyata belum mahir. Boro - boro bola melayang dari darat ke air. Stick kena bola pun tidak. Oh Pak Tua, saya doakan anda sekarang sudah mahir. Di luar itu, saya begitu gembira dan bahkan beberapa rekan telah merencanakan mengadakan pertemuan kembali di tempat ini. Beberapa minggu lagi, begitu rencananya. Disamping udara segar, kami merasa membahas bisnis di tempat tenang seperti ini bisa meningkatkan kualitas pembahasan. Tapi, itu sebulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Selasa 31 Maret 2009, saya tiba di depan UMJ Ciputat menjelang sholat dhuhur. Bermesra debu dan terik, begitu sulit menemukan areal parkir. Maklumlah, setelah peristiwa mengerikan itu, banyak orang berbondong - bondong mengunjungi UMJ dan Situ Gintung tentunya. Seorang polisi yang saya tanya mengatakan bisa memarkir kendaraan di depan Bank Mandiri. Saya tiba tepat bersamaan iring - iringan pejabat yang termasuk wapres Jusuf Kalla. Beberapa polisi menghalau pengendara yang masih menghalangi jalan. Jalan menuju situ diblokir di mana - mana. Kecuali kendaraan - kendaraan tertentu seperti relawan, pejabat atau makanan pastinya, kendaraan lain tidak diperkenankan masuk ke areal demi lancaranya distribusi bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati jalan menurun yang riuh penuh orang berseragam SAR dan almamater kampus tertentu, saya tiba di sebuah lapangan atau halaman rumah yang terbuka. Terasa betul bekas bencana itu. Beberapa tembok rumah mewah terlihat kotor penuh lumpur. Di samping rumah tersebut, di sebuah sungai yang tampaknya menjadi aliran langsung situ, sebuah alat berat tampak berusaha mengangkat bangkai mobil yang saya kira terseret arus dari atas sana. Usaha itu tampak sia - sia karena dalamnya kubangan lumpur. Saya pun naik terus menuju situ. Beberapa pemulung tampak sumringah mengais potongan - potongan barang bekas yang bisa dimanfaatkan. Bukan 1 orang tapi belasan. Sebuah mobil avanza tampak ringsek kacanya, dan atapnya bertabur lumpur kering. Saya mengira kedalaman air dan lumpur bisa mencapai 2 meteran ketika bencana terjadi. Naik ke atas, tanpa saya duga, Capres Independen Yudhi Chrisnandi sedang berada di posko HMI. Keringatnya bercucuran dengan muka merah hitam terkena terik yang amat.&lt;br /&gt;Akhirnya sayapun tiba di lokasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi ini lebih mirip lembah daripada perkampungan yang layak. Saya tidak melihat kelayakannya. Beberapa bongkah rumah dan ruang yang telah tanpa jendela terlihat porak - poranda, yang pasti hampir semua tanpa atap. Se-blok di sebelah sana penuh lumpur, se blok yang lainnya bolong temboknya. Saya tidak mau berandai - andai menyaksikan bekas - bekas lumpur di tembok - tembok yang lebih menyerupai telapak tangan. Betapa ngerinya membayangkan para korban mencoba menggapai - menggapai tembok lantaran tidurnya pagi itu dibangunkan segempur lumpur menimpa badan dan kamarnya. Melepas kengerian itu, saya melanjutkan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua jalan setapak menuju tanggul yang mengerikan itu. Seorang bapak terlihat mengapit rokok sambil membersihkan lumpur di depan rumah. Saya mencoba bertanya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bapak tinggal di sini?"&lt;br /&gt;"Ya, saya ngontrak"&lt;br /&gt;"Bapak di mana waktu bencana terjadi"&lt;br /&gt;"Saya sedang ke pasar, saya kan dagang"&lt;br /&gt;"Terus, tetangga bapak di sana dan di sini?" saya menunjuk beberapa blok rumah yang telah menjadi tanah kosong.&lt;br /&gt;"Di situ mas, semua habis tertimbun" Bapak itu menjawab tanpa beban, menunjuk tumpukan lumpur, bekas rumah dalam areal tidak kurang dari 100m2 di sekelilingnya. Saya kembali bergidik. Mungkin di sini, di bawah kaki saya, ada tubuh manusia yang sang saya injak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ditanggul, saya melewati beberapa tempat yang sebelumnya merupakan perumahan, dan lagi - lagi telah rata berganti tumpukan lumpur. Beberapa media tampak sedang sibuk meliput. Tanggul itu kira - kira setinggi lima puluh meter. Dari atas saya mencoba mengira - ngira lokasi saya dan teman - teman menaiki boat sebulan lalu. Air situ telah jauh berkurang kalau tidak habis, berganti kubangan yang tak lebih dari selokan. Sementara di bawah sana, bekas perkampungan itu makin terlihat kerusakannya. Saya membayangkan tidur saya terbangun oleh aliran air bah, disertai lumpur, lalu tembok rumah runtuh menimpa tubuh yang belum juga sadar dari mimpi. Tak terfikir rasanya. Tanggul tinggi itu longsor, mirip tebing curam. Hampir dipastikan, air bah itu bak air terjun raksasa yang begitu leluasa menutup perkampungan dalam sekejap dan merobohkan apa saja di bawah sana. Di sela - sela kengerian, saya melihat Masjid Jabal Rahmah, yang sebenarnya berada tepat ditengah - tengah aliran air bah, kokoh berdiri. Begitu agung kuasa - Nya. Masjid itu terlihat berlubang di bagian depannya,lain tidak. Badan masjid itu utuh. Dan dia, satu - satunya bangunan tersisa, selain sebuah gubuk kecil yang sepertinya menjadi tempat ngantor nelayan menyewakan perahunya, di pinggir lembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang bisa saya rasakan selain kengerian akan bencana yang bisa menimpa siapapun di dunia ini. Saya memutuskan pulang lebih awal. Di tempat yang dilewati tadi, sekelompok orang tampak menusuk - nusukkan sebuah tongkat ke dalam lumpur. Beberapa berbisik, di sana bau bangkai. Benar dugaan saya, sepanjang jalan yang dilalui, diyakin banyak jasad manusia terkubur hidup - hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang dengan perasaan macam - macam. Beberapa foto yang saya ambil ingin segera saya posting agar menggugah pembaca semua. Saran saya, datang dan rasakanlah suasana bencana di sana. Anda akan tahu, bahwa bencana itu, bagaimana dan kapanpun, bisa menimpa siapapun, baik diminta maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, atas kejadian dan kengerian ini, saya bersyukur banyak partai politik yang terlihat mendirikan posko peduli. Jika Uda Edison J. Kambari, rekan facebook saya sinis terhadap mereka, saya justru sebaliknya. Saya menganalogi, jika 38 partai masing - masing mengirim 10 calegnya yang mewakili dapil yang didalamnya termasuk situ gintung,, akan terkumpul 380 orang. Jika 380 orang masing - masing menyumbang 10 juta, akan terkumpul dana sebesar Rp 3.800.000.000, (tiga milyar delapan ratus ribu rupiah). Luar biasa kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01 April 2009&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8520159732042363612?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8520159732042363612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8520159732042363612&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8520159732042363612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8520159732042363612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/04/wisata-hati-situ-gintung.html' title='Wisata (Hati) Situ Gintung'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdRbQQd9IWI/AAAAAAAAAKc/EHrng4kv8qI/s72-c/100_1616.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-1554779152463126763</id><published>2009-03-31T08:13:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:21:18.293+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Liputan Bebas'/><title type='text'>Stage Intruder and Minute to Minute of Pesta Putih</title><content type='html'>Senin Pagi, 30 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja mengenakan celana kepanduan yang memang enak dipakai dipadu dengan batik PKS. Wah, mau ngajar apa mau kampanye? Yo wes ben. Mr. Lee Ok Chan, siswa saya yang asal Korea hari itu toh non-partisan jadi mana mau peduli apa partai saya. Tak lupa, kodak C 713 saya tempel di samping celana. Setelah salim dan cipika - cipiki ke anak istri saya pamitan berangkat. Tapi lucky me, karena istri tersayang mengingatkan membawa kaos mengingat di Istora nanti bakal terik. Yayaya..she always knows what I need. Rencana hari ini, saya mengajar Mr. Lee Ok Chan, the best and the most kasep Korean I have ever known, sampai jam 11. Baru setelah itu meluncur ke Istora bergabung dengan campaigners yang lain. Well, tidak salah memang saya menjuluki Mr. Lee Ok Chan dengan Mr. Kasep yang baik hati. Meskipun beliau ini Businessman sukses yang membantu hajat hidup orang banyak, lebih dari 1000 buruh di Pabrik Garmennya di Semarang, beliau ini amat lembut dan humoris.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"You want to go to campaign? Oke, No Problem" katanya dalam Korean - English yang tidak sekasep perilakunya. What? ini kan baru jam 9.20!! Oh God, where in the paradise I would find a kasep more like him?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, sir. I am leaving and ciao" Saya pun menjawab tanpa ragu dan basa - basi, takut do'i berubah fikiran, meski tidak mungkin kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On The Street&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, lalu lintas lancaar bener. Lewat cempaka putih, saya isi bensin, terus ke senen lalu belok kiri ambil putar balik. Sebetulnya ada dua putaran di sana, tapi sudah jelas - jelas yang pertama terlarang, jadi sebagai pengguna lalu lintas yang baik dan warga yang pancasilais saya ikut aturan berputar balik di tempat semestinya. Lewat kwitang, menteng sampai masuk ke Thamrin masih lancar. Heran ya, katanya setengah juta hadirin, saya bayangin macet di mana - mana, ternyata enggak tuh. Ah saya fikir mungkin baru akan macet di depan Unika. Tapi lagi - lagi saya keliru. Sampai saya masuk parkir, jalanan begitu tenang, aman terkendali dan penuh orang - orang tersenyum :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;30 Menit pertama di dalam SUGBK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya celingak - celinguk di pintu 10. Seorang kawan saya yang kebetulan bekerja di kantor istri salah satu Caleg DPR Pusat Dapil Jakarta Utara, Barat dan Kepulauan Seribu mengabari saya kalau dia ada di pintu 2 di kantor PABBSI. Syukur deh, pertanda baik. Minimal saya tidak perlu repot cari makanan. Begitu fikir saya ngarep penuh arti. Oh ya, dalam keadaan begini, terus terang saya tidak bisa ghaddul bashoor dengan baik karena mesti terus celingak - celinguk nyari kawan tadi. Akhirnya saya masuk lewat pintu X. Wuiihh, jauh di bawah panggung VIP sana, Tike dan Agus Supriyatna lagi teriak - teriak menyemangati hadirin. Kebanyakan teriakan takbir, Alhamdulillah, massa bergemuruh. Saya merinding di tengah lautan manusia yang mayoritas berbaju putih berjumlah ratusan ribu. Saat bergerak sedikit ke bangku bawah, seorang kepanduan meminta saya duduk. Weit..tunggu bro, ane kan mau jepret - jepret. Begitu fikir saya. Dan beberapa view jepretan pertama pun terbuat. Dari spanduk tanda belasungkawa tragedi situ gintung, lalu warna - warni PKS, dan berjubelnya hadirin di seluruh tribun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS teman masuk, "gue di pintu kuning". Saya pun melirik. Wadaw..jauh banget. Ada 8 pintu lagi yang mesti saya lalui. Tak apalah, mungkin di sana lebih baik (makanannya-red). Persis  ketika beranjak keluar, band Cokelat tampil, dan pintu utama masuk lapangan dibuka. Bisa ditebak, ribuan orang pun berlarian masuk ke lapangan tak terkecuali saya yang dengan bodohnya lari - larian persis pendukung Persija lagi mau tawuran sama Laskar Viola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bingung Cokelat sudah tampil, saya balas SMS kawan saya "Gue ke depan panggung". Eh, dijawab "Ya Alloh tolong, mau joget ya?hehe". Wazrak, yang benar saja. Today I am a photographer ya. hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya temui juga itu teman yang lagi duduk bareng 3 orang kawannya. Si kawan ini mudah - mudahan tidak terpaksa hadir di SUGBK dan mencontreng dengan benar sesuai hati nurani. Yaa,minimal menggunakan hak pilihnya dengan baik, sesuai order dari atasan. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana makin riuh, bendera, anak muda, laki perempuan begitu bersuka cita. Saya tidak tahan untuk tidak beranjak ke depan panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlucky-nya, sebaris kepanduan yang tangguh menghadang saya di depan. Waah, sudah mupeng berat mau ambil foto. Panggung sama penonton berjarak 25 meter. Bisa lebih jauh tidak?hehe. Sebagai obat mupeng, saya jepret TV Plasma raksasa bergambar Kikan dan Pak Adang Daradjatun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mematung di depan para kepanduan yang bersahaja, saya memutar otak bagaimana cara masuk ke depan stage langsung. Dialog ini hanya terjadi dalam fikiran tapi jika diterjemahkan dalam bahasa suara, kira - kira begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya      : Bro, ente kok baik sih. Saya mau masuk boleh ga?&lt;br /&gt;Kepanduan : Wah, ga bisa mas. Penonton di sini saja (Tau juga dia saya orang Jawa, dipanggil Mas.)&lt;br /&gt;Saya      : Wess, penonton kan pakai kaos. Saya pakai batik bro. Lagian, dont you know that this is my first time in SUGBK? ( malu - malu)&lt;br /&gt;Kepanduan : What? (melotot sambil meledek) Sama doong... (nyengir)&lt;br /&gt;Saya      : (Aaarggh..asem). Ya sudah kasih lah please...(memelas sambil menunjukkan kodak keramat tanda saya mau ambil gambar)&lt;br /&gt;Kepanduan : Wah ga bisa mas, di depan itu cuma untuk wartawan media sama petugas resmi kita. Ya untuk ke sana minimal mas itu Wartawan wannabe deh.&lt;br /&gt;Saya      : Nah itu dia. I am a Wartawan Wannabe!!!&lt;br /&gt;Kepanduan : Hehe. Ngeles ya.&lt;br /&gt;Saya      : Betul bro. Saya nge-les inggris, arab sama indonesia buat expat.&lt;br /&gt;Kepanduan : Ya sudah - sudah. Gi dah ah...masuk (dengan muka aneh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakakaka...akhirnya lolos juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;30 menit kedua&lt;br /&gt;Jepretan pertama saya adalah Kikan Cokelat. Demi melihat Pak Adang, Rama and Friends  saya bergerak ke samping mereka. Riuh rendah penonton menyulitkan fotographer narsis ini mengambil view yang tepat. Habis akal, saya pun teriaki Pak Adang. Wah, maafkeun saya ya pak. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paaaak..Pak Adaaaaang...liat sini!!!" Teriak saya setengah ragu. Eh, Pak Adang malah senyum. Alhamdulillah dan..jepret!! Di luar dugaan, seorang wartawan beneran di samping saya juga sama, meneriaki Pak Adang. Hahaha.&lt;br /&gt;Jepretan berikutnya adalah Rama Pratama, saya teriakin juga. Bedanya, demi meliat his mole dan cute facenya, saya merasa aneh manggil Pak. Dan,kekonyolan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Raaaam....tengok sini.." Yang diteriakin ternyata cuma melambai dan malah tersenyum. Wah, emang pantes dia jadi caleg. Ga lekas marah and low-profile.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian, MC mengumumkan Pak Tifatul dan Ipank BIP akan tampil duet. What? Memang Pak Tifatul sudah alih profesi? Ternyata tidak mengecewakan. Duo ini tampil memukau, ya meski dari kualitas jauh dari Duo Maia, tapi dari kadar kesopanan dan manfaat, Duo Maia ke laut aja lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;30 menit terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipank BIP baru turun dari panggung, waktu saya persis berdiri mematung di bawah tangga di mana do'i turun. Wah kesempatan. Kebetulan juga ada orang nganggur di sana, tak peduli siapa dia saya minta dia yang ambil gambar. Dianya hanya senyum - senyum. Mungkin fikirnya, wah, ada ya ikhwah yang "ngefans" sama Ipank. Hehe. Salah bro, ini cuma buat dokumen. Saya pun raih tangan Ipank untuk minta foto. Dan, jepret!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas panggung, Pak Tifatul mulai orasi, khas dengan pantun - pantunnya. Sementara di samping tangga naik, diri yang narsis ini makin mupeng pengin naik panggun untuk ambil close-up picture. Seorang wartawan yang sepertinya lebih pro dari saya, minimal dari handycam-nya yang gede, dihalang-halangi petugas yang menyilang kakinya persis di tangga. Si wartawan mengalah, tapi setelah 10 menit si petugas lengah, dengan jeli wartawan itu menyelinap dan lolos. Waaah, good job!! bathin saya. Demi sebuah hasil dan oleh - oleh yang memuaskan, ketika si penjaga lengah, saya langsung naik. Hampir saja saya dihalangi kalau saya tidak senyum memelas "Mas..satuuuu aja. Please!!" Doi  cemberut tapi no comment pas saya naik mendekat ke Pak Tifatul. Jepret!! Jepret!! Jepret!! baru tiga kali jepretan, bahu saya sudah dicolek seorang kepanduan yang jenggotnya kira - kira jumlahnya sama dengan jenggot saya yang jatbah (gersang). "satu aja mas!!" punggung saya malah ditarik. Pertanda buruk nih. Saya pun turun dengan senyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk parade caleg atau acara puncak tidak saya sia - siakan. Bak Paparazzi mengejar pangeran William lagi nuker duit, saya berlarian di samping ranger yang membawa para caleg termsuk DR Hidayat, Anis Matta dan Gubernur Jabar yang notabene my favourite Governor. Hasilnya, beberapa foto dengan jarak 2 meteran bisa saya buat. Khusus Sang Sekjen, saya kembali teriaki dia. (Wondering, berapa kali teriak - teriak ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;Last 15 Minutes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shoutul Harokah tampil. Saya fans-nya, karenanya mupeng mau naik panggun lagi. Tapi sepertinya kali ini tidak mungkin. Ada dua lapis penjagaan oleh kepanduan di tangga bawah dan atas panggung. Kepanduan yang dibawah berbadan kecil, sedang yang diatas tegap. Wah...karena kebelet, akhirnya saya memaksakan diri foto. Tapi siapa yang mau ambil gambarnya? Akhirnya oh akhirnya saya meminta Mas Kepanduan yang kecil itu (yang besar saya agak ngeri) untuk ngambil gambar. Boro - boro mau, malah melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya      : Yaah, mas. Tolong dong. Mupeng nih.&lt;br /&gt;Kepanduan : Saya lagi jaga mas, yang bener aja&lt;br /&gt;Saya      : I knew that guys. Just a snap-shot. Won't you (menyodorkan kamera)? saya nggak naik ke panggung kok!!&lt;br /&gt;Kepanduan : Nggak boleh!! (tegas)&lt;br /&gt;Saya      : Makanya saya nggak naik, brur!! Tapi ambilin foto dunk!!&lt;br /&gt;Kepanduan : Ya sudah sini (dilematis dan bersungut-sungut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasil!!! Haha. Pertama dalam sejarah, seorang penjaga dipaksa dan terpaksa melanggar aturan dan secara sadar melakukannya. Tapi terima kasih bro..saya jadi tidak penasaran dengan Shoutul -Harokah lagi. Saya juga janji akan mengenang kebaikan ente. Kalau ente belum married, saya doakan dapat akhwat jamiilah, ghaaniyah, sholehah dan yang baik - baik lainnya. Kalau sudah menikah, saya doakan biar menikah lagi. Eh jangan ding,biar dapat auladun - shoolih. Amiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************************&lt;br /&gt;Time to leave&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir sekali, jam di HP saya sudah sekitar jam 12.30. Saya beranjak dan masih sempat memotret LOST and FOUND stand, POSKO MEDIK, DAMKAR, Pendukung Persija dan PKS Motorbike. Cukup jelas, kalau partai ini memang "Partai lengkap yang Siap Menang"!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** Foto - foto jepretan saya bisa dinikmati pada posting berjudul "Foto -foto Pesta Putih di Senayan..diramaikan 500.000 orang" yang ada di bawah posting ini.&lt;br /&gt;** Mohon maaf. Jika klik gambar, akan menjadi sangat besar, karena tidak sempat dikecilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 31 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just - Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-1554779152463126763?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/1554779152463126763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=1554779152463126763&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1554779152463126763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/1554779152463126763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/03/stage-intruder-and-minute-to-minute-of.html' title='Stage Intruder and Minute to Minute of Pesta Putih'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-8039373303448484193</id><published>2009-03-30T17:53:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:20:36.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politisiana'/><title type='text'>Foto Pesta Putih di Istora Senayan..diramaikan 500.000 Orang</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Fotographer merangkap Editor plus Lay-Out : Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal : 30 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Lokasi   : SUGBK Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCniYsA2bI/AAAAAAAAAIE/OwdLAsBHyKE/s1600-h/100_1503.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCniYsA2bI/AAAAAAAAAIE/OwdLAsBHyKE/s200/100_1503.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318935369109002674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCp7SPd6YI/AAAAAAAAAIU/9V0VWPbjrY4/s1600-h/100_1507.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCp7SPd6YI/AAAAAAAAAIU/9V0VWPbjrY4/s200/100_1507.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318937995898644866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCq7gdTFOI/AAAAAAAAAIc/c9N-tAWxEag/s1600-h/100_1509.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCq7gdTFOI/AAAAAAAAAIc/c9N-tAWxEag/s200/100_1509.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318939099226379490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCtLdJ6NdI/AAAAAAAAAIk/4NTWlqErx5A/s1600-h/100_1508.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCtLdJ6NdI/AAAAAAAAAIk/4NTWlqErx5A/s200/100_1508.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318941572240913874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Urut -urutan foto :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Massa di tribun pintu X&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Massa Masuk ke lapangan utama&lt;br /&gt;* Fotographer mupeng mau ke depan panggung tidak berani, akhirnya jepret Plasma&lt;br /&gt;* Dihadang barisan kepanduan. Sambil bawa kodak, cari celah dan mikir cara m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;asuk..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCoy-iM7UI/AAAAAAAAAIM/lPDk3Eit72o/s1600-h/100_1515.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCoy-iM7UI/AAAAAAAAAIM/lPDk3Eit72o/s200/100_1515.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318936753657933122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCureS4wOI/AAAAAAAAAIs/yRwRk0qaSZU/s1600-h/100_1513.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCureS4wOI/AAAAAAAAAIs/yRwRk0qaSZU/s200/100_1513.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318943221814444258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCv439DqrI/AAAAAAAAAI0/DByrv_J-Mys/s1600-h/100_1514.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCv439DqrI/AAAAAAAAAI0/DByrv_J-Mys/s200/100_1514.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318944551552133810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCw6aALjPI/AAAAAAAAAI8/bwek8ERBRac/s1600-h/100_1520.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCw6aALjPI/AAAAAAAAAI8/bwek8ERBRac/s200/100_1520.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318945677383535858" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Urut -urutan foto&lt;br /&gt;* Berhasil "lolos" hadangan kepanduan dengan 1001 alasan&lt;br /&gt;* Kikan close - up but not personal&lt;br /&gt;* Saya teriakin pak Adang. Kalau tidak pas jadi fotographer, kapan lagi??&lt;br /&gt;* Saya juga teriakin Rama Pratama juga. Kata Pak Tifatul, KPK says " Rama is clean"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC0IZULnII/AAAAAAAAAJM/EkD0ngwKKvw/s1600-h/100_1525.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC0IZULnII/AAAAAAAAAJM/EkD0ngwKKvw/s200/100_1525.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318949216252042370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC1nRh4NXI/AAAAAAAAAJU/S6IuCUIM-W8/s1600-h/100_1537.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC1nRh4NXI/AAAAAAAAAJU/S6IuCUIM-W8/s200/100_1537.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318950846249579890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC2zeaEwnI/AAAAAAAAAJc/1eKhU2EXHwQ/s1600-h/100_1542.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC2zeaEwnI/AAAAAAAAAJc/1eKhU2EXHwQ/s200/100_1542.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318952155376566898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC3veaECVI/AAAAAAAAAJk/mUx7yF1ryyc/s1600-h/100_1543.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC3veaECVI/AAAAAAAAAJk/mUx7yF1ryyc/s200/100_1543.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318953186168670546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Urut -urutan foto&lt;br /&gt;* Ust. Tifatul bisa nyanyi lho. Duet sama Ipank BIP&lt;br /&gt;* Orasi Politik Sang Qaid. Ini yang saya nekat ke atas panggung setelah "mengelabui" penjaga..afwan ya...&lt;br /&gt;* DR Hidayat memimpin parade Caleg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;* My Leader Icon : Humble, Faqih, Wibawa. Ust. Ach&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;mad Heriyawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC4loWnh2I/AAAAAAAAAJs/FczUnAlr8IE/s1600-h/100_1545.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC4loWnh2I/AAAAAAAAAJs/FczUnAlr8IE/s200/100_1545.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318954116551509858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC5hrFRYqI/AAAAAAAAAJ0/z-hpdGSAnrc/s1600-h/100_1561.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 147px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC5hrFRYqI/AAAAAAAAAJ0/z-hpdGSAnrc/s200/100_1561.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318955148076212898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC6k3DikDI/AAAAAAAAAJ8/VU0upiudaro/s1600-h/100_1574.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC6k3DikDI/AAAAAAAAAJ8/VU0upiudaro/s200/100_1574.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318956302341410866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC_VRQfeKI/AAAAAAAAAKM/BRXF4VfeV4I/s1600-h/100_1578.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 145px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC_VRQfeKI/AAAAAAAAAKM/BRXF4VfeV4I/s200/100_1578.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318961532055287970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Urut - urutan foto:&lt;br /&gt;* PKS news maker : M. Anis Matta. Afwan tadz, belum sempat add f&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;acebooknya. ( halah, kebalik kale)&lt;br /&gt;* My fave nasheed : Shoutul - Harokah. First time lho..&lt;br /&gt;* Tidak cuma makanan, kehilangan atau m&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;enemukan baran&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;g juga bisa mengadu...Lost and Found..&lt;br /&gt;* Fans Persija. Katanya, PKS itu: Persija Ku Sayangi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC8850JyNI/AAAAAAAAAKE/pIEONV3byvA/s1600-h/Sama+Ipank+BIP.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 120px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdC8850JyNI/AAAAAAAAAKE/pIEONV3byvA/s200/Sama+Ipank+BIP.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318958914422294738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Terakhir jangan dilewatkan. Numpang narsis, si Ipank saya bajak. Padahal lokasi foto di areal terlarang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tangerang, 30 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Just-Lutfiel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-8039373303448484193?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/8039373303448484193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=8039373303448484193&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8039373303448484193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/8039373303448484193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/03/foto-pesta-putih-di-sugbk-dihadiri.html' title='Foto Pesta Putih di Istora Senayan..diramaikan 500.000 Orang'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/SdCniYsA2bI/AAAAAAAAAIE/OwdLAsBHyKE/s72-c/100_1503.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5163421792086051167</id><published>2009-03-30T07:18:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:20:08.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>Tidak Pernah Cukup</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pagi yang dingin, meski malas akhirnya bisa juga kembali bangun jam 4. Sehabis sholat, saya ambil Heita, si kembar kecil yang sudah melek mencari - cari dalam gelap lampu kamar. Saya kenakan sweaternya, then saya keluar menemui adik saya yang dua hari lalu baru mau mulai supply bebek ke salah satu restoran ( Sam*** D**a). Dari ceritanya, ada puluhan ekor bebek yang dengan terpaksa di retur oleh si restauran dengan alasan tidak memenuhi syarat. It's OK. Life is sometime unfriendly, tapi tetap adil, bukan seperti lirik Laskar Pelangi-nya Nidji yang bilang "Kadang hidup tak adil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai ngobrol dengan adik, saya pulang dan menidurkan Heita yang memang masih yawning - yawning. Tidak lebih dari 10 menit, dia sudah tak berdaya melawan rasa kantuknya. Di sela - sela menggendong, sebelum saya taruh di kamar, saya sempat membuka TV dan menyaksikan kecewanya tim brazil yang ditahan imbang 1 - 1 oleh tim lemah Ekuador..It's oke, too. I am, neither Brazilian, Brazil fans club nor Brazil wannabe. Dalam bola, saya lebih suka personalnya. Take for example Ibrahimovic (One name after Ibrahim yang saya sukai. Ingat Ibra Azhari soalnya, hiii, disgusting).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, tugas saya berikutnya pagi tadi adalah "menangani" Si Azka, my sweetest nephew yang mesti ditinggal Ayahnya yang IT di Daarut Tauhiid dan Bundanya yang Dosen IT juga di Univ Budi Luhur. Wondering, how IT Azka will be? hehe..secara Ayah - Bundanya IT banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Azka lagi girang, karena bisa melempar bola ke got samping rumah. Got 2 meter untuk Irigasi rumah tangga di komplek itu memang menjadi tempat favouritenya mencemplungkan bola. Gampang aja, setelah dilempar dia teriak - teriak memanggil saya untuk mengambilnya. Asem.&lt;br /&gt;Begitu diambil, lalu dicuci bolanya, ditendang, lalu diambil Azka, then...dilempar lagi....Asem lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never enough to story a happy and joyful morning like this. Ngertilah, di situ gintung sana, tidak mungkin ada kebahagiaan selapang ini. Tidak ada senyum semengembang pagi ini. Aku harus bersyukur. Mengerti dan merasa, make otak kalau kuasa Tuhan itu besar. Kali angke depan rumah kemarin sebenarnya sempat meluap pas gintung jebol. Kalau Alloh mau, ditumpahkannya pula ke rumah kami. Tapi tidak. Memang, never enough untuk menggali betapa hidup kita senantiasa beruntung. Tidak pagi, tidak siang, tidak juga malam, selagi kita mau bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never enough to spend the time with them (jofyull familly) as never enough to say that "God really loves us"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 - 03 - 09&lt;br /&gt;Just-Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5163421792086051167?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5163421792086051167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5163421792086051167&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5163421792086051167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5163421792086051167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/03/tidak-pernah-cukup.html' title='Tidak Pernah Cukup'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5358891821598206231.post-5960990386689525215</id><published>2009-03-29T22:11:00.000+07:00</published><updated>2009-04-11T12:19:40.345+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='About Me'/><title type='text'>O La La ... Just Lutfiel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Salam Bahagia untuk kita semua.. Just Lutfiel..Only Lutfiel. Hanya Lutfiel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oooo Tuhanku Alloh Yang Maha Bersih..terima kasih Engkau masih berikan nafas kepadaku. Aku tahu betapa bandel diriku terhadap perintah - Mu. Yang Kau larang kudekati, yang Kau suruh kujauhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oooo Tuhanku Alloh Yang Maha Hebat..Andai Kau buka aibku, tak seorangpun mau memuji bahkan melirikku. Aku berterima kasih kepada - Mu ya Alloh, kau ciptakan aku begitu spesial dan sempurna. Aku tahu, aku adalah masterpiece dan aku ingin menjadi satu dari milyaran masterpiece-Mu yang berguna. Aku mengerti, there is no creature exactly like me, and that's all of your almighty..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oooo Rasul utusan Alloh, Muhammad SAW. Aku menyanjungmu dalam ketidakpantasanku. Aku menasyidkanmu dengan nada sumbang lantaran tak sebagus akhlakmu. Tapi duhai kekasih Alloh, izinkan aku tetap mencintai dan merindukanmu, meski engkau langit dan aku bumi..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;..........................................................................................................................................................................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir setahun menjadi blogger nomaden, saya berlabuh di blogspot. Maunya narsis kaya blogger ternama, punya akun berbayar. Tapi belum ketemu nama yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah rumah saya yang lama, baik diurus maupun disia - siakan. Duh, jadi merasa bersalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://alfiis.blogspot.com (tidak diurusi)&lt;br /&gt;http://teachingaids.multiply.com (vakum)&lt;br /&gt;http://lutfielhakim.wordpress.com (aktif)&lt;br /&gt;http://gununggajah.com (tidak jadi)&lt;br /&gt;http://dunia-training.com (tidak jadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, saya memutuskan membuat blog awal di blogspot, karena konon, lebih SEO friendly. Insya Alloh, mudah - mudahan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O La La..ini salam pertama saya. Just Lutfiel....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin berfikir hebat, dan memulai tindakan dengan sederhana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfiel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5358891821598206231-5960990386689525215?l=just-lutfiel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/feeds/5960990386689525215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5358891821598206231&amp;postID=5960990386689525215&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5960990386689525215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5358891821598206231/posts/default/5960990386689525215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://just-lutfiel.blogspot.com/2009/03/o-la-la-just-lutfiel.html' title='O La La ... Just Lutfiel'/><author><name>Just Lutfiel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00031744499681451249</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Dg4cqT5ZFC4/Sc-mzsi0xDI/AAAAAAAAAHI/wciQY7IyHEM/S220/Smiles.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
